MATERI PERTAMA:
B.INDONESIA
teks eksemplum
Struktur
1.
Abstrak → inti peristiwa sebagai pengantar yang menggambarkan
peristiwa yang akan diceritakan.
2.
Orientasi → bagian pembuka cerita atau awalan cerita.
3.
Insiden → peristiwa yang tidak diinginkan.
4.
Interpretasi → makna atau pesan dari peristiwa yang tidak diinginkan.
5.
Koda → bagian
penutup cerita.
contoh:
Pencurian
Sabtu
sore, aku pulang dari lapangan Tenis Indoor FIK. Aku baru saja menghadiri
Monitoring dan Evaluasi di sana. Sampai kos sudah maghrib, aku langsung mandi.
Setelah mandi, aku solat maghrib,
lalu aku istirahat sebentar di kamar. Di kamar, aku mengobrol dengan Hala. Tak
terasa, waktu cepat berlalu. Jam 24.00 WIB teman sekamarku pulang, Mbak Devi
namanya. Kami mengobrol sampai pukul 1.00 WIB.
Minggu pagi, aku dan Devi bangun di
pagi yang kacau. Kami kemalingan. Dua laptop, dua handphone, satu modem, dan
tasku hilang. Seseorang telah mencurinya semalam. Diperkirakan antara pukul
1.00 sampai pukul 3.00. Sebab, teman sebelah kamarku bangun pukul 3.00 dan tahu
bahwa pintu kamarku terbuka. Tapi, ia juga belum tahu kalau kami baru saja
kehilangan beberapa barang penting. Aku bertanya pada Devi, apakah ia belum
mengunci kamar ketika tidur, ternyata Devi lupa tidak mengunci kamar kami.
Setelah itu, aku dan Devi langsung
lapor ke Bapak Kos, kami disuruh untuk lapor ke kepolisian. Pagi itu, kami langsung ke Polsek Gunung
Pati, pukul 08.00 kami tiba, membuat keterangan, surat kehilangan dan
menyerahkan barang bukti berupa tas yang ditnggalSi Pencuri di Jemuran. Jam
10.00 WIB polisi datang ke kos untuk melihat dan menyelidiki kasus ini. Meski
polisi juga belum bias menemukan pelakunya.
Kami betul-betul tidak menyangka kejadian seperti ini menimpa kami.
Kejadian ini adalah peringatan besar
untuk kami. Sejak itu, saya dan Devi terus waspada.
Aku
telah memasang gembok di pintu belakang. Dan kamarku selalu dikunci meski kami
hanya keluar sebentar.
TEKS TANGGAPAN KRITIS
Struktur:
contoh: PILIH SMA ATAU SMK?
- Evaluasi, merupakan bagian pertama dalam Teks Tanggapan Kritis. Bagian Evaluasi berisi pernyataan umum tentang apa yang akan disampaikan penulis dalam teks.
- Deskripsi Teks, merupakan bagian kedua atau lebih jelasnya adalah bagian isi dalam Teks Tanggapan Kritis. Bagian Deskripsi Teks ini memuat informasi tentang data-data dan pendapat pendapat yang mendukung pernyataan atau melemahkan pernyataan.
- Penegasan Ulang, merupakan bagian ketiga teks atau lebih jelasnya adalah bagian terakhir teks yang berisi penegasan ulang terhadap apa yang telah dilakukan atau yang telah diputuskan.
Mungkin dari kalian yang saat ini masih SMP dan sebentar lagi mau
lulus, akan bingung ingin meneruskan kemana, SMA atau SMK? Kalian tidak bisa
sembarangan dalam menentukan mau lanjut kemana, soalnya piliha Anda sekarang,
akan berdampak besar pada kalian di masa yang akan datang. Untuk itu,
silahkan cari dulu kelebihan dan kekurangan kalian masing-masing sebelum
memulai menentukan pilihan. Apa saja alasan-alasan yang bisa memperkuat
pendirian Anda untuk memilih diantara keduanya?
Alasan pertama, jika melihat untuk urusan pekerjaan, SMK lebih tepat
untuk dipilih, pasalnya kita sudah tahu kalau jurusan SMK lebih dipersiapkan
untuk bekerja dibanding dengan lulusan SMA. Di SMK lebih ditekankan pada
praktek dan hanya sedikit teori, sebaliknya di SMA lebih ditekankan pada
teori sehingga cakupan teorinya lebih luas.
Siswa SMK memang dipersiapkan untuk langsung bekerja saat ia lulus,
sebaliknya untuk siswa SMA lebih dipersiapkan untuk masuk perguruan tinggi
terlebih dahulu sebelum selanjutnya dipersiapkan untuk bekerja.
Nah selanjutnya bagaimana jika lulusan SMK ingin kuliah? Lulusan SMK
bisa kuliah, tapi sangat dibatasi, hanya beberapa jurusan saja yang
diperbolehkan. Berbeda dengan SMA yang hampir semua jurusan bisa dimasuki
karena memang SMA dipersiapkan untuk bekerja.
Bagimana kalau siswa SMA ingin langsung bekerja? Bisa sih tapi pada
masa sekarang yang persaingan sangat ketat sekali dalam mencari pekerjaan,
ijazah SMA sangat sulit sekali untuk memperoleh pekerjaan, walaupun mendapat
pekerjaan gaji yang didapatkan tidak terlalu besar. Jadi untuk yang memilih
jurusan SMA ada baiknya untuk memikirkan kedepannya untuk kuliah.
Denagn melihat beberapa pernyataan diatas, siswa SMK jauh lebih
dipersiapkan untuk bekerja, sedangkan jurusan SMA lebih difokuskan untuk
kuliahbterlebih dahulu. Sekarang pilihan ada ditangan Anda.
MATERI KEDUA:
MANDARIN








MATERI KETIGA:
IPS


NEGARA BERKEMBANG & NEGARA MAJU
1.CIRI-CIRI NEGARA BERKEMBANG
2. CIRI-CIRI NEGARA MAJU
3. PERSEBARAN NEGARA MAJU & BERKEMBANG
1. A. Ciri-ciri Negara Berkembang
1. Klasifikasi World Bank menjadi 4 (empat) kategori :
1.Negara berpendapatan rendah (Low Income)=> GNP per kapita ≤ US$765,
2.Negara berpendapatan menengah rendah (Lower Middle Income)=> GNP per kapita US$766 – 3.035,
3.Negara berpendapatan menengah tinggi (Upper Middle Income)=> GNP per kapita US$3.036 – 9.385,
4.Negara berpendapatan tinggi (High Income)=> GNP per kapita≥ US$9.386.
2. Klasifikasi Negara Berkembang
Sistem PBB, menjadi 3 (tiga) golongan :
Negara paling terbelakang (Clause Develope),
Negara berkembang (Developing Country),
Negara kaya pengekspor minyak & anggota OPEC.
Ciri-ciri Negara berkembang ada 5 (lima) yaitu :
Standar Hidup yang Rendah,
Indikator Standar Hidup Penduduk Suatu Negara a.l :
1). Pendapatan Nasional Per Kapita,
Pengertian : jumlah pendapatan nasional suatu negara selama satu tahun dibagi jumlah penduduk Negara tersebut.
2). Tingkat Pertumbuhan Pendapatan Nasional & Pendapatan Per Kapita,
3). Distribusi Pendapatan Nasional,
4). Tingkat Kemiskinan,
5). Kesehatan,
6). Pendidikan,
Tingkat Produktivitas yang Rendah,
Tingkat Pertumbuhan Penduduk & Beban Ketergantungan yang Tinggi,
Ketergantungan yang Tinggi thd Prod.Pertanian & Ekspor Brg Primer,
Dominasi, Ketergantungan, & Kerapuhan dlm Hub.Internasional.
Tujuan Utama Dunia Ketigaa.l :
Memerangi kemiskinan.
Mengatasi ketidakmerataan distribusi pendapatan.
Mengurangi tingkat pengangguran.
Memenuhi standar minimal di semua bid. Kehidupan.
Memperluas kesempatan dibid. ekonomi & sosial.
Membina keutuhan & kesatuan sbg negara berbangsa.
B. Ciri-ciri Negara Maju
Standar Hidup Tinggi,
Indikatornya a.l :
Pendapatan Per Kapita ≥ US$9.000,
Pertumbuhan Pendapatan Lebih Cepat,
Pemerataan Pendapatan tdk ada kesenjangan,
Kemiskinan tidak mencolok,
Kesehatan yang baik (Perbaikan Gizi & Pelayanan Kesehatan).
Tingkat Pendidikan Tinggi (termasuk kualitas kesehatan fisik yg baik),
Laju Pertumbuhan Penduduk Rendah,
Tingkat Pengangguran Rendah
C. Persebaran Negara Maju & Negara Berkembang
Negara Maju
Eropa : Swedia, Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, Italia, dll.
Amerika : AS & Kanada
Asia : Jepang
Australia & Oseania : Australia & New Zealand
Negara Pengekspor Minyak
Asia : UEA, Qatar, Kuwait, Iran, Irak, Arab Saudi, & Indonesia.
Afrika : Nigeria, Aljazair, & Libya.
Amerika : Venezuela
Negara Industri Baru
Asia : Singapura, Hongkong, Taiwan, & Korea Selatan.
Amerika : Meksiko, Brazil, & Ekuador.
Eropa : Yunani & Spanyol.
Negara Berpendapatan Rendah
Amerika : Nikaragua & Haiti
Afrika : Pantai Gading, Ghana, Senegal, Nigeria, Ethiopia, Kamerun, Angola, dll.
Asia & Pasifik : Afganistan, Bangladesh, India, Kamboja, Korut, Papua Nugini, Kep.Solomon, Tajikistan, Timor Leste, Vietnam, dll.
Negara Berpendapatan Menengah
Eropa : Albania, Bosnia H, Serbia M, Korasia, Lithuania, dll.
Amerika : Argentina, Brazil, Kolombia, Meksiko, Uruguay, Venezuela, dll.
Afrika : Mesir, Maroko, Afrika Selatan, Tunisia, dll.
Asia & Pasifik : Samoa Amerika, Indonesia, Lebanon, Yordania, Kazakhstan, Malaysia, dll
1.CIRI-CIRI NEGARA BERKEMBANG
2. CIRI-CIRI NEGARA MAJU
3. PERSEBARAN NEGARA MAJU & BERKEMBANG
1. A. Ciri-ciri Negara Berkembang
1. Klasifikasi World Bank menjadi 4 (empat) kategori :
1.Negara berpendapatan rendah (Low Income)=> GNP per kapita ≤ US$765,
2.Negara berpendapatan menengah rendah (Lower Middle Income)=> GNP per kapita US$766 – 3.035,
3.Negara berpendapatan menengah tinggi (Upper Middle Income)=> GNP per kapita US$3.036 – 9.385,
4.Negara berpendapatan tinggi (High Income)=> GNP per kapita≥ US$9.386.
2. Klasifikasi Negara Berkembang
Sistem PBB, menjadi 3 (tiga) golongan :
Negara paling terbelakang (Clause Develope),
Negara berkembang (Developing Country),
Negara kaya pengekspor minyak & anggota OPEC.
Ciri-ciri Negara berkembang ada 5 (lima) yaitu :
Standar Hidup yang Rendah,
Indikator Standar Hidup Penduduk Suatu Negara a.l :
1). Pendapatan Nasional Per Kapita,
Pengertian : jumlah pendapatan nasional suatu negara selama satu tahun dibagi jumlah penduduk Negara tersebut.
2). Tingkat Pertumbuhan Pendapatan Nasional & Pendapatan Per Kapita,
3). Distribusi Pendapatan Nasional,
4). Tingkat Kemiskinan,
5). Kesehatan,
6). Pendidikan,
Tingkat Produktivitas yang Rendah,
Tingkat Pertumbuhan Penduduk & Beban Ketergantungan yang Tinggi,
Ketergantungan yang Tinggi thd Prod.Pertanian & Ekspor Brg Primer,
Dominasi, Ketergantungan, & Kerapuhan dlm Hub.Internasional.
Tujuan Utama Dunia Ketigaa.l :
Memerangi kemiskinan.
Mengatasi ketidakmerataan distribusi pendapatan.
Mengurangi tingkat pengangguran.
Memenuhi standar minimal di semua bid. Kehidupan.
Memperluas kesempatan dibid. ekonomi & sosial.
Membina keutuhan & kesatuan sbg negara berbangsa.
B. Ciri-ciri Negara Maju
Standar Hidup Tinggi,
Indikatornya a.l :
Pendapatan Per Kapita ≥ US$9.000,
Pertumbuhan Pendapatan Lebih Cepat,
Pemerataan Pendapatan tdk ada kesenjangan,
Kemiskinan tidak mencolok,
Kesehatan yang baik (Perbaikan Gizi & Pelayanan Kesehatan).
Tingkat Pendidikan Tinggi (termasuk kualitas kesehatan fisik yg baik),
Laju Pertumbuhan Penduduk Rendah,
Tingkat Pengangguran Rendah
C. Persebaran Negara Maju & Negara Berkembang
Negara Maju
Eropa : Swedia, Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, Italia, dll.
Amerika : AS & Kanada
Asia : Jepang
Australia & Oseania : Australia & New Zealand
Negara Pengekspor Minyak
Asia : UEA, Qatar, Kuwait, Iran, Irak, Arab Saudi, & Indonesia.
Afrika : Nigeria, Aljazair, & Libya.
Amerika : Venezuela
Negara Industri Baru
Asia : Singapura, Hongkong, Taiwan, & Korea Selatan.
Amerika : Meksiko, Brazil, & Ekuador.
Eropa : Yunani & Spanyol.
Negara Berpendapatan Rendah
Amerika : Nikaragua & Haiti
Afrika : Pantai Gading, Ghana, Senegal, Nigeria, Ethiopia, Kamerun, Angola, dll.
Asia & Pasifik : Afganistan, Bangladesh, India, Kamboja, Korut, Papua Nugini, Kep.Solomon, Tajikistan, Timor Leste, Vietnam, dll.
Negara Berpendapatan Menengah
Eropa : Albania, Bosnia H, Serbia M, Korasia, Lithuania, dll.
Amerika : Argentina, Brazil, Kolombia, Meksiko, Uruguay, Venezuela, dll.
Afrika : Mesir, Maroko, Afrika Selatan, Tunisia, dll.
Asia & Pasifik : Samoa Amerika, Indonesia, Lebanon, Yordania, Kazakhstan, Malaysia, dll
2.

PERANG DUNIA II
A. PERANG DUNIA II (SEBAB-JALANNYA-AKIBAT)
1. LATAR BELAKANG PD II
a) Sebab-sebab Umum :
1) Kegagalan LBB menciptakan perdamaian dunia, dikarenakan:
LBB menjadi alat politik negara besar untuk mencari keuntungan.
Negara-negara besar berbuat semaunya dengan menyerang negara lain.
AS tidak ikut sehingga tidak efektif.
Keanggotaan LBB yang sifatnya sukarela.
2) Negara-negara maju berlomba memperkuat militer dan persenjataannya.
3) Adanya Politik Aliansi (mencari kawan persekutuan), sehingga muncul dua blok besar, yaitu:
Blok Fasis : Jerman, Italia, dan Jepang
Blok Sekutu, terdiri atas:
ü Blok Demokrasi : Perancis, Inggris, AS, dan Belanda
ü Blok Komunis : Rusia, Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia, Rumania, dan Cekoslovakia.
4) Adanya pertentangan akibat ekspansi :
ü Jerman dengan “Lebensraum”nya (Jerman Raya).
ü Italia dengan “Italia Irredenta”nya (Italia Raya).
ü Jepang dengan “Hakko I Chi u”nya (Berkorban untuk negara).
5) Adanya Politik Balas Dendam (“Revanche Idea”) Jerman thd Perancis.
6) Berkembangnya paham nasionalisme yang sempit.
7) Timbulnya imperialisme baru (Politik Ekonomi).
b) Sebab-sebab Khusus :
1) Penyerbuan Jerman di Kota Danzig (Polandia) 1 Sept 1939.
2) Penyerbuan Jepang terhadap Cina 1939
3) Penyerbuan Jepang terhadap Pearl Harbour, Hawaii 7 Des 1941.
2. JALANNYA PD II & PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT
a) Medan Eropa
1 Sept 1939 : Jerman menyerang Polandia. Inggris & Perancis menyatakan perang thd Jerman.
9 Apr 1940 : Jerman menyerang Denmark & Norwegia.
Mei 1940 : Jerman mneduduki Belanda.
10 Juni 1940: Italia menyatakan perang thd Perancis & Inggris.
Juni 1940 : Jerman menduduki Perancis.
27 Sept 1940:Jerman, Italia, dan Jepang bersatu dalam Perjanjian Tiga Negara.
22 Juni 1941: Jerman (dibantu Finlandia & Rumania) menyerbu Rusia.
b) Medan Afrika
Inggris memukul mundur Italia di Afrika Utara.
23 Okt 1942 : Sekutu menyerang Blok Sentral di Mesir.
19 Nov 1942 : Jerman kalah melawan Rusia di Stalingrad
7 Mei 1945 : Jerman menyerah kpd sekutu di Reims, Perancis.
c) Medan Asia Pasifik (Perang Asia Timur Raya)
7 Des 1941 : Jepang menyerang Pearl Harbour, Hawaii, setelah itu menyerang beberapa Negara dikawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Sistem Katak Loncat- pimp. Jend. Douglas Mc Arthur & Laks. Chester Nimitz membalas serangan Jepang.
7 Mei 1942 : Jepang kalah di Laut Karang dan Midway (Titik Balik pertama).
22 Okt 1944 : AS merebut Filipina dari Jepang.
17 Mar 1945 : AS merebut Iwo Jima-Jepang.
21 Juni 1945 : AS merebut Okinawa-Jepang.
30 Apr 1945 : Inggris (pimp. Lord Louis Mauntbatten) menyerbu Birma dari Jepang.
6 Agust 1945 : AS menjatuhkan Bom Atom di Hiroshima.
9 Agust 1945 : AS menjatuhkan Bom Atom di Nagasaki.
14 Agust 1945 : Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu.
2 Sept 1945 : Jepang menyerah (secara resmi) di Kapal Missouri, Teluk Tokyo.
3. AKIBAT PD II
Timbullah Perjanjian-perjanjian, antara lain:
Konferensi Postdam (2 Agust 1945)=> Sekutu-Jerman
Isinya:
Jerman dibagi menjadi 4 daerah pendudukan.
Danzig dikembalikan ke Polandia.
Tentara Jerman & peralatan militernya dikurangi (Demiliterisasi).
Penjahat perang (NAZI) harus dihukum.
Jerman bayar kerugian perang kpd sekutu.
Perdamaian Paris(Feb 1947)=> Sekutu-Italia
Afrika Utara diserahkan ke Inggris.
Wilayah kekuasaan Italia diperkecil.
Italia diharuskan membayar kerugian perang.
Albania merdeka.
Perjanjian San Fransisco(8 September 1951)=> Sekutu-Jepang
Kep.Jepang diawasi AS.
Kep.Kurile & Sakhalin Selatan diberikan pd Rusia. Sedangkan Manchuria & Taiwan kpd Tiongkok.
Penjahat perang dihukum.
Jepang bayar kerugian perang kpd sekutu.
Akibat PD II berdampak di empat bidang. Yaitu:
a) Bidang Politik
AS & Rusia (Uni Sovyet) menjadi 2 Negara Adikuasa.
Perang Dingin Blok Barat (AS)- Timur (Uni Sovyet).
Nasionalisme Asia berkobar & timbul Negara merdeka.
Muncul Politik Aliansi (mencari kawan)=> contoh: NATO
Muncul politik pecah belah negara. Contoh: Jerman, Korea,Indo China & India.
b) Bidang Ekonomi
Banyak negara yang perekonomiannya hancur.
AS menjadi kreditur dunia.
Muncul Program AS utk membendung komunisme & menanamkan pengaruh AS di Eropa & seluruh dunia seperti: Marshall Plan (1947).
c) Bidang Sosial
PBB membentuk UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation Administration)
Tugasnya antara lain:
Memberi makan orang terlantar.
Mendirikan RS.
Mengurus pengungsi.
Membenahi tanah yang rusak.
d) Bidang Kerohanian
Timbulnya kebutuhan rasa aman dan perdamaian dunia.
Lahirnya PBB atau UNO (United Nations Organization) 24 Okt 1945.
B. Perang Dunia II di Asia Pasifik
ü PD II di Asia Pasifik dimulai sejak Jepang menyerang pangkalan militer AS di Pearl Harbour, Hawaii pada 7 Des 1941.
ü Di Bulan Desember 1941 Jepang juga telah menguasai sebagian pulau-pulau di Filipina dan Myanmar.
ü 15 Jan 1942 Sekutu membentuk ABDACOM (American, British, Dutch Australia, Command) di Lembang Pimp. Sir Archibald Wavell (Inggris).
ü Sekutu juga membentuk Front ABCD (American, British, China, Dutch).
ü 24 Jan1942 Jepang menduduki Tarakan, Balikpapan, dan Kendari.
ü Kemudian Jepang selanjutnya menguasai Samarinda, Banjarmasin, Ambon, Palembang.
ü 1 Maret 1942 Jepang mendarat di Teluk Banten, Eretan Wetan (Jabar) dan di Kragan (Jateng).
ü 5 Maret 1942 Batavia jatuh ke Jepang disusul dgn didudukinya Buitenzorg (Bogor).
ü 8 Maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat kpd Jepang di Kalijati, Subang (Jabar). Penyerahan ditandatangani LetJend. Ter Poorten (Hindia Belanda) dan Jend. Hitosyi Imamura.
PENGARUH KEBIJAKAN PENDUDUKAN JEPANG DAN BENTUK PERLAWANAN RAKYAT DI INDONESIA
D. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang di Indonesia
1.Sistem Pemerintahan Cara Jepang menarik simpati:
“Jepang Saudara Tua” bangsa Indonesia.
Bhs. Indonesia sbg bahasa resmi selain Bhs. Jepang.
Gerakan 3A (dipimp. Mr Syamsuddin), yang berarti Cahaya, Pelindung, Pemimpin Asia, sekaligus para tokoh nasional diangkat sbg pimp. PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat).
MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia) tetap dizinkan berdiri.
Bendera Merah Putih boleh berkibar dan Lagu Indonesia Raya boleh berkumandang.
Wajib menyerahkan besi tua utk alat perang.
Seluruh peninggalan Belanda disita.
Sistem hukum berubah scr mendasar dgn diberlakukannya pemerintahan militer sementara dan jabatan Gubernur Jenderal dihapus.
Mulai 5 Agust 1942 berlaku pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia.
Pemerintah daerah di Jawa terdiri dari:
Syu (Karesidenan dipimp. Syucho)
Si (Kotamadya dipimp. Sicho)
Ken (Kabupaten dipimp. Kencho)
Gun (Kawedanan dipimp. Guncho)
Son (Kecamatan dipimp. Soncho)
Ku (Desa/Kelurahan dipimp. Kuncho)
Berlakunya penyerahan padi scr paksa berakibat: bencana kelaparan, peningkatan angka kematian, penurunan tingkat kesehatan, keadaan sosial memburuk.
Pemberlakuan Romusha = tenaga kerja paksa utk membangun objek-objek vital.
2. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang
Bidang Politik
Kegiatan politik dilarang keras, kecuali thd Islam Nasionalis.
MIAI yg didirikan K.H. Mas Mansyur (Surabaya 1937) tetap berjalan.
Tidak efektinya Gerakan 3A shg dibubarkan Des 1942.
b. Bidang Ekonomi
Kebijakan ekonomi diprioritaskan utk perang (Pola ekonomi Perang).
Jawa dibagi dalam 17 Autarki (berdiri di atas kaki sendiri).
Sumatera dibagi dalam 3 Autarki dan 3 Minseifu (diperintah AL Jepang).
SDA Indonesia dimanfaatkan utk biaya perang dgn cara-cara:
1) Petani wajib setor hasil panen.
2) Hutan ditebang utk industri perang.
3) Perkebunan yg tdk terkait perang dimusnahkan.
4) Ternak dipotong utk konsumsi tentara Jepang.
Pengerahan Romusha dgn bujukan ataupun paksaan.
Panitia pengerah Romusha disebut Romukyokai.
Kerja bakti sukarela pamong praja dan pegawai rendahan disebut Kinrohoshi.
Utk mengawasi penduduk agar gerakan jepang terlaksana dibentuk Tonarigumi (RT) di desa-desa.
c. Bidang Militer
1) Seinendan (Barisan Pemuda): semi militer, tenaga cadangan utk Jepang.
2) Keibodan (Barisan Pembantu Polisi): semi militer, di sumatera disebut Bogodan, di kalimantan di sebut Borneo Konen Hokukudan.
3) Fujinkai (Barisan Wanita): mengumpulkan dana wajib berupa perhiasan, ternak, dan bahan makanan utk perang.
4) Heiho (Pembantu Prajurit Jepang): militer resmi, sbg pemindah peluru & senjata, sekaligus pemeliharanya.
5) Syuisyintai (Barisan Pelopor): 25 Sept 1944 dipimp. Ir. Soekarno dibantu Otto Iskandardinata, R.P. Suroso, & drs. Buntaran Martoatmojo. Bertugas utk para pemuda dewasa agar semangat dlm militer utk perlawanan rakyat.
6) Jawa Hokokai(Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa): 1 Maret 1944, org resmi pemerintah yg dipimp. Guneiseikan (Kepala Pemerintahan Militer dijabat kepala staf tentara). Tugasnya: menggerakkan rakyat utk mengumpulkan pajak, upeti, dan hasil pertanian rakyat.
7) PETA (Pembela Tanah Air): 3 Oktober 1944. Di Sumatera disebut Gyugun bertugas mempertahankan tanah air Indonesia. tokohnya: Jend. Sudirman, Gatot Soebroto, Jend. Ahmad Yani, Supriyadi.
d. Bidang Sosial Budaya
Media massa diawasi ketat.
Ø Pertumbuhan Bhs. Indonesia tdk dpt dibendung krn lenyapnya Bhs. Belanda.
E. Bentuk-bentuk Perlawanan Rakyat dan Pergerakan Kebangsaan Melalui MIAI, Gerakan Bawah Tanah, Perjuangan Bersenjata
1. Perjuangan Melalui Organisasi Bikinan Jepang
a. Memanfaatkan Gerakan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat)
Ø Pemimpinnya Empat Serangkai: Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur.
Ø Tujuan Jepang bentuk PUTERA adlh agar kaum nasionalis & intelektual menyumbangkan tenaga & pikiran utk Jepang.
Ø PUTERA justru membela rakyat, mental dan semangat nasionalisme, cinta tanah air, anti kolonialisme, & imperialisme.
Ø April 1944 dibubarkan Jepang.
b. Memanfaatkan Barisan Pelopor (Syuisyintai)
Bagian dari Jawa Hokokai, dipimp. Ir Soekarno.
Ø Sbg penyalur aspirasi nasionalisme dan perkuat pertahanan pemuda.
c. Memanfaatkan Chuo Sang In (Badan Penasihat Pusat)
Ø Dibentuk 5 Sept 1943. Ketuanya Ir. Soekarno (23 Jepang & 20 Indonesia).
Ø Bertugas memberi nasihat atau pertimbangan kpd Seiko Sikhikan (pemimpin tertinggi militer Jepang di indonesia).
2. Perjuangan Melalui Organisasi Islam Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI)
ü Berdiri 21 Sept 1937 di Surabaya oleh K.H. Mas Mansyur.
ü Okt 1943 dibubarkan Jepang krn kurang memuaskan pihak Jepang & diganti oleh MASYUMI (Majelis Syuro Muslimin Indonesia)disahkan Gunseikan pada 22 Nov 1943.
3. Perjuangan Melalui Gerakan Bawah Tanah
a. Gerakan Kelompok Sutan Syahrir
Ø Pendukung demokrasi parlementer model Eropa Barat & menentang Jepang krn merupakan negara fasis.
Ø Pengikutnya para pelajar Jakarta-Surabaya-Cirebon-Garut-Semarang.
b. Gerakan Kelompok Amir Syarifuddin
Kelompok ini anti fasis dan menolak kerja sama dgn Jepang.
c. Golongan Persatuan Mahasiswa
Ø Beranggotakan mahasiswa Sekolah Kedokteran di Jl. Prapatan 10 & BAPERPI (Badan Permusyawaratan Pelajar-Pelajar Indonesia)di Cikini Raya 71. Tokohnya Supeno (ketua) dan Burhanuddin Harahap.
d. Kelompok Sukarni
Sangat berperan di proklamasi kemerdekaan.
Tokohnya Adam Malik, Pandu Kartawiguna, Chaerul Saleh, & Maruto Nitimiharjo.
e. Kelompok Pemuda Menteng 31
Ø Beranggotakan kelompok Sukarni, ditambah Chaerul Saleh, A.M. Hanafi, Khalid, Rasjidi, & Djamhari.
Ø Bermarkas di Asrama Gedung Menteng 31 Jakarta, tempat menggerakkan semangat nasionalisme.
f. Golongan Kaigun
Bekerja pada AL Jepang.
Kelompok ini mendirikan asrama Indonesia Merdeka di Jl. Bungur Besar No. 56 Jakarta atas usul Laks.Muda Maeda pada Oktober 1944.
Pengurusnya Mr. Ahmad Soebardjo (Ketua) dibantu Wikana.
Gerakan-gerakan di atas melakukan kegiatan a.l. sbb:
a) Berkomunikasi dlm semangat nasionalisme.
b) Menyiapkan kekuatan utk kemerdekaan.
c) Mempropagandakan kemerdekaan.
d) Memantau Perang Pasifik.
4. Perjuangan Melalui Perlawanan Bersenjata
a. Perlawanan Bersenjata yang Dilakukan Rakyat
1) Cot Pleing: 10 Nov 1942 dipimp. Tengku Abd. Jalil.
2) Pontianak: 16 Okt 1943 Tokohnya Utin Patimah (Dayak).
3) Sukamanah, Singaparna, Jabar: 25 Feb 1944 dipimp. KH Zainal Mustapha krn tdk setuju dgn “Seikeirei”.
4) Cidempet, Lohbener, Indramayu: 30 Juli 1944 dipimp. H. Madriyas dkk.
5) Irian Jaya: Biak (1944) dipimp. L. Rumkoren, di Yapen Selatan dipimp. Nimrod & S. Papare, di Tanah Besar dipimp. Simson.
b. Perlawanan Bersenjata yang Dilakukan PETA
1) Blitar (29 Feb 1945): dipimp. Syodanco Supriyadi, Syodanco Muradi, & Dr. Ismail.
2) Meureudu, Aceh (Nov 1944): dipimp. Perwira Gyugun T. Hamid.
3) Gumilir, Cilacap (April 1945): dipimp. Bundanco (pemimpin regu) Kusaeri dkk.
PERANG DUNIA II
A. PERANG DUNIA II (SEBAB-JALANNYA-AKIBAT)
1. LATAR BELAKANG PD II
a) Sebab-sebab Umum :
1) Kegagalan LBB menciptakan perdamaian dunia, dikarenakan:
LBB menjadi alat politik negara besar untuk mencari keuntungan.
Negara-negara besar berbuat semaunya dengan menyerang negara lain.
AS tidak ikut sehingga tidak efektif.
Keanggotaan LBB yang sifatnya sukarela.
2) Negara-negara maju berlomba memperkuat militer dan persenjataannya.
3) Adanya Politik Aliansi (mencari kawan persekutuan), sehingga muncul dua blok besar, yaitu:
Blok Fasis : Jerman, Italia, dan Jepang
Blok Sekutu, terdiri atas:
ü Blok Demokrasi : Perancis, Inggris, AS, dan Belanda
ü Blok Komunis : Rusia, Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia, Rumania, dan Cekoslovakia.
4) Adanya pertentangan akibat ekspansi :
ü Jerman dengan “Lebensraum”nya (Jerman Raya).
ü Italia dengan “Italia Irredenta”nya (Italia Raya).
ü Jepang dengan “Hakko I Chi u”nya (Berkorban untuk negara).
5) Adanya Politik Balas Dendam (“Revanche Idea”) Jerman thd Perancis.
6) Berkembangnya paham nasionalisme yang sempit.
7) Timbulnya imperialisme baru (Politik Ekonomi).
b) Sebab-sebab Khusus :
1) Penyerbuan Jerman di Kota Danzig (Polandia) 1 Sept 1939.
2) Penyerbuan Jepang terhadap Cina 1939
3) Penyerbuan Jepang terhadap Pearl Harbour, Hawaii 7 Des 1941.
2. JALANNYA PD II & PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT
a) Medan Eropa
1 Sept 1939 : Jerman menyerang Polandia. Inggris & Perancis menyatakan perang thd Jerman.
9 Apr 1940 : Jerman menyerang Denmark & Norwegia.
Mei 1940 : Jerman mneduduki Belanda.
10 Juni 1940: Italia menyatakan perang thd Perancis & Inggris.
Juni 1940 : Jerman menduduki Perancis.
27 Sept 1940:Jerman, Italia, dan Jepang bersatu dalam Perjanjian Tiga Negara.
22 Juni 1941: Jerman (dibantu Finlandia & Rumania) menyerbu Rusia.
b) Medan Afrika
Inggris memukul mundur Italia di Afrika Utara.
23 Okt 1942 : Sekutu menyerang Blok Sentral di Mesir.
19 Nov 1942 : Jerman kalah melawan Rusia di Stalingrad
7 Mei 1945 : Jerman menyerah kpd sekutu di Reims, Perancis.
c) Medan Asia Pasifik (Perang Asia Timur Raya)
7 Des 1941 : Jepang menyerang Pearl Harbour, Hawaii, setelah itu menyerang beberapa Negara dikawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Sistem Katak Loncat- pimp. Jend. Douglas Mc Arthur & Laks. Chester Nimitz membalas serangan Jepang.
7 Mei 1942 : Jepang kalah di Laut Karang dan Midway (Titik Balik pertama).
22 Okt 1944 : AS merebut Filipina dari Jepang.
17 Mar 1945 : AS merebut Iwo Jima-Jepang.
21 Juni 1945 : AS merebut Okinawa-Jepang.
30 Apr 1945 : Inggris (pimp. Lord Louis Mauntbatten) menyerbu Birma dari Jepang.
6 Agust 1945 : AS menjatuhkan Bom Atom di Hiroshima.
9 Agust 1945 : AS menjatuhkan Bom Atom di Nagasaki.
14 Agust 1945 : Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu.
2 Sept 1945 : Jepang menyerah (secara resmi) di Kapal Missouri, Teluk Tokyo.
3. AKIBAT PD II
Timbullah Perjanjian-perjanjian, antara lain:
Konferensi Postdam (2 Agust 1945)=> Sekutu-Jerman
Isinya:
Jerman dibagi menjadi 4 daerah pendudukan.
Danzig dikembalikan ke Polandia.
Tentara Jerman & peralatan militernya dikurangi (Demiliterisasi).
Penjahat perang (NAZI) harus dihukum.
Jerman bayar kerugian perang kpd sekutu.
Perdamaian Paris(Feb 1947)=> Sekutu-Italia
Afrika Utara diserahkan ke Inggris.
Wilayah kekuasaan Italia diperkecil.
Italia diharuskan membayar kerugian perang.
Albania merdeka.
Perjanjian San Fransisco(8 September 1951)=> Sekutu-Jepang
Kep.Jepang diawasi AS.
Kep.Kurile & Sakhalin Selatan diberikan pd Rusia. Sedangkan Manchuria & Taiwan kpd Tiongkok.
Penjahat perang dihukum.
Jepang bayar kerugian perang kpd sekutu.
Akibat PD II berdampak di empat bidang. Yaitu:
a) Bidang Politik
AS & Rusia (Uni Sovyet) menjadi 2 Negara Adikuasa.
Perang Dingin Blok Barat (AS)- Timur (Uni Sovyet).
Nasionalisme Asia berkobar & timbul Negara merdeka.
Muncul Politik Aliansi (mencari kawan)=> contoh: NATO
Muncul politik pecah belah negara. Contoh: Jerman, Korea,Indo China & India.
b) Bidang Ekonomi
Banyak negara yang perekonomiannya hancur.
AS menjadi kreditur dunia.
Muncul Program AS utk membendung komunisme & menanamkan pengaruh AS di Eropa & seluruh dunia seperti: Marshall Plan (1947).
c) Bidang Sosial
PBB membentuk UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation Administration)
Tugasnya antara lain:
Memberi makan orang terlantar.
Mendirikan RS.
Mengurus pengungsi.
Membenahi tanah yang rusak.
d) Bidang Kerohanian
Timbulnya kebutuhan rasa aman dan perdamaian dunia.
Lahirnya PBB atau UNO (United Nations Organization) 24 Okt 1945.
B. Perang Dunia II di Asia Pasifik
ü PD II di Asia Pasifik dimulai sejak Jepang menyerang pangkalan militer AS di Pearl Harbour, Hawaii pada 7 Des 1941.
ü Di Bulan Desember 1941 Jepang juga telah menguasai sebagian pulau-pulau di Filipina dan Myanmar.
ü 15 Jan 1942 Sekutu membentuk ABDACOM (American, British, Dutch Australia, Command) di Lembang Pimp. Sir Archibald Wavell (Inggris).
ü Sekutu juga membentuk Front ABCD (American, British, China, Dutch).
ü 24 Jan1942 Jepang menduduki Tarakan, Balikpapan, dan Kendari.
ü Kemudian Jepang selanjutnya menguasai Samarinda, Banjarmasin, Ambon, Palembang.
ü 1 Maret 1942 Jepang mendarat di Teluk Banten, Eretan Wetan (Jabar) dan di Kragan (Jateng).
ü 5 Maret 1942 Batavia jatuh ke Jepang disusul dgn didudukinya Buitenzorg (Bogor).
ü 8 Maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat kpd Jepang di Kalijati, Subang (Jabar). Penyerahan ditandatangani LetJend. Ter Poorten (Hindia Belanda) dan Jend. Hitosyi Imamura.
PENGARUH KEBIJAKAN PENDUDUKAN JEPANG DAN BENTUK PERLAWANAN RAKYAT DI INDONESIA
D. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang di Indonesia
1.Sistem Pemerintahan Cara Jepang menarik simpati:
“Jepang Saudara Tua” bangsa Indonesia.
Bhs. Indonesia sbg bahasa resmi selain Bhs. Jepang.
Gerakan 3A (dipimp. Mr Syamsuddin), yang berarti Cahaya, Pelindung, Pemimpin Asia, sekaligus para tokoh nasional diangkat sbg pimp. PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat).
MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia) tetap dizinkan berdiri.
Bendera Merah Putih boleh berkibar dan Lagu Indonesia Raya boleh berkumandang.
Wajib menyerahkan besi tua utk alat perang.
Seluruh peninggalan Belanda disita.
Sistem hukum berubah scr mendasar dgn diberlakukannya pemerintahan militer sementara dan jabatan Gubernur Jenderal dihapus.
Mulai 5 Agust 1942 berlaku pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia.
Pemerintah daerah di Jawa terdiri dari:
Syu (Karesidenan dipimp. Syucho)
Si (Kotamadya dipimp. Sicho)
Ken (Kabupaten dipimp. Kencho)
Gun (Kawedanan dipimp. Guncho)
Son (Kecamatan dipimp. Soncho)
Ku (Desa/Kelurahan dipimp. Kuncho)
Berlakunya penyerahan padi scr paksa berakibat: bencana kelaparan, peningkatan angka kematian, penurunan tingkat kesehatan, keadaan sosial memburuk.
Pemberlakuan Romusha = tenaga kerja paksa utk membangun objek-objek vital.
2. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang
Bidang Politik
Kegiatan politik dilarang keras, kecuali thd Islam Nasionalis.
MIAI yg didirikan K.H. Mas Mansyur (Surabaya 1937) tetap berjalan.
Tidak efektinya Gerakan 3A shg dibubarkan Des 1942.
b. Bidang Ekonomi
Kebijakan ekonomi diprioritaskan utk perang (Pola ekonomi Perang).
Jawa dibagi dalam 17 Autarki (berdiri di atas kaki sendiri).
Sumatera dibagi dalam 3 Autarki dan 3 Minseifu (diperintah AL Jepang).
SDA Indonesia dimanfaatkan utk biaya perang dgn cara-cara:
1) Petani wajib setor hasil panen.
2) Hutan ditebang utk industri perang.
3) Perkebunan yg tdk terkait perang dimusnahkan.
4) Ternak dipotong utk konsumsi tentara Jepang.
Pengerahan Romusha dgn bujukan ataupun paksaan.
Panitia pengerah Romusha disebut Romukyokai.
Kerja bakti sukarela pamong praja dan pegawai rendahan disebut Kinrohoshi.
Utk mengawasi penduduk agar gerakan jepang terlaksana dibentuk Tonarigumi (RT) di desa-desa.
c. Bidang Militer
1) Seinendan (Barisan Pemuda): semi militer, tenaga cadangan utk Jepang.
2) Keibodan (Barisan Pembantu Polisi): semi militer, di sumatera disebut Bogodan, di kalimantan di sebut Borneo Konen Hokukudan.
3) Fujinkai (Barisan Wanita): mengumpulkan dana wajib berupa perhiasan, ternak, dan bahan makanan utk perang.
4) Heiho (Pembantu Prajurit Jepang): militer resmi, sbg pemindah peluru & senjata, sekaligus pemeliharanya.
5) Syuisyintai (Barisan Pelopor): 25 Sept 1944 dipimp. Ir. Soekarno dibantu Otto Iskandardinata, R.P. Suroso, & drs. Buntaran Martoatmojo. Bertugas utk para pemuda dewasa agar semangat dlm militer utk perlawanan rakyat.
6) Jawa Hokokai(Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa): 1 Maret 1944, org resmi pemerintah yg dipimp. Guneiseikan (Kepala Pemerintahan Militer dijabat kepala staf tentara). Tugasnya: menggerakkan rakyat utk mengumpulkan pajak, upeti, dan hasil pertanian rakyat.
7) PETA (Pembela Tanah Air): 3 Oktober 1944. Di Sumatera disebut Gyugun bertugas mempertahankan tanah air Indonesia. tokohnya: Jend. Sudirman, Gatot Soebroto, Jend. Ahmad Yani, Supriyadi.
d. Bidang Sosial Budaya
Media massa diawasi ketat.
Ø Pertumbuhan Bhs. Indonesia tdk dpt dibendung krn lenyapnya Bhs. Belanda.
E. Bentuk-bentuk Perlawanan Rakyat dan Pergerakan Kebangsaan Melalui MIAI, Gerakan Bawah Tanah, Perjuangan Bersenjata
1. Perjuangan Melalui Organisasi Bikinan Jepang
a. Memanfaatkan Gerakan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat)
Ø Pemimpinnya Empat Serangkai: Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur.
Ø Tujuan Jepang bentuk PUTERA adlh agar kaum nasionalis & intelektual menyumbangkan tenaga & pikiran utk Jepang.
Ø PUTERA justru membela rakyat, mental dan semangat nasionalisme, cinta tanah air, anti kolonialisme, & imperialisme.
Ø April 1944 dibubarkan Jepang.
b. Memanfaatkan Barisan Pelopor (Syuisyintai)
Bagian dari Jawa Hokokai, dipimp. Ir Soekarno.
Ø Sbg penyalur aspirasi nasionalisme dan perkuat pertahanan pemuda.
c. Memanfaatkan Chuo Sang In (Badan Penasihat Pusat)
Ø Dibentuk 5 Sept 1943. Ketuanya Ir. Soekarno (23 Jepang & 20 Indonesia).
Ø Bertugas memberi nasihat atau pertimbangan kpd Seiko Sikhikan (pemimpin tertinggi militer Jepang di indonesia).
2. Perjuangan Melalui Organisasi Islam Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI)
ü Berdiri 21 Sept 1937 di Surabaya oleh K.H. Mas Mansyur.
ü Okt 1943 dibubarkan Jepang krn kurang memuaskan pihak Jepang & diganti oleh MASYUMI (Majelis Syuro Muslimin Indonesia)disahkan Gunseikan pada 22 Nov 1943.
3. Perjuangan Melalui Gerakan Bawah Tanah
a. Gerakan Kelompok Sutan Syahrir
Ø Pendukung demokrasi parlementer model Eropa Barat & menentang Jepang krn merupakan negara fasis.
Ø Pengikutnya para pelajar Jakarta-Surabaya-Cirebon-Garut-Semarang.
b. Gerakan Kelompok Amir Syarifuddin
Kelompok ini anti fasis dan menolak kerja sama dgn Jepang.
c. Golongan Persatuan Mahasiswa
Ø Beranggotakan mahasiswa Sekolah Kedokteran di Jl. Prapatan 10 & BAPERPI (Badan Permusyawaratan Pelajar-Pelajar Indonesia)di Cikini Raya 71. Tokohnya Supeno (ketua) dan Burhanuddin Harahap.
d. Kelompok Sukarni
Sangat berperan di proklamasi kemerdekaan.
Tokohnya Adam Malik, Pandu Kartawiguna, Chaerul Saleh, & Maruto Nitimiharjo.
e. Kelompok Pemuda Menteng 31
Ø Beranggotakan kelompok Sukarni, ditambah Chaerul Saleh, A.M. Hanafi, Khalid, Rasjidi, & Djamhari.
Ø Bermarkas di Asrama Gedung Menteng 31 Jakarta, tempat menggerakkan semangat nasionalisme.
f. Golongan Kaigun
Bekerja pada AL Jepang.
Kelompok ini mendirikan asrama Indonesia Merdeka di Jl. Bungur Besar No. 56 Jakarta atas usul Laks.Muda Maeda pada Oktober 1944.
Pengurusnya Mr. Ahmad Soebardjo (Ketua) dibantu Wikana.
Gerakan-gerakan di atas melakukan kegiatan a.l. sbb:
a) Berkomunikasi dlm semangat nasionalisme.
b) Menyiapkan kekuatan utk kemerdekaan.
c) Mempropagandakan kemerdekaan.
d) Memantau Perang Pasifik.
4. Perjuangan Melalui Perlawanan Bersenjata
a. Perlawanan Bersenjata yang Dilakukan Rakyat
1) Cot Pleing: 10 Nov 1942 dipimp. Tengku Abd. Jalil.
2) Pontianak: 16 Okt 1943 Tokohnya Utin Patimah (Dayak).
3) Sukamanah, Singaparna, Jabar: 25 Feb 1944 dipimp. KH Zainal Mustapha krn tdk setuju dgn “Seikeirei”.
4) Cidempet, Lohbener, Indramayu: 30 Juli 1944 dipimp. H. Madriyas dkk.
5) Irian Jaya: Biak (1944) dipimp. L. Rumkoren, di Yapen Selatan dipimp. Nimrod & S. Papare, di Tanah Besar dipimp. Simson.
b. Perlawanan Bersenjata yang Dilakukan PETA
1) Blitar (29 Feb 1945): dipimp. Syodanco Supriyadi, Syodanco Muradi, & Dr. Ismail.
2) Meureudu, Aceh (Nov 1944): dipimp. Perwira Gyugun T. Hamid.
3) Gumilir, Cilacap (April 1945): dipimp. Bundanco (pemimpin regu) Kusaeri dkk.
3.
(Upaya Mempertahankan Kemerdekaan RI)
A. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Konflik antara Indonesia dengan Belanda
1. Kedatangan Tentara Sekutu Diboncengi oleh NICA
14 September 1945: Mayor Greenhalgh tiba di Jakarta untuk mempelajari dan melaporkan keadaan Indonesia menjelang pendaratan sekutu.
29 September 1945: sekutu mendarat di Indonesia dan melucuti tentara Jepang dan dilaksanakan oleh SEAC pimpinan Lord Louis Mountbatten yang membentuk komando khusus AFNEI pimpinan Sir Phillip Christison yang memiliki 5 tugas yaitu terima kekuasaan dari Jepang, bebaskan tawanan perang, memulangkan Jepang, menegakkan damai, menuntut penjahat perang.
AFNEI di Sumatera & Jawa.
Sekutu ternyata membawa NICA atau pegawai sipil Belanda.
2. Kedatangan Belanda (NICA) Berupaya untuk Menegakkan Kembali Kekuasaannya di Indonesia
NICA mempersenjatai KNIL (tentara kerajaan Belanda), memprovokasi memancing kerusuhan.
1 Okt 1945 Christison mengakui Pemerintahan RI secara de facto untuk kelancaran tugasnya.
Nyatanya sekutu sering membuat huru hara sehingga Bangsa Indonesia melawan melalui cara Diplomasi dan Senjata.
B. Peran Dunia Internasional dalam Penyelesaian Konflik Indonesia-Belanda
1. Peranan Perserikatan Bangsa-Bangsa
25 Maret 1947 Persetujuan Linggajati, namun dilanggar Belanda dengan Agresi Militer I pada 21 Juli 1947.
31 Juli 1947 India & Australia ajukan masalah RI-Bld ke DK-PBB.
1 Agust 1947 Resolusi DK-PBB keluar untuk hentikan tembak menembak dan diselesaikan scr damai melalui Arbitrase.
25 Agust 1947 DK-PBB menerima usul AS membentuk Komisi Jasa-jasa Baik yg dikenal KTN beranggotakan: Australia, Belgia, AS.
8 Desember 1947 Perundingan Renville di Teluk Jakarta yg berakibat wilayah RI makin sempit.
2. Peranan Konferensi Asia dan Resolusi Dewan Keamanan PBB
19 Des 1948 Agresi Militer II, sehingga PM India & Burma usul Konferensi.
20-23 Jan 1949 Konferensi Asia, RI a.l diwakili: Mr. AA Maramis & Dr. Soemitro Djojohadikusumo.
Konferensi Asia hasilkan 4 Resolusi a.l: Pemerintahan RI kembali ke Yogya, bentuk ad interim sebelum 15 Maret 1949, tarik tentara Belanda, serahkan kedaulatan ke NIS paling lambat 1 Januari 1950.
28 Jan 1949 DK-PBB keluarkan resolusi: desak Bld hentikan opreasi militer & hentikan gerilya RI, desak Bld bebaskan tawanan politik-pemerintahan RI ke Yogya.
Anjurkan perundingan lagi RI-Bld, buat Dewan Pembuat UUD NIS paling lambat 1 Juli 1949.
KTN diubah menjadi UNCI untuk melancarkan perundingan, urus pengembalian pemerintahan RI.
C. Pengaruh Konflik Indonesia-Belanda terhadap Keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia
1. Keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Pada waktu Agresi Militer Belanda Pertama
Politik: Bld Kepung Ibukota RI & hapus RI dari Peta.
Ekonomi: Bld kuasai JABAR-JATIM sbg pnghasil beras, Sumatera pnghasil bahan ekspor.
Militer; Penghancuran TNI.
Namun, penghancuran TNI sulit krn TNI ber-gerilya.
18 Nov 1946 Liga Arab mengakui kemerdekaan RI.
2. Keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Pada waktu Agresi Militer Belanda Kedua
Saat Agresi Militer Belanda II, para pimpinan RI ditawan & Yogyakarta jatuh.
19 Des 1948 Syafrudin Prawiranegara (Menteri Kemakmuran) berhasil dirikan PDRI di Bukitinggi, Sumatera.
Rakyat & TNI di pimpin Jend. Soedirman melakukan siasat perang gerilya di sekitar JATENG s. d JATIM (Yogyakarta, Surakarta, Madiun, Kediri).
Resolusi DK-PBB tidak dipatuhi Bld, RI lakukan Serangan Umum 1 Maret 1949 dgn memukul mundur Bld dari Yogyakarta selama 6 jam yang membuktikan RI masih ada & TNI masih kuat.
D. Aktivitas Diplomasi Indonesia di Dunia Internasional untuk Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
a. Perundingan Awal hingga Hooge Velowe
ü Perundingan awal, 10 Februari 1942, Dr. H.J Van Mook (Belanda) : Indonesia akan dijadikan Negara Commonwealth & masalah dalam negeri diurus Indonesia, tapi urusan luar negeri diurus pemerintah Belanda.
ü RI punya usulan balasan, 12 Maret 1946 yang salah satunya berbunyi : RI harus diakui sbg negara berdaulat penuh atas wilayah bekas Hindia Belanda.
ü Tanggal 14-25 April 1946 terjadi perundingan resmi di Hooge Velowe (Belanda)yang berisi tuntutan RI atas Jawa, Madura, & Sumatera, sedangkan Belanda hanya menyetujui Jawa & Madura. Maka perundingan tsb mengalami kegagalan.
b. Perundingan Linggajati
ü 10 Nov 1946, RI diwakili Sutan Syahrir, Belanda oleh Schermerhorn, & penengah Lord Killearn (Inggris).
ü Isi perundingan :
1). Belanda scr de facto mengakui RI meliputi Sumatera, Jawa, & Madura.
2). RI-Belanda akan bekerja sama membentuk RIS.
3). RIS & Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda (Ketua : Ratu Yuliana).
ü Ternyata perundingan tsb ditafsirkan berbeda oleh kedua pihak sehingga terjadi : Agresi Belanda I 20 juli 1947.
ü 1-8-47 DK-PBB memerintahkan penghentian tembak menembak, akhirnya 4-8-47 agresi berakhir namun Belanda masih memiliki Garis van Mook (Batas terakhir wilayah yg dikuasai).
Perundingan Renville (Kapal Pengangkut Pasukan AS)
ü Sejak 8 Des 1947 dgn dihadiri KTN (komisi Tiga Negara): Australia, Belgia & AS.
ü Wakil RI = Amir Syarifuddin; Wakil Belanda : R.Abdulkadir Wijoyoatmodjo.
ü Hasil perundingan a.l :
1). Penghentian tembak-menembak.
2). Di Garis van Mook harus dikosongkan pasukan RI.
3). Belanda bebas membentuk Negara federal melalui Plebisit (Jajak Pendapat).
ü Scr umum hasil tsb sangat merugikan RI.
ü 18 Des 1948 Belanda merasa tdk terikat Renville lagi, shg besoknya melakukan Agresi Militer II dgn menyerbu & menduduki Yogyakarta.
ü Pada saat itu, para tokoh nasional : Soekarno, M.Hatta, Sutan Syahrir, Agus Salim, & AK.Pringodigdo diasingkan Belanda ke tempat yang berbeda agar terisolasi serta tak bisa saling kontak.
ü Perlawanan d luar kota dipimpin Jend.Soedirman.
ü Pada saat itu ada peristiwa terkenal Serangan Umum Satu Maret 1949 yang berhasil menguasai Yogyakarta selama 6 jam dipimpin Letkol. Soeharto utk menunjukkan bhw TNI masih ada, keberhasilan tsb didukung karena bantuan Sultan Hamengkubuwono IX.
d. Perundingan Roem Royen
ü PBB membentuk UNCI (United Nations Comisssion for Indonesia) atau Komisi utk Indonesia (Diketuai : Merle Cochran-AS) yg bertujuan mempertemukan Indonesia (Diwakili : Muh.Roem) & Belanda (diwakili : Dr.van Royen) dimulai 17 April 1949.
ü Pada 7 Mei 1949 tercapai persetujuan dgn nama : Roem-Royen Statements .

ü Merupakan puncak perjuangan Bangsa Indonesia dlm mempertahankan kedaulatan yang terus diusik Belanda.
ü KMB berlangsung di Den Haag pada 23 Agustus 1949.
ü Setelah berlarut-larut tercapai persetujuan a.l :
1). Belanda mengakui RIS sbg Negara berdaulat & merdeka.
2). Masalah Irian Barat akan diselesaikan dlm satu tahun setelah pengakuan kedaulatan.
ü RI diwakili : Moh.Hatta, Belanda : J.H. Van Maarseveen, & UNCI : Merle Cochran.
ü Berdasarkan KMB pada 27 Desember 1949, Ratu Yuliana menandatangani Piagam Pengakuan Kedaulatan di Amsterdam.
ü Sejak itulah kedaulatan Indonesia telah diakui secara sah.
E. Perjuangan Rakyat dan Pemerintah di Berbagai Daerah dalam Usaha Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
1. Pertempuran Surabaya
ü Pada awal November 1945 Brigjend Mallaby tewas, lalu pimpinan AFNEI Mayjen R.C. Mansergh pada 9 Nov 945 mengultimatum rakyat Surabaya untuk menyerah tanpa syarat tapi tidak berhasil, justru terjadi pertempuran besar pada 10 Nov 1945 di Surabaya, tokoh penyemangat yang terkenal saat itu adalah Bung Tomo.
2.Pertempuran Ambarawa

ü Pada 21 Oktober 1945 tentara sekutu berusaha membebaskan Belanda yg ditawan, namun mendapat perlawanan TKR & pejuang Indonesia lainnya shg dikenal dgn Pertempuran Ambarawa yg dipimpin Kol.Isdiman & para pejuang lainnya shg dibuatlah Monumen Palagan Ambarawa.
3. Pertempuran Medan Area & Sekitarnya

F. Kronologi Berbagai Peristiwa Penting Baik di Tingkat Pusat Maupun Daerah dalam Usaha Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
1. Bandung Lautan Api

ü Sekutu ultimatum agar Bandung Utara dikosongkan TRI paling lambat 29 November 1945.
ü 23 Maret 1946 Sekutu ultimatum lagi agar Bandung dikosongkan TRI, namun, TRI membumihanguskan Bandung Selatan sebelum meninggalkan Kota Bandung. Peristiwa itulah yang dikenal Bandung Lautan Api.
2. Puputan Margarana
ü Pada 16 Mei 1946 Kapten J.B.T. Koning meminta berunding dgn I Gusti Ngurah Rai namun ditolak.
ü Pada 20 Nov 1946 di Desa Marga, Tabanan terjadi pertempuran habis-habisan (puputan) & I Gusti Ngurah Rai serta pasukannya gugur.
3. Peristiwa Westerling di Makasar
ü Gubernur SulSel Dr. GSSJ Ratulangi Pusat Pemuda Nasional Indonesia (PPNI).
ü Untuk menggerakkan perjuangan dibentuk LAKRIS (Laskar Pemberontak Indonesia Sulawesi) salah satu tokohnya Sekjend Robert Wolter Monginsidi.
ü Desember 1946 Raymond Westerling (Belanda) tiba di SulSel untuk “membersihkan” SulSel dari pejuang Republik dan menumpas penentang pembentukan Negara Indonesia Timur.
4. Serangan Umum 1 Maret 1949

ü Atas persetujuan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, maka Letkol Soeharto memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949 yang berhasil menguasai Yogyakarta selama 6 jam yang kabarnya tersiar hingga ke India & New York, AS.
ü Arti pentingnya:
Ke dalam: Meningkatkan semangat pejuang RI, mendukung diplomasi,
Ke Luar: Menunjukkan kpd Internasional bhw TNI punya kekuatan, mematahkan moral Belanda.
G. Faktor-Faktor yang Memaksa Belanda Keluar dari Indonesia
1. Dari Dalam:
Belanda sadar militernya tak cukup kuat tundukkan RI.
Perang, rugikan perkebunan dan pabrik Belanda.
Belanda tdk dpt dukungan politik dari dalam negeri Indonesia.
Pejuang RI tetap bergerilya & serangan umum.
2. Dari Luar:
AS ancam hentikan bantuan pembangunan pada Belanda.
4.


(Pasca Pengakuan Kedaulatan RI )
PROSES KEMBALI KE NKRI
PEMILU I 1955 DI TINGKAT PUSAT & DAERAH
DEKRIT PRESIDEN & PENGARUHNYA
DAMPAK HUBUNGAN PUSAT-DAERAH TERHADAP KEHIDUPAN POLITIK NASIONAL & DAERAH SAMPAI AWAL TAHUN 1960-AN
A. PROSES KEMBALI KE NKRI
ü Dalam KMB dinyatakan bahwa RIS terdiri dari 7 (Tujuh) negara bagian dan 9 (Sembilan) daerah otonom.
ü Pembentukan negara federal RIS tetap dipandang sbg hasil politik kolonial Belanda untuk memecah belah persatuan bangsa Indonesia.
ü Presiden Soekarno menyampaikan naskah Piagam Pernyataan terbentuknya NKRI dlm sidang gabungan DPR & Senat RIS pada 15 Agustus 1950. Perubahan ini berlaku sejak 17 Agustus 1950, ketika RIS menjadi NKRI.
ü Berdasarkan UUDS 1950 NKRI menganut sistem demokrasi liberal, shg secara konkret RI menganut sistem kabinet parlementer.
ü Jadi, Presiden hanya berfungsi sbg Kepala Negara, sedangkan fungsi Kepala Pemerintahan dipegang oleh Perdana Menteri.
ü Para menteri & perdana menteri bertanggung jawab kepada parlemen (DPR).
ü Dalam pemerintahan liberal juga berlaku sistem multi partai.
1. Jatuh Bangun Pemerintahan Masa Demokrasi Liberal
a. Kabinet Natsir (6 Sept 1950- 2 Mar 1951)
ü Merupakan Kabinet Koalisi (Gabungan) tapi mayoritas dari Masyumi.
ü Kabinet ini gagal mengembalikan Irian Barat ke NKRI shg masyarakat sipil & militer pesimis.
b. Kabinet Sukiman (26 Apr 1951- Feb 1952)
ü Salah satu yg menonjol adlh Nasionalisasi de Javasche Bank pada 28 Mei 1951.
ü Kebijakan politik luar negeri saat itu condong ke AS shg RI mendapat bantuan di bidang ekonomi & militer.
ü Namun kurang mendapat kepercayaan masy, apalagi juga gagal menangani Irian Barat.
c. Kabinet Wilopo (30 Mar 1952- 2 Juni 1953)
ü Wilopo (dari PNI) sbg Perdana Menteri (PM), sdgkan Prawoto Mangkusasmito (dari Masyumi)sbg Wakil PM.
ü Kedua partai tsb kurang harmonis, krn saling curiga, shg PNI mencari sekutu lain yaitu PKI & sejak 1953 juga menggandeng NU.
ü Program Kerja cabinet Wilopo : memilih anggota konstituante, DPR, DPRD, meningkatkan kemakmuran rakyat, membebaskan Irian Barat, serta politik LN yang bebas aktif.
ü Gagal menyelesaikan masalah perkebunan di Sumatera, dikenal Peristiwa Tanjung Morawa.
d. Kabnet Ali I (31 Juli 1953 – 24 Juli 1955)
ü Memiliki keberhasilan, salah satunya : KAA di Bandung (18-24 Apr 1955).
ü Gagal dlm hubungan dgn militer terkait “Peristiwa 17 Oktober 1952” (Demontrasi masyarakat & TNI-AD utk membubarkan DPR yg ikut campur masalah angkatan bersenjata).
e. Kabinet Burhanudin Harahap (12 Agust 1955 – 3 Maret 1956)
ü Burhanuddin H dari Masyumi.
ü Kabinet ini lazim dikenal sebagai “Politik Dagang Sapi” (Partai kecil dapat 2 kursi, padahal biasanya hanya 1 kursi).
ü Berhasil mengadakan Pemilu pertama 1955.
f. Kabinet Ali Sostroamidjojo (24 Maret 1956 – Maret 1957)
ü Merupakan Kabinet Koalisi tiga partai besar (PNI, NU, & Masyumi)
ü Mendapat tentangan dari PSI dan PKI.
ü Bermasalah dengan semangat anti Cina di masyarakat & kekacauan di daerah.
g. Kabinet Djuanda (Maret 1957 – Juli 1959)
ü Merupakan kabinet ekstra parlementer ( bukan dari kalangan parlementer).
ü Disebut juga Kabinet Kerja/Karya.
ü Kabinet terakhir di masa Demokrasi Liberal.
2. Pemilu 1955
ü Pemilu 29 Sept 1955 : memilih anggota DPR.
ü Pemilu 11 Des 1955 : memilih anggota Konstituante (sidang Pembuat UUD).
ü Melahirkan 4 partai besar : PNI, Masyumi, NU, & PKI.
ü Pemilu 1955 tidak mampu menghasilkan pemerintah yang kuat & stabil, krn tidak satupun diantara 4 partai yang mampu menjadi kekuatan mayoritas tunggal.
3. Dekrit Presiden 5 Juli 1959
ü DPR & Dewan Konstituante ternyata tidak mampu memperjuangkan kepentingan rakyat.
ü Dalam situasi krisis, pemerintah perlu menjamin kesatuan nasional, ketertiban kenegaraan , dan pembangunan ekonomi.
ü 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengumumkan Dekrit Presiden yang berisi :
Pembubaran Konstituante.
Berlakunya UUD 1945 (Tidak berlakunya UUDS 1950)
Pembentukan DPAS (Dewan Pertimbangan Agung) & MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara).
B. ORDE LAMA
1. Sentralisasi Kekuasaan
Sistem pemerintahan ketika itu berubah dari kabinet parlementer menjadi presidensial (Presiden sbg Kepala Negara & Kepala Pemerintahan).
Lalu dibentuk MPRS, yg mengakibatkan penyimpangan UUD 1945, a.l. :
1). Presiden mengangkat Ketua MPRS, A.H. Nasution sbg menteri (pembantu presiden), padahal MPRS adalah lembaga tertinggi Negara.
2).DPR hasil pemilu dibubarkan melalui Penetapan Presiden No.3 tahun 1960,
Dgn demikian Sistem Demokrasi Terpimpin berarti pemusatan kekuasaan di tangan Presiden Soekarno.
2. Pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS)
Tugas DPAS : memberi jawaban atas pertanyaan presiden & mengajukan usul kepada pemerintah.
Kongres Pemuda di Bandung (Feb 1960)Presiden menyatakan bahwa intisari Manipol : UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, Kepribadian Indonesia (USDEK).
3. Pembentukan Front Nasional
Adalah Ormas yg dibentuk akhir 1959, bertujuan memperjuangkan cita-cita proklamasi & yang terkandung di UUD 1945.
Sayangnya, ormas ini menjadi alat PKI untuk mencapai tujuan komunis.
4. Politik Mercusuar
Politik yg berpandangan bahwa Indonesia adalah mercusuar yg dapat menerangi jalan bagi NEFOS (New Emerging Forces = kekuatan baru yg muncul sbg negara2 yg anti imperialisme & kolonialisme ) di seluruh dunia.
Proyek Mercusuar : MONAS, Senayan, Jembatan Ampera Palembang, & GANEFO.
5. Komando Dwikora
Isi Dwi Komando Rakyat (3 Mei 1964):
1). Perhebat ketahanan revolusi.
2). Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaysia, Singapura, Sabah, dan Brunei untuk menggagalkan Negara Boneka Malaysia.
6. Keluar dari PBB
7 Januari 1965 Presiden Soekarno mengomandoi keluarnya RI dari PBB krn menolak masuknya Malaysia ke PBB.
Politik konfrontasi tsb menyebabkan RI diisolasi dari masyarakat internasional.
C. PERKEMBANGAN EKONOMI PASCAKEMERDEKAAN
1. Menembus Blokade Ekonomi Belanda
Setelah Agustus RI merdeka, Belanda memblokade ekonomi Indonesia shg sulit bagi RI untuk ber-ekspor & impor. Upaya utk menembusnya a.l. sbb :
Membantu India yang kelaparan dgn mengirim 500.000 ton beras.
Mengadakan hubungan dagang langsung dgn negara lain seperti AS.
Merehabilitasi pabrik-pabrik gula.
Kasimo Plan : anjuran memperbanyak kebun bibit & padi unggul.
2. Sistem Ekonomi Gerakan Benteng
Meningkatkan penghasilan Negara, melalui peninjauan kembali kebijakan moneter.
Menasionalisasi de Javasche bank menjadi Bank Indonesia (BI).
Dengan “Program Benteng” berarti pengusaha pribumi memiliki kesempatan berpartisipasi membangun perekonomian nasional.
3. Nasionalisasi Ekonomi Masyarakat
Prioritas program adalah “Kebijakan Indonesianisasi” (pengusaha pribumi mengubah ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional).
Perusahaan asing wajib melatih & member tanggung jawab kpd tenaga Indonesia utk menduduki jabatan staf.
Mendirikan perusahaan Negara.
Menyediakan kredit.
Memberikan perlindungan dlm persaingan dgn perusahaan asing.
4. 

(Perubahan Sosial Budaya)
A. HAKEKAT PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
Perubahan itu dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan,
Peralatan dan perlengkapan hidup mencakup pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat produksi, dan transportasi.
Mata pencaharian dan sistem ekonomi meliputi pertanian, peternakan, dan sistem produksi.
Sistem kemasyarakatan mencakup sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, dan sistem perkawinan.
Bahasa dahulu disampaikan secara lisan. Sekarang bahasa dapat disampaikan melalui beragam media, seperti tulisan, sandi, dan sebagainya.
Kesenian mencakup seni rupa, seni suara, dan seni tari. .
Sistem pengetahuan berkaitan dengan teknologi.
Religi atau sistem kepercayaan dahulu kala berwujud sistem keyakinan dan gagasan tentang dewa, roh halus, dan sebagainya.
Berikut ini pengertian perubahan sosial yang dikemukakan oleh para ahli sosiologi :
Max Iver mengemukakan bahwa perubahan sosial berarti perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial (dalam buku A Text Book of Sociology).
Kingsley Davis mengemukakan perubahan sosial sebagai perubahanperubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat (dalam buku Human Society).
Selo Sumardjan mengartikan perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat (dalam buku Perubahan Sosial di Yogyakarta).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan struktur dan fungsi sosialnya. Oleh karena itu, perubahan sosial berkaitan erat dengan perubahan kebudayaan dan seringkali perubahan sosial berakibat pada perubahan budaya.
Berikut ini pengertian perubahan sosial budaya dari beberapa tokoh.
Max Weber berpendapat bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan situasi dalam masyarakats ebagai akibat adanya ketidaksesuaian unsur-unsur (dalam buku Sociological Writings).
W. Kornblum berpendapat bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan suatu budaya masyarakat secara bertahap dalam jangka waktu lama (dalam buku Sociology in Changing World).
B. PERBEDAAN & HUBUNGAN PERUBAHAN SOSIAL & BUDAYA
Perubahan sosial dan budaya memiliki satu aspek yang sama, yaitu kedua-keduanya bersangkut paut dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan tentang cara suatu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.
Perbedaan antara perubahan sosial dan budaya dapat dilihat dari arahnya. Perubahan sosial merupakan perubahan dalam segi struktur dan hubungan sosial, sedangkan perubahan budaya merupakan perubahan dalam segi budaya masyarakat. Perubahan sosial terjadi dalam segi distribusi kelompok umur, jenjang pendidikan, dan tingkat kelahiran penduduk. Perubahan budaya meliputi penemuan dan penyebaran masyarakat, perubahan konsep nilai susila dan moralitas, bentuk seni baru dan kesetaraan gender.
Dengan demikian, suatu perubahan dikatakan sebagai perubahan sosial budaya apabila memiliki karakteristik sebagai berikut.
Tidak ada masyarakat yang perkembangannya berhenti karena setiap masyarakat mengalami perubahan secara cepat ataupun lambat.
Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan akan diikuti perubahan pada lembaga sosial yang ada.
Perubahan yang berlangsung cepat biasanya akan mengakibatkan kekacauan sementara karena orang akan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.
Perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau spiritual saja karena keduanya saling berkaitan.
C. BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL & BUDAYA
1. Perubahan Evolusi dan Revolusi
Perubahan evolusi dan revolusi adalah sebagai berikut.
Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses yang lambat dan dalam waktu yang cukup lama tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan.
Perubahan revolusi adalah perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau direncanakan sebelumnya. Perubahan ini terjadi bisa karena sudah direncanakan sebelumnya atau tidak sama sekali.
2. Perubahan yang Dikehendaki dan Tidak Dikehendaki
Perubahan yang direncanakan adalah perubahan yang terjadi karena adanya perkiraan atau perencanaan oleh pihak-pihak yang menghendaki perubahan tersebut. (agen of change). Misalnya, perubahan yang dilakukan pemerintah melalui perundang-undangan untuk melarang anggota dewan merangkap sebagai pegawai negeri sipil.
Perubahan yang tidak direncanakan adalah perubahan yang berlangsung di luar kehendak dan pengawasan masyarakat. Perubahan ini biasanya menimbulkan pertentangan yang merugikan kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Misalnya, kecenderungan untuk mempersingkat prosesi adat pernikahan yang memerlukan biaya besar dan waktu lama meskipun perubahan ini tidak dikehendaki masyarakat tapi tidak sanggup untuk menghindarinya.
3. Perubahan Kecil dan Besar
Perubahan kecil diartikan perubahan yang terjadi pacta unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Contohnya perubahan model pakaian, rambut, sepatu, dan lain-lain yang tidak berpengaruh signifikan terhadap masyarakat keseluruhan sebab tidak menimbulkan perubahan pada lembaga kemasyarakatan.
Perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang memberi pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Contohnya, pengelolaan pertanian dengan pemakaian alat pertanian dari mesin (traktor) pada masyarakat agraris merupakan perubahan yang membawa pengaruh besar.
D. FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
1. Perubahan dari dalam Masyarakat (Intern)
1. Perubahan Penduduk
2. Pemberontakan atau Revolusi
3. Peranan Nilai yang Diubah
4. Peran Tokoh Kharismatik
5. Penemuan Baru
2. Perubahan dari Luar Masyarakat (Ekstern)
Pengaruh Lingkungan Alam
Kebudayaan Masyarakat Lain
Peperangan
1). Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya
Timbunan Kebudayaan dan Penemuan Baru
Perubahan Jumlah Penduduk
Pertentangan atau Konflik
Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi
Sistem Terbuka Lapisan Masyarakat
Sikap Menghargai Hasil Karya Seseorang dan Ke!ng!nan untuk Maju
Sistem Pendidikan Formal yang Maju
Orientasi ke Masa Depan
i. Akulturasi
Akulturasi merupakan pertemuan dua kebudayaan dari bangsa yang berbeda dan saling memengaruhi. Proses akulturasi berlangsung lama dan terus-menerus. Proses ini berakibat pada perpaduan kebudayaan sehingga pola budaya semua akan berubah.
j. Asimilasi
Asimilasi adalah perpaduan dua kebudayaan yang berbeda secara berangsurangsur berkembang sehingga memunculkan budaya baru.
2). Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya
Faktor penghambat perubahan sosial budaya adalah sebagai berikut.
Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat.
Sikap masyarakat yang sangat tradisional.
Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.
Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam kuat.
Rasa takut dengan adanya kegoyahan pada integrasi kebudayaan.
Hambatan yang bersifat ideologis.
Adat atau kebiasaan.
3). Dampak Perubahan Sosial Budaya
a. Akibat Positif
Perubahan dapat terjadi apabila masyarakat dengan kebudayaan mampu menyesuaikan diri dengan gerak perubahan. Keadaan masyarakat yang memiliki kemampuan dalam menyesuaikan disebut adjusment, sedangkan bentuk penyesuaian masyarakat dengan gerak perubahan disebut integrasi.
b. Akibat Negatif
Akibat negatif terjadi apabila masyarakat dengan kebudayaannya tidak mampu menyesuaikan diri dengan gerak perubahan. Ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan disebut maladjusment. Maladjusment akan menimbulkan disintegrasi.
E. SIKAP KRITIS ADANYA PENGARUH PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
Contoh sikap masyarakat karena adanya perubahan sosial budaya adalah sebagai berikut.
Aksi protes adalah pergolakan massa yang bersifat umum sebagai perwujudan rasa tidak puas terhadap keputusan-keputusan dan kejadian di masyarakat.
Demonstrasi adalah gerakan massa yang bersifat langsung dan terbuka serta dengan lisan ataupun tulisan dalam memperjuangkan kepentingan yang disebabkan oleh adanya penyimpangan sistem, perubahan yang inskontitusional dan tidak efektifnya sistem yang berlaku.
Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan antisosial yang dilakukan oleh anak remaja. Kenakalan remaja muncul dari keluarga yang tidak harmonis karena kurangnya pengawasan dalam keluarga. Bentuk-bentuk kenakalan remaja adalah membolos sekolah, berkelahi, minum-minuman keras, dan mengebut di jalan raya.
Kriminalitas adalah pelanggaran norma hukum yang dilakukan seseorang dan dapat diancam sanksi pidana. Kriminalitas disebabkan oleh pertentangan kebudayaan, perbedaan ideologi politik, perbedaan pendapat dari mental yang tidak stabil.
Pergolakan Daerah adalah gerakan sosial vertikal dan horizontal yang dilakukan secara serentak dengan banyak cara untuk memaksakan kehendak.
Adapun hal-hal yang dapat dilakukan terhadap pengaruh dari luar, antara lain sebagai berikut.
Mengambil pengaruh positif budaya Barat, seperti tepat waktu (disiplin), belajar keras, dan rajin belajar berbagai ilmu pengetahuan.
Membentengi diri dengan ilmu agama.
Mengenal dan mencintai kebudayaan sendiri serta berusaha melestarikannya.
MATERI KEEMPAT :
TIK
Pengenalan internet dan
intranet
pengetian:
INTERNET
Interconnected
Network atau yang lebih popular dengan sebutan Internet yaitu sebuah system
komunikasi global yang menghubungkan komputer dan jaringan-jaringan komputer diseluruh
dunia.
Setiap
komputer dan jaringan terhubung ke jalur utama yang disebut internet backbone
dan dibedakan dengan menggunakan unique name yang biasa disebut alamat IP 32
bit. Komputer yang terhubung secara global dengan menggunakan TCP/IP sebagai
protokol pertukaran paket data (packet switching communication protocol),maka
rangkaian jaringan computer yang besar ,dapat dinamakan Internet.
Internetworking
merupakan kumpulan jaringan local area,juga metropolitan area yang umumnya
terhubung melalui router-router sehingga membentuk jaringan wide area yang
begitu besar.
2. INTRANET
Intranet
merupakan sebuah jaringan internal perusahaa yang dibangun menggunakan
teknologi internet (arsitektur berupa aplikasi web dan menggunakan protokol TCP/IP). A.
Komponen pembentuk intranet yaitu :
1. Aplikasi
browser
2. Komputer
server
3. Perangkat
jaringan
4. Protokol
TCP/IP
5. Bahasa
Pemrograman
6. Komputer
client
7. Perangkat
bantu (development tool).
B. Manfaat intranet
Pemanfaatan intanet dalam
suatu organisasi digunakan untuk :
- Human resource personal
services
- Material and logistic
services,seperti penyediaan ruangan,barang,dsb..
- Information system
services dan lain-lain.
sejarah internet didunia
dan indonesia
Sejarah Internet dimulai
pada 1969 ketika Department Pertahanan Amerika, U.S.Defense Advanced Research
Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana
caranya menghubungkan sejumlah computer sehingga membentuk jaringan organic.
Program riset ini dikenal dengan ARPANET.
- Pada 1970,
sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain.
- Pada 1972, Roy
Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun lalu
untuk ARPANET.
- Pada 1973 ,jaringan
computer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.
- Pada 26 Maret 1976,Ketika
Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals
and Radar Establishment di Malvern.
- Pada 1979, Tom Truscott,Jim
Ellis, dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama
USENET.
- Tahun 1981 Franc4 Telecom
menciptakan gebrakan dangan meluncurkan telepon televise pertama ,dimana orang
bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
- Pada tahun
1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protocol atau
IP,sementara di Eropa muncul jaringan computer tandingan yang dikenal dengan
EUNET.
- Pada tahun
1984 diperkenalkan system nama domain,yang kini kita kenal dengan DNS atau
Domain Name System.
- Pada tahun 1987 jumlah
computer yang tersambung melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.
- Pada tahun 1988,Jarko
Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC (Internet
Relay Chat).
- Pada tahun 1990 Tim
Berners Lee menemukan program yang disebut www atau World Wide Web.
- Pada tahun 1994 ,situs
internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman,dan untuk pertama kalinya
virtual – shopping atau e-retail muncil di Internet.
Sejarah Internet
Indonesia bermula pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan Internet di
Indonesia lebih dikenal dengan Paguyuban Network. Tulisan-tulisan awal mengenai
internet di Indonesia terinspirasi oleh kegiatan amatir radio pada tahun 1986
khususnya di Amatir Radio Club (ARC) ITB. Mereka mulai mendiskusikan
teknik membangun jaringan computer dengan radio menggunakan teknologi radio
paket. Robby Soebiakto merupakan pakar amatir radio khususnya dibidang
komunikasi data packet switching melalui radio yg disebut radio paket. Teknologi
radio paket kemudian diadopsi oleh rekan Robby Soebiakto yang kemudian menjadi
tumpuan Paguyuban Net tahun 1992-1994.
Pada
tahun 1988,melalui surat pribadi,Robby Soebiakto mendorong Onno W. Purbo unetuk
mendalami jaringan Internet berbasis protokol TCP/IP. Robby Soebiakto juga
menjadi coordinator alamat IP pertama dari AMPR-net. Robby Soebiakto juga
merupakan pionir dikalangan pelaku amatir radio Indonesia yang mengaitkan
jaringan amatir bulletin Board System (BBS).Komunikasi natara Onno W.Purbo
dengan rekannya di Indonesia berlanjut hingga awal 1990-an dengan menggunakan
computer PC/XT kompatibel dan walkie talkie 2 meteran,melalui jaringan amatir
radio.
Pada
tahun 1992-1993 ,Muhammad Ihsan bersama dengan Ibu Adrianti menjalin kerja sama
dengan DLR mencoba mengembangkan jaringan computer menggunakan teknologi paket
radio pada band 70 cm dan 2 m.Muhammad Ihsan menjadi motor penggerak di
LAPAN,dia mengoprasikan relai penghubung antara ITB Bandung dengan gateway
internet yang ada di BPPT. Komputer PC 386 digunakan sebagai gateway packet
radio TCP/IP IPTEKNET . Tanggal 7 Juni 1994 Randy Bush melakukan ping ke
IPTEKNET dan melaporkan hasilnya kepada rekannya di NSF Amerika Serikat.
Nama
lain yang tidak kalah berjasa adalah pak Putu. Beliau mengembangkan PUSDATA
DEPRIN. Di masa awal perkembangan BBS,Pak Putu berjasa mempopulerkan penggunaan
e-mail di Jakarta. Reporting System (APRS) yang memungkinkan kita melihat
posisi stasiun amatir radio dip eta internet.Berawal dari teiknologi radio
paket kecepatan rendah,ITB kemudian memperoleh sambungan 24 jam 14.4 Kbps ke
RISTI Telkom. September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB,karena
keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection
Initiatives (AI3). ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting dalam
jaringan pendidikan Indonesia yang menamakan dirinya AI3 Indonesia.
MANFAAT INTERNET
1. Informasi untuk
kehidupan pribadi,kesehatan,rekreasi,hobby,pengembangan pribadi, rohani, dan
social.
2. Informasi untuk
kehidupan professional/pekerjaan, sains, teknologi, perdagangan, saham,
komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, berbagai forum komunikasi.
DOMAIN INTERNET
Domain yang digunakan adah:
.com - untuk lembaga komersial
.org – untuk organisasi biasanya tidak komersial
.gov – untuk pemerintah Amerika Serikat
.edu – untuk universitas
SISTEM JARINGAN
Pengertian:
Jaringan computer adalah “interkoneksi” antara
dua computer autonomous atau lebih yang terhubung dengan media transmisi kabel
atau tanpa kabel (wireless).
Autonomous
adalah jika computer tidak melakukan control terhadap computer lain dengan
akses penuh,sehingga dapat membuat computer lain,restart,shut down,kehilangan
file atau kerusakan system.
Jaringan
internet adalah jaringan computer yang bisa dikategorikan sebagai WAN,
menghubungkan berjuta computer di seluruh dunia, tanpa batas Negara, dimana
setiap orang yang memiliki computer dapat bergabung ke dalam jaringan ini hanya
dengan melakukan koneksi ke penyedia layanan internet .
SEJARAH JARINGAN KOMPUTER:
Konsep jaringan computer yang lahir pada tahun
1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan computer MODEL I di
laboratorium Bell dan group riset Harvars University yang dipimpin profesoR H.
Aiken.
Di
tahun 1950-an ketika jenis computer mulai membesar sampai terciptanya super
computer,maka sebuah computer mesti melayani beberapa terminal. Untuk
itu,ditemukan konsep distribusi berdasarkan waktu yang dikenal dengan TSS (Time
Sharing System).
Memasuki
tahun 1970-an,mulailah digunakan konsep proses distribusi ( Distributed
Processing) Dalam proses ini beberapa host computer mengerjakan sebuah
pekerjaan besar secara parallel untuk melayani beberapa terminal yang
tersambung secara seri di setiap host. Selanjutnya ketika harga computer kecil
mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang,mulailah berkembang
teknologi jaringan local yang dikenal dengan LAN. Demikian pula,ketika internet
diperkenalkan,maka sebagian besar LAN mulai berhubung dan membentuk jaringan
raksasa WAN.
JENIS JENIS JARINGAN:
1. Local Area Network (LAN)
LAN
adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relative kecil. Biasanya jarak
antar node tidak lebih jauh dari 200 m.
2. Metropolitan Area Network (MAN)
MAN
biasanya meliputi daerah yang lebih besar dari LAN. Dalam hal ini
jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan kecil kedalam
lingkungan area yang lebih besar.
3. Wide Area Network ( WAN)
WAN
adalah jaringan yang biasanya sudah menggunakan media wireless, sarana satelit
atau kabel serat optic, karena jangkauannya yang lebih luas,bukan hanya
meliputi satu kota atau antarkota dalam suatu wilayah,tetapi mulai menjangkau
area atau wilayah otoritas negara lain.
4. Internet
Internet
yaitu kumpulan jaringan yang terkoneksi
5. Jaringan Tanpa Kabel
Jaringan
tanpa kabel merupkan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan
dengan jaringan yang menggunakan kabel.
TIPE – TIPE JARINGAN:
1. Jaringan Berbasis Server (
Client – Server )
Jaringan berbasis server ( client – server)
merupakan server didalam sebuh jaringan yang menyediakan mekanisme pengamanan
dan pengelolaan jaringan tersebut.
2. Jaringan Peer-to-Peer
Setiap computer di dalam jaringan peer mempunyai
fungsi yang sama dan dapat berkomunikasi dengan computer lain yang telah member
izin. Jadi,secara sederhana setiap computer pada jaringan peer berfungsi
sebagai client dan server sekaligus.
3. Jaringan Hybrid
Jaringan hybrid memiliki semua tipe yang terdapat
pada tiga tipe jaringan atas. Ini berarti pengguna dalam jaringan dapat
mengakses sumber daya yang dishare oleh jaringan peer, sedangkan di waktu
bersamaan juga dapat memanfaatkan sumber daya yang disediakan oleh server.
TOPOLOGI JARINGAN:
Topologi jaringan yaitu gambaran perencanaan
hubungan antarkomputer dalam Local Area Network, yang umumnya menggunkan
kabel,dengan konektor,Ethernet card, dan perangkat pendukung lainnya.
Ada beberapa jenis topologi yang sering terdapat
pada hubungan computer pada jaringan local area yaitu :
1. Topologi Bus
Topologi ini merupakan bentangan satu kabel yang
kedua ujungnya ditutup,dimana sepanjang kabel terdapat node-node. Signal dalam
kabel dengan topologiini dilewati satu arah sehingga memungkinkan sebuah
collision.
2. Topologi Ring
Topologi ini mempunyai karakteristik yaitu
jaringan yang berupa lingkaran tertutup yang berisi node-node. Signal mengalir
dalam dua arah sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision.
3. Topologi Star
Karakteristik dari topologi jaringan ini adalah
node(station) berkomunikasi langsung dengan station lain melalui central node
dan diteruskan ke node tujuan.
4. Topologi Tree/Hierarchical
Tidak semua stasiun mempunyai kedudukan yang
sama. Stasiun yang kedudukannya lebih tinggi menguasai stasiun dibawahnya,
sehingga jaringan sangat bergantung dengan stasiun yang kedudukanya lebih
tinggi dan kedudukan stasiun yang sama disebut peer topology.
5. Topologi Mesh dan Full
Connected
Topologi jaringan ini menerapkan hubungan
antarsentral secara penuh.
6. Topologi Hybrid
Topologi ini merupakan topologi gabungan dari
beberapa topologi yang ada, yang bisa memadukan kinerja dari beberapa topologi
yang berbeda, baik berbeda system maupun berbeda media transmisinya.
MANFAAT JARINGAN KOMPUTER:
Manfaat jaringan computer bagi user dapat
dikelompokan menjadi 2,yaitu : untuk kebutuhan perusahaan, dan jaringan untuk
umum. Adapun manfaat jaraingan computer untuk umum adalah sebagai berikut :
Jaringan computer memberikan layanan yang berbeda kepada pengguna di
rumah-rumah dibandingkan dengan layanan yang diberikan pada perusahaan.
KECEPATAN AKSES INTERNET DAN PERANGKAT KERAS INTERNET ATAU
INTRANET
Bit
Sebagai Satuan Ukuran Kecepatan Akses Internet:
Koneksi internet mempunyai kecepatan yang disebut dangan
bandwith. Bandwidth lebih ditujukan untuk menunjukan berapa banyak data atau
paket yang bia disalurkan tiap detiknya oleh jaringan internet yang kita
gunakan. Besar bandwidth dinyatakan dalam satuan bit, kilobit, megabit,
gigabit, dan terrabit. Bandwidth yang ditawarkan oleh ISP terbagi menjadi dua
macam yaitu dial-up dan broadband.
1. Integritas dan Kualitas
Periksalah apakah ada gangguan dikoneksimu dengan
tool – tool ini :
a. Web Integrity Cheker : mendeteksi apakah
ISP-mu menyisipkan iklan kedalam halaman web.
b. Line Quality Testing : Memeriksa packet loss
di koneksimu,plus masalah router.
c. Network Diagnostic Tester : Uji koneksi
jaringan.
d. Smokeping : Memonitor alamat IP untuk
mendeteksi packet loss atau latency yang berlebih .
e. Pingplotter : Melihat ada atau tidaknya gangguan
keamanan dan performa pada koneksi.
f. Pcapdiff : Membandingkan paket yang diterima
untuk mendeteksi apakah ada paket palsu atau dibuang .
g. Wireshark ; Melihat packet yang diterima PC
dan memastikan kita tidak menjadi korban spoofing.
Pembatasan atau Throttling
Bandwidth
throttling , pembatasan bandwidth adalah teknik jaringan yng digunakan dalam
jaringan komunikasi untuk mengatur lalulintas jaringan dan mengurangi kemacetan
. Setting bertujuan menentukan jumlah maksimum dari kapasitas total jaringan
yang diperbolehklan untuk digunakan.
Kecepatan Internet
Internet mempunyai kecepatan. Kecepatan ini lebih
ditujukan untuk menunjukan berapa cepat jaringan internet yang kita gunakan
mengirimkan data. Data dalam computer biasanya disimpan dalam bentuk satuan bit
. Beberapa notasi yang sering digunakan :
1.000 bit/detik = 1 kilo bps = 1 Kbps
1.000.000 bit/detik = 1 mega bps = 1 Mbps
100.000.000 bit/detik = 1 giga bps = 1 Gbps
Notasi lain yang sering digunakan untu7k
mengukuer kecepatan transfer data ditulis dalam jumlah byte per detik atau
byteper second.
1 Byte = 8 bit
Faktor – faktor yang Memengaruhi Kecepatan
Internet
Kecepatan koneksi internet ditentukan oleh factor
berikut :
1. Perangkat computer yang kita gunakan .
2. Bandwidth yang kita miliki.
3. Keadaan lalu lintas jaringan.
4. Jarak ke server.
5. Kondisi server itu sendiri.
6. Kondisi sinyal yang didapat (jika menggunakan
akses nikabel)
7. Ukuran data yang didownload.
Situs untuk Pengujian Kecepatan Internet
Untuk
mengatur kecepatan bandwidth kita bisa menggunakan suatu program yang dinamakan
situs pengujian kecepatan internet. Berikut beberapa situs untuk menguji
kecepatan internet.
1. Bandwidth test Indonesia :
- http
://portal.telkomspeedy.com/divre5/bandwidthmeter/meter.php
2. Bandwidth test luar Indonesia
PERANGKAT
KERAS UNTUK
MENGAKSES
INTERNET/INTRANET
Gambaran Umum Sambungan Internet
Ada
dua cara yang digunakan untuk terhubung ke internet yaitu menggunakan media
kabel dan tanpa menggunakan media kabel . Dalam konfigurasi sebuah sambungan ke
internet terdpat beberapa unsur penting yaitu :
- Komputer
- Internet,biasanya melalui sebuah Internet service provider.
- Modem
Masing-masing modaem mempunyai karakteristik yang
berbeda yaitu :
- Menggunakan modem dial-up dan sambungan melalui kabel telepon
- Menggunakan handphone.
- Menggunakan wireless.
Alat-Alat dalam Jaringan Internet
1. Network Interface Card
2. PCMCIA Network Interface
Card
PCMCIA card adlah card jaringan yang digunakan
kedalam sebuah jaringan tanpa kabel.
3. Modem
Modem adalah singkatan dari modulator-demulator.
Modem mengkonversikan sinyal data “1” dan “0” menjadi sinyal data yang dapat
disalurkan melalui saluran komunikasi.
4. HUB/Switch
HUB atau Switch digunakan untuk menghubungkan
setiap node dalam jaringan LAN. Peralatan ini sering digunakan pada topologi
star dan extended star.
5. Bridge
Bridge berfungsi menghubungkan dua jaringan yang
memilik segmen yang sama, menghubungkan dan menggabungkan media jaringan yang
tidak sama. Bridge hadir dalam 3 tipe dasar, yaitu local,remote,dan wireless.
6. Router
Route berfungsi mengubungkan dua jaringan yang
memilik segmen yang berbeda.
7. Repeater
Repeater berfungsi memperkuat sinyal dari sebuah
segmen jaringan ke segmen jaringan lainnya,repeater bermanfaat mengatasi
keterbatasan panjang kabel .
8. Crimping Tools
Crimping tools berguna untuk memotong ,merapikan
dan mengunci kabel UTP dalam melakukan instalasi Networking.
TEKNIK MENGAKSES INTERNET
Public Line (Jalur Umum)
1. Dial-up melalui jalur PSTN adalah client
terhubung ke ISP melalui jaringan telepon regular.
2. Dial-up dengan teknologi GPRS dan CDMA
merupakan ponsel yang berfungsi sebagai modem yang terhubung ke computer
melalui kabel data ponsel.
3. DSL (Digital Subscriber Line) merupakan sebuah
metode transfer data melalui saluran telepon regular.
4. PLC (PowerLine Communication) ,merupakan
koneksi PC dengan internet menggunakan jalur listrik PLN yang bertindak sebagai
ISP dengan bantuan modem.
5.ADSL (Asynchronous Digital Subcriber Line )
denagn modem dan router merupakan sebuah tipe DSL dimana upstream dan
downstream berjalan pada kecepatan yang berbeda.
6. ISDN (Integrated Services Digital Network)
merupakan jalan untuk melayani transfer data dengan kecepatan lebih tinggi
melaluisaluran telepon regular
Dedicated Line (Jalur Khusus Internet)
1. Leased line,yaitu saluran koneksi telepon
permanen antara dua titik yang disediakan oleh perusahaan telekomunikasi
public.
2. Terestrial yaitu jalur khusus internet yang
menggunakan media kabel atau nirkabel sebagai aksesnya.
3. Frame Relay yaitu layanan data paket yang
memungkinkan beberapa user menggunakan satu jalur transmisi pada waktu yang
bersamaan.
4. Fixed Wireless yaitu koneksi perangkat mobile
ke accsesspoint atau koneksi jaringan lokalke ISP.
5. VSAT (Very Small Aperture Terminal)
6. MPLS (Multiprotocol Label Switching) yaitu
jaringan pita lebar yang berbasis IP.
Pengguna Internet di Tempat Umum
Internet banyak digunakan di tempat umum.
Pengguna hanya perlu menyewa penggunaan computer,atau membawa laptop dan PDA,
yang mempunyai teknologi WiFi untuk mendapatkan akses internet ,koneksi
diberikan secara free atau dengan membeli voucher.
Cara-Cara Memperoleh Sambungan
Internet/Intranet
1. Cara koneksi melalui Dial-up
2. Koneksi Internet dengan modem handphone
3. Koneksi internet melalui broadband.
MATERI KELIMA:
MATEMATIKA
BANGUN RUANG SISI LENGKUNG
A. Tabung
Luas Tabung : L = 2 π r(r + t)
Volume Tabung : V = π r^2 t
Luas Selimut Tabung : L = 2 π r t
B. Kerucut
Luas Kerucut : L = π r (r + s)
Volume Kerucut : V = 1/3 π r^2 t
Luas Selimut Kerucut : π r s
C. Bola
Luas Bola : L = 4 π r^2
Volume Bola : V = 4/3 π r^3
STATISTIKA
A. Pemusatan Data
1. Mean
Mean adalah nilai rata - rata.
Mean = X1 + X2 + X3 + ... + Xn
n
2. Median
Median adalah nilai tengah dari sekumpulan data yang sudah diurutkan.
Dalam mencari median ada dua kemungkinan :
A. Jika banyaknya data ganjil, maka median dari kumpulan data tersebut adalah data yang terletak di tengah-tengah.
B. Jika bayaknya data genap, maka median dari kumpulan data tersebut adalah jumlah data yang di tengah dibagi dua.
3. Modus
Modus adalah data yang sering muncul.
4. Kuartil
Kuartil berarti pengelompokan empat – empat, membagi data yang telah diurutkan menjadi 4 bagian yang sama.
Untuk menyatakan kuartil digunakan huruf K.
K1 = kuartil bawah
K2 = kuartil tengah / median
K3 = kuartil atas.
PELUANG
A. Ruang Sampel dan Titik Sampel
Pada suatu percobaan himpunan semua hasil yang mungkin diperoleh disebut ruang sampel. Tiap – tiap anggota pada ruang sampel disebuttitik sampel.
B. Menghitung Peluang Masing – masing Titik Pada Ruang Sampel.
Rumus nilai peluang :
P(A) = n(A) / n(S)
n (S) = banyaknya anggota ruang sampel.
n (A) = banyaknya kejadian pada percobaan yang bersangkutan.
P (A) = nilai peluang munculnya kejadian A.
C. Frekuesi Harapn
Frekuensi harapan adalah kejadian A ditulis E(A) dari n kali percobaan dirumuskan :
E(A) = P(A) x n
KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN
. Dua bangun datar yang sebangun
Kedua bangun di atas, ABCD dan KLMN adalah dua bangun yang sebangun, karena memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
2. Dua segi tiga yang sebangun
Segitiga ABC dan PQR adalah sebangun, karena memiliki sifat :
a. Perbandingan sisi yang sama besar bersesuaian sama besar, yaitu :
Jadi,
Perhatikan segitiga berikut !
Pada segitiga siku-siku dapat dibuat garis tinggi ke sisi miring, maka diperoleh rumus :
AB2 = BD x BC
AC2 = CD x CB
AD2 = BD x CD
Kongruenan Bangun
1. Dua bangun datar yang kongruen
Perhatikan dua bangun datar berikut !
KL = PQ
LM = QR
MN = RS
NK = SP
KLMN dan PQRS kongruen. Dua bangun dikatakan kongruen jika kedua bangun tersebut memiliki bentuk dan ukuran yang sama.
2. Dua segitiga yang kongruen
Secara geometris dua segitiga konsruen adalah dua segitiga yang saling menutpi dengan tepat. Sifat dua segitiga kongruen :
a. Pasangan sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang.
b. Sudut yang bersesuaian sama besar.
Syarat dua segitiga kongruen adalah sebagai berikut :
Tiga sisi yang bersesuaian sama besar (sisi, sisi, sisi)
AB = PQ (sisi)
AC = PR (sisi)
BC = QR (sisi)
Dua sisi dan satu sudut apit yang bersesuaian sama besar (sisi, sudut, sisi)
AB = PQ (sisi)
BC = QR (sisi)
c. Satu sisi api dan dua sudut bersesuaian sama besar (sudut, sisi, sudut)
![]() |
AC = RP (sisi)
MATERI KEENAM:
B.INGGRIS
1. Procedure
Text ( Imperative/ Intruction)
The goal of the procedure is how to make / how to operate.
Genre:
- The Goal/ The Purpose
- The Material
- The Step :
- Firstly…
- Next…
- Then…
- Afterthat…
- Finally…
Using Past tense/ Simple present tense
2. Narative text
The goal of the narative is to entertain.
Genre:
- Orientation
- Conflication
- Rerriantation
- Resolution
Using Simple past tense
3. Recount text
The goal of the recount is to retell about past experience.
Genre:
- Simple Past tense
- Orientation
- Event 1,
- Event 2, …
4. Report text
The goal of the report is to give information / news.
Genre:
- Identification
- Discription 1
- Discription 2
Simple present/ simple past tense
5. Discription text
The goal of the discriptive is to describe of thing or people.
Genre:
- general clasification
- description 1
- description 2
Simple present tense
6. Short Functional text
Example :
1. memo
2. message
3. letter
4. announcement
-The goal of the announcement is to announce the information
5. invitation
-The goal of the invitation is to invite someone
6. advertisement
-The goal of the advertisement is to advertise / to promote the things
7. notice/ symbol
8. label
7. Tag Questions
Affirmative Sentence and Negative Tags
· She is a journalist, isn’t she?
· I was very sick, wasn’t I ?
· We can sing dangdut, can’t we ?
· You live in Paris, don’t you ?
· The published her book, didn’t they ?
· I have told you, haven’t I ?
Negative Sentences and Positive Tags.
· you aren’s a teacher, are you ?
· they weren’t there yesterday, were they ?
· she musn’t come, musn’t she ?
· he doesn’t like the article, does he ?
· you didn’t interview him, did you ?
· the vocalist hasn’t come, has he?
Conditional Sentences
You use the kind of conditional sentence when you are talking about a prediction for the future. Examples :
1. If he has time, he will come.
He will come if he has time.
2. I will not go if you don’t go.
If you don’t go, i will not go.
3. Will she come if I invite her ?
Yes, she will.
She will come if you invite her
Personal Letter
A personal letter is an informal written message between friends, relatives, and acquintances. Ussually, a personal letter is about personal fellings, thoughts, or experiences, which are meant to be read by a specific person.
The features of a personal letter :
· The date.
· Receiver’s address.
· An opening greeting or salutation, usually “Dear...”.
· A sign off or farewell, for example : “Yours sincerely”, “Best regards”,”Best wishes”, or “Cheers”.
· Your signature to close the letter.
· The use of informal language to express your fellings, thoughts, and experience.
Punctuations :
· The dates are always in the order of day, month and year.
Commas are used after the city’s name in front of the date.
e.g. Jakarta, 11 November 2011
Makassar, 28 Agustus 2011
· We also use commas after greetings and farewells.
The goal of the procedure is how to make / how to operate.
Genre:
- The Goal/ The Purpose
- The Material
- The Step :
- Firstly…
- Next…
- Then…
- Afterthat…
- Finally…
Using Past tense/ Simple present tense
2. Narative text
The goal of the narative is to entertain.
Genre:
- Orientation
- Conflication
- Rerriantation
- Resolution
Using Simple past tense
3. Recount text
The goal of the recount is to retell about past experience.
Genre:
- Simple Past tense
- Orientation
- Event 1,
- Event 2, …
4. Report text
The goal of the report is to give information / news.
Genre:
- Identification
- Discription 1
- Discription 2
Simple present/ simple past tense
5. Discription text
The goal of the discriptive is to describe of thing or people.
Genre:
- general clasification
- description 1
- description 2
Simple present tense
6. Short Functional text
Example :
1. memo
2. message
3. letter
4. announcement
-The goal of the announcement is to announce the information
5. invitation
-The goal of the invitation is to invite someone
6. advertisement
-The goal of the advertisement is to advertise / to promote the things
7. notice/ symbol
8. label
7. Tag Questions
Affirmative Sentence and Negative Tags
· She is a journalist, isn’t she?
· I was very sick, wasn’t I ?
· We can sing dangdut, can’t we ?
· You live in Paris, don’t you ?
· The published her book, didn’t they ?
· I have told you, haven’t I ?
Negative Sentences and Positive Tags.
· you aren’s a teacher, are you ?
· they weren’t there yesterday, were they ?
· she musn’t come, musn’t she ?
· he doesn’t like the article, does he ?
· you didn’t interview him, did you ?
· the vocalist hasn’t come, has he?
Conditional Sentences
You use the kind of conditional sentence when you are talking about a prediction for the future. Examples :
1. If he has time, he will come.
He will come if he has time.
2. I will not go if you don’t go.
If you don’t go, i will not go.
3. Will she come if I invite her ?
Yes, she will.
She will come if you invite her
Personal Letter
A personal letter is an informal written message between friends, relatives, and acquintances. Ussually, a personal letter is about personal fellings, thoughts, or experiences, which are meant to be read by a specific person.
The features of a personal letter :
· The date.
· Receiver’s address.
· An opening greeting or salutation, usually “Dear...”.
· A sign off or farewell, for example : “Yours sincerely”, “Best regards”,”Best wishes”, or “Cheers”.
· Your signature to close the letter.
· The use of informal language to express your fellings, thoughts, and experience.
Punctuations :
· The dates are always in the order of day, month and year.
Commas are used after the city’s name in front of the date.
e.g. Jakarta, 11 November 2011
Makassar, 28 Agustus 2011
· We also use commas after greetings and farewells.
MATERI KETUJUH:
SENI BUDAYA & KETERAMPILAN
BAB 1
APRESIASI
SENI RUPA MURNI
A. Seni Rupa Murni
Bentuk karya seni rupa terdiri atas bentuk dua dimensi (dwimatra),yang memiliki ukuran panjang dan lebar, hanya bisa dinikmati dari satu sudut pandang. Contohnya lukisan, batik, ilustrasi, dan tiga dimensi (trimatra), memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggidapat dilihat dari berbagai arah. Contohnya adalah patung, wayang golek,diorama, arsitektur, meja, dan kursi.
Secara umum seni rupa terbagi dua cabang, yaitu seni rupa murni (pure art/fine art) dibuat dengan fungsi keindahan. Contohnya adalah seni patung dan seni lukis.Dan seni murni terapan (appied art),dibuat bukan hanya fungsi keindahan, namun dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya ukiran kursi, vas bunga, tas dan kipas.
1 Seni Lukis
Seni lukis adalah seni yang mengekspresikan pengalaman artistic seorang seniman melaluibidang dua dimensi. Para seniman seni lukis memanfaatkan unsure bidang, warna, tekstur, bentuk, nada, komposisi, dan ritma serta ungkapan ide, gagasan, tema, isi, dan perasaan untuk membuat sebuah karya seni.
Berdasarkan media, bahan, dantekniknya, seni lukis dapat dibedakan menjadi, beberapa macam, antara lain :
a. Lukisan Cat Minyak (Oil Painting) adalah lukisan yang menggunakan cat berupa tepung atau pasta yang dilarutkan/dicampur dengan minyak (lijn oil). Media yang digunakan untuk melukis adalah kanvas, triplek, atau kertas. Alat yang digunakan untuk melukis adalah kuas atau pisau palet. Cat minyak yang digunakan biasanya dijual dalam bentuk kemasan(tube) salah satu pelukis Indonesia yang menggunakan cat minyak adalah Ivan Sagito.
b. Lukisan Cat Air (Water Colour) adalah lukisan yang menggunakan media cat air yang memiliki sifat transparant (tembus pandang)/aquarel yang dilarutkan dengan air. Medianya membuat lukisan cat air dengan umumnya lertas putih atau kertas khusus cat air.
c. Lukisan Pastel (Oil Pastel) adalah lukisan yang menggunakan butiran pigmen warna yang telah dipadatkan seperti batangan kapur. Cara melukisnya dengan menggoreskan batangan ke atas permukaan kertas bertekstur atau kanvas. Lukisan ini menghasilkan jejak-jejaktekstur yang tidak rata.
d. Lukisan Arang (Conte) adalah lukisan yang menggunakan arang (conte) dapat menghasilkan lukisan berkesan gelap terang. Pengaturan nuansa bentuk dan cahaya sangat menonjol dari lukisan ini. Lukisan arang tidak hanya berwarna hitam saja, dewasa ini banyak dipakai warna-warna yang lain seperti merah, biru, coklat, krem dan hiaju. Conte biasannya berbentui serbuk tapi adapula yang berbentuk batangan seperti pensil. Cara penggunaan dibiasanya digosok menggunakan kapas atau kuas.
e. Lukisan Al-Fresco : termasuk jenis lukisan dinding (mural). Al-fresco sendiri mengandung arti fresh atau segar.
Teknik melukis dikerjakan dengan teknik tempera yang dibuat pada saat tembok masih dalam keadaan basah, kemudian dilapisi dengan “lepa” sehingga catnya mudah meresap dan tahan lama. Lukisan ini berkembang pada zaman renaissance pada diding gereja. Salah satu seniman yang terkenal adalah Michaelangelo yang melukis pada kubah gereja St. Pieters di Roma dan lukisan Raphael di Istana Vatican.
f. Lukisan al secco : media yang digunakan untuk lukisan al secco sama dengan lukisan al fresco, namun lukisan al secco dilukis setelah temboknya kering. Contohnya lukisan Leonardo da Vinci berjudul The Last Super menghiasi gereja Santa Maria Delle Grazie di Milan (Italia).
g. Lukisan Tempera : adalah lukisan yang dibuat ditembok (mural). Setelah tembok kering, catnya diaduk dengan bahan perekat, bahkan ada kalanya cat air dicampur dengan putih telur sehingga hasilnya seperti cat minyak. Lukisan tersebut disebut juga Gouace. Lukisan tempera banyak ditemukan di daerah Eropa. Lukisan ini menjadi hiasan dinding gereja dan istana. Puncak kemegahan lukisan ini adalah pada zaman Renaisance.
h. Lukisan Azalejo : adalah lukisan yang dikerjakan dengan cara menenpel potongan dari suatu bentuk tertentu sesuai dengan pola gambar.
i. Lukisan Mozaik : adalah lukisan yang menggunakan teknik menempelkan pacahan kaca,porselen, nulir mineral, batu berwarna atau biji-bijian yang disusun sesuai pola gambar. Biasannya dilukiskan pada diding, bangunan, lantai, dan langit-langit. Lukisan ini ditemukan di Tiongkok, mesir Kuno, Yunani, Romawi, India juga dikembangkan di Indonesia.
j. Lukisan Intersia : lukisan intarsia tekninya sama dengan mozaik, hanya bahan yang ditempelkan berupa kayu tipis atau kulit kayu pada papan yang diberi warna-warni. Lukisan ini banyak ditemukan di Jepang, Tiongkok, dan Swiss.
k. Lukisan Kolase (collage) : adalah lukisan yang menggunakan teknik temple, patri, las, ikat, renda, jahit, dan jalin. Media yang digunakan bisa barang bekas seperti onderdil mesin, limbah, papan, kulit kayu, kerang, kain perca, bulu binatang, dan serat.
l. Lukisan Kaca (Glass Painting) : lukisan yang dibuat dengan menempelkan bagian kaca yang satu dengan kaca yang lain dengan bantuan timah. Kaca-kaca tesebut dibentuk dan ditempelkan sesuai dengan pola tertentu dengan warna-warna yang beragam. Lukisan kaca berkembang pada zaman Ghotic di Eropa dan digunakan untuk menghiasi gereja-gereja Katolik. Lukisan kaca dapat juga dibuat dengan cara dilukis dengan menggunakan cat minyak. Caranya adalah melukis terbalik sehingga hasilnya berada dibelakang kaca. Di Indonesia lukisan ini berkembang pesat di daerah Trusmi Cirebon ( Jawa Barat).
m. Lukisan Batik (Batik painting) : membuat batik bahannya pada kain diperlukan kain, lilin cair, dan canting. Sedangkan membuat lukisan batik diperlukan kain dan cat berupa naphtol dan indigos..Hasil lukisan batik ini lebih ekspresif dibandingkan denganbatik yang dibuat dengan canting. Beberapa seniman yang menonjol dalam teknik ini diantaranya Amri Yahya, Abas Alibasyah, Bambang Utoro, Bagong Kussudiarjo, dan Kuswaji Kawendro.
2 Seni Patung
Seni patung merupakan suatu bentuk pengungkapan pengalaman artistik seniman yang ditampilkan dalam wujudkarya tiga dimensi (trimatra). Hasil karya ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.
a. Bahan dan Teknik Pembuatan Patung.
Untuk membuat sebuah patung ada beberapa bahan dan teknik yang di gunakan. Berikut ini diantaranya :
1) Bahan keras : dapat berupa kayu, batu cadas atau andesit, logam, gading, tulang, dan tanduk. Teknik yang dapat digunakan untuk membuat patung dari bahan keras adalah dengan teknik pahat, kecuali bahan yang terbuat dari logam. Semnetara yang terbuat dari bahan keras logam seperti perunggu, kuningan, emas, perak, tembaga, besi bisa dilakukan dengan teknik cor (bivalve dan a cire perdue), tempa, patri, dan las tuang.
2) Bahan palstis : dapat berupa tanah liat, semen, plastisin, lilin, bubur kertas, sabun, dan gips. Patung dari bahan plastis bisa dibuat dengan teknik membentuk, membutsir, mencetak, nodelling, coiling, pijit, dan slabing.
b. Bentuk dan Wujud Seni Patung
Berikut ini beberapa bentuk dan wujud patung :
· Bagian kop : pembuatan patung yang hanya menggambarkan bagian kepala saja.
· Bagian buste : merupakan pembuatan patung yang menggambarkan bagian dada atau bentuk dada dan kepala.
· Bagian torso : merupakan pembuatan patung yang menggambarkan badan.
c. Teknik Membuat Patung
Dalam membuat patung seorang seniman dapat menggunakan berbagai teknik bergantung pada bahan dan keahlian yang dimilikinya. Teknik-teknik tersebut, antara lain :
1) Teknik mengecor : adalah teknik yang dipakai jika media yang digunakan bersifat cairan. Sebelum mengecor seorang pematung harus membuat cetakan terlebih dahulu. Untuk mendapat cetakan, pematungharus membuat model patung jadi atau model positif, setelah itu pematung membuat cetakan negatif. Bahan yang digunakan untuk membuat patung berbeda dengan bahan untuk membuat cetakannya. Contohnya, jika bahan yang digunakan untuk membuat patung adalah logam, maka bahan untuk embuat cetakannya adalah gips atau tanah liat. Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat cetakan adalah bagian yang satu dengan yang lain diusahakan tidak terkunci, supaya mudah dilepas. Ada dua jenis cetakan teknik mengecor patung menggunakan teknik, yaitu :
a. Bivalve yaitu teknik mengecor dengan cetakan yang dapat dibongkar pasang. Teknik ini dipakai untuk mendapatkan hasil dalam jumlah banyak dengan model yang sama.
b. A cire perdue dpakai hanya untuk mendapatkan satu hasil, sekali pakai. Cetakan terbuat dari bahan yang mudah dipecahkan seperti tanah liat, gips.
2) Teknik modeling : adalah teknik membuat suatubentukdengan caramemijit, meremas, dan membentuk sesuai yang diinginkan. Bahan yang digunakan adalah bahan yang bersifat plastis seperti, tanah liat, platisin, lilin, dan bubur kertas.
3) Teknik Konstruktif (Menempel) : teknik membuat patung dengan cara menempelkan bagian yang satu dengan yang lain sedikit demi sedikit sehingga menjadi sebuah karya patung. Bahan yang dipergunakan bervariasi, bisa tanah liat, lilin, logam, dan bubur kertas.
B. Sikap Apresiatif terhadap Karya Seni Murni
1 Seni Lukis
Dalam membuat sebuah karya seni lukis, para seniman menentukan tujuan pembuatan karya, antara lain :
a. Tujuan Religius : menjadikan lukisan yang dibuatnya sebagai pengabdian yang ditujukan kepada Tuhan, nenek moyang, atau para Dewa. Contohnya lukisan pada gua Leang-leang di Maros, Sulawesi selatan.
b. Tujuan Magis : menjadikan lukisan yang dibuat mendatangkan magis atau sihir. Lukisan tersebut bersifat primitif.
c. Tujuan Simbolis : kegiatan melukis untuk melambangkan suatu cita-cita kehidupan pribadi atau kelompok. Misalnya, cita-cita kebahagiaan, kedamaian, kekuatan, dan kehendak positif yang bermanfaat bagi manusia. Contohnya lukisan yang dibuat dengan tujuan simbolis adalah lukisan kepahlawanan P. Diponegoro karya basuki Abdullah.
d. Tujuan Estetis : kegiatan melukis dengan semata-mata mengutamakan rasa keindahan saja sehingga lukisannya dapat dinikmati sebagai penghias dekorasi. Contohnya lukisan pemandangan.
e. Tujuan komersial : melukis dengan mengutamakan selera pembeli. Contohnya adalah para pelukis dijalan.
f. Tujuan Ekspresi : melukis untuk mengekspresikan perasaannya sendiri, tanpa melihat unsure-unsur lain.
2 Seni Patung
Dalam pembuatan seni patung, para seniman juga menentukan tujuan pembuatan karya-karyanya. Berikut ini beberapa diantaranya :
a. Tujuan Religius : untuk acara keagamaan. Contohnya arca-arca yang terdapat pada candi-candi yang metupakan perwujudan dari dewa.
b. Tujuan Monumen : bertujuan untuk politis, historis, simbolis, dan filosofis. Contohnya patung Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan patung Jendral Soedirman, Monumen Serangan Oemum 1 maret di Jogjakarta.
c. Tujuan Kebesaran Raja : dibuat untuk menghormati dan mengagungkan raja. Contohnya Ratu Ken Dedes sebagai Devi Prajnaparamitha.
d. Tujuan Ekspresif : bertujuan dibuat semata-mata hanya mengutamakan segi ekspresi estetis, ide, gagasan, dan persaan seniman saja. Contohnya beberapa seniman patung yang bertujuan ekspresif adalah Edi Soenarso, Nyoman Nuarta, Saptoto, G. Sidharta, Rita Widagdo, dan I Gusti Nyoman Lempad.
BAB 2
SENI RUPA MURNI NUSANTARA DAN MANCANEGARA
Konsep Seni Rupa Murni Nusantara dan Mancanegara
Karya seni rupa murni banyak diproduksi oleh perupa di nusantara dan mancanegara :
Di Nusantara antara lain :
v Seni Lukis :R. Saleh, Abdullah Surjosubroto, Wakidi, Basuki Abdullah, Affandi, S. Sudjojono, dan Dullah.
v Seni Patung : Nyoman Tjokot, But Muchtar, Nyoman Nuarta, Rita Widagdo, G. Sidharta, dan Dewa Made.
v Seni Grafis : Abdul Salam, Mochtar Apin, Oesman Effendi, I Made Daryana, Widayat, dan AD Pirous.
Mancanegara :
v Seni Lukis : Vincent van Gogh dan Rembrandt van Rijn dari Belanda,Claude Monet, Paul Cezanne, dan Paul Gauguin dari Prancis, Salvador Dali dan Pablo Picasso dari Spanyol, Leonardo da Vinci dari Italia, Jackson Pollock dari Amerika.
v Seni Patung : Michelangelo dari Italia dan Auguste Rodin dari Perancis
Dengan demikian, dapat dikatakan Seni Rupa murni nusantara adalah gagasan manusia yang berisi nilai nilai budaya nusantara yang di ekspresikan melalui pola kelakuan tertentu dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan prinsip tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna. Seni rupa murni nusantara adalah seni rupa murni yang berisi nilai-nliai budaya nusantara.Sedangkan seni rupa murni mancanegara adalah seni rupa murni yang berisi nilai-nilai budaya mancanegara.
Ragam Seni Rupa Murni Nusantara dan Mancanegara.
1. Seni Lukis : Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa yang berdimensi dua. Melukis adalah kegiatan membubuhkan cat (kental maupun cair) di atas bidang datar. Dari membubuhkan cat diharapkan dapat mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif. Nilai-nilai yang melekat pada lukisan dipengaruhi oleh budaya yang dimiliki pelukisnya.Seni lukis Indonesia berkembang, pada gilirannya nanti ikut mempertegas jati diri seni budaya nusantara, sedangkan seni lukis mancanegara menjadi pembanding seni budaya nusantara.
2. Seni Patung : Seni patung merupakan cabang dari karya seni rupa yang berdimensi tiga. Membuat patung berarti membuat benda tiga dimensi dengan bahan, alat, dan teknik tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna.
3. Seni Grafis : Seni grafis merupakan salah satu cabang dari seni rupa yang berdimensi dua. Dari segi teknik pembuatannya menggunakan teknik mencetak dengan berbagai cara yaitu teknik cetak tinggi, cetak dalam, cetak saring dan cetak cahaya atau photography.
Gaya Seni Rupa Murni Nusantara dan Mancanegara :
Gaya/corak atau aliran dalam seni rupa beraneka ragam, secara garis besar, gaya karya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1. Tradisional : Gaya ini juga terbagi menjadi dua yaitu primitif dan klasik
2. Modern : Yang dimaksud modern adalah corak karya seni rupa yang sudah mengalami kemajuan, perubahan dan pembaharuan. Secara umum, modernisasi gaya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :
v Representtif : Representatif dari representasi yang mengandung pengertian sesungguhnya, nyata, atau sesuai keadaan.Gaya seni rupa yang tergolong representasi antara lain :
ü Romantisme : Romantisme dari kata roman yang berarti cerita isme yang berarti aliran/gaya.Romantisme adalah gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya mengandung cerita kehidupan manusia atau binatang. Perupa mancanegara tokohnya adalah Fransisco Goya (Spanyol), Turner (Inggris), Rubens (Belanda). Perupa Nusantara adalah Raden Saleh.
ü Naturalisme : Naturalisme berasal dari kata nature atau natural yang berarti alam dan isme yang berarti aliran/gaya. Naturalisme adalah :gaya/aliran seni rupa poenggambarannya sesuai dengan keadaan alam atau alami. Perupa mancanegara adalah Rubens, claude, Gainsborough, dan Turner. Perupa Nusantara adalah Abdullah Suryobroto, Wakidi, Mas Pringadi, Basuki Abdullah.
ü Realisme : Realisme berasal dari kata real yang berarti nyata dan isme yang berarti aliran/gaya. Realisme adalah gaya/aliran seni rupa yang pengggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup. Perupa Nusantara adalah : Trubus, Tarmizi, Wardoyo, dan Dullah. Perupa Mancanegara adalah Rembandt van Rijn (Belanda)
v Deformatif : Deformatif berasal dari kata dari kata deformasi yang berarti perubahan bentuk alam diubah sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk baru, namun masih menyerupai bentuk aslinya. Gaya seni rupa yang tergolong deformatif antara lain :
ü Surealisme : dari kata sur yang berarti melebih-lebihkan, kata real yang berarti nyata, dan isme yang berarti aliran/gaya. Surealisme adalah gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya melebih-lebihkan kenyataan, bahkan ada yang menyebutnya otomatisme psikis yang murni atau alam mimpi. Perupa mancanegara tokohnya adalah : Salvador Dali dari Italia.
ü Impressionisme : dari kata impression yang berarti kesan sesaat dan isme yang berarti aliran/gaya. Impressionisme adalah aliran/gaya seni rupa yang penggambarannya sesuai kesan saat objek tersebut di lukis. Gaya ini dipelopori oleh perupa mancanegara seperti : Claude Monet, Paul Cezzanne, Georges Seurat dan Paul Gaguin. Perupa Nusantara adalah S. Sudjojono.
ü Ekspresionisme : dari kata expression yang berarti ungkapan jiwa yang spontan dan isme gaya/aliran. Ekspresionisme adalah aliran/gaya seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa perupanya yang spontan pada saat melihat objek. Tohoh mancanegara adalah Vincent van Gogh dari Belanda. Perupa nusantara adalah Affandi.
ü Kubisme : dari kata kubus yang berarti bidang atau bentuk persegi empat dan isme yang berarti gaya/aliran . Kubisme adalah aliran/gaya seni rupa yang penggambarannya berupa bidang persegi empat atau bentuk dasarnya kubus. Tokoh mancanegara adalah Pablo Picasso dari Spanyol. Perupa Nusantara adalah But Mochtar, Mochtar Apin, Srihadi, Fajar Sidik.
v Nonrepresentatif (abstraksionisme) : mengandung pengertian suatu bentuk yang sukar dikenali. Suatu gaya yang sederhana bahkan bentuknya sama sekali meninggalkan bentuk alam. Karya seni rupa abstrak berupa susunan garis, bentuk, dan warna yang terbebas dari bentuk alam. Gaya seni rupa ini yang tergolong abstrak ini ada yang abstrak ekspresionis dan abstrak murni. Tokoh perupa mancanegara Paul Klee, Piet Mondrian, Wassily Kandinsky, dan Jackson Pollock. Perupa Nusantara Amri Yahya, Fajar Sidik, But Mochtar, dan Srihadi.
3. Postmodern : Postmodern atau disingkat posmo adalah gaya seni rupa pasca atau sesudah modern. Jika seni rupa trasidional memiliki ciri ornamental, seni rupa modern memliki ciri penyederhanaan bentuk, maka seni rupa posmo memiliki ciri perpaduan antara penyederhanaan dan sedikit ornamental. Gaya posmo lebih bebas dan cenderung tidak memiliki aturan tertentu. Eksplorasi unsur rupa banyak dilakukan untuk gaya ini. Kritik sosial dan kemasyarakatan merupakan tema yang cukup dominan untuk karya-karya posmo.
BAB 3
MENGEKSPRESIKAN KARYA SENI MURNI DAERAH
A. Gambar Ekspresif
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ekspresi dapat diartikan sebagai pengungkapan atau proses menyatakan perasaan, maksud, dan gagasan. Jadi, gambar ekspresi berarti gambar yang dibuat dengan tujuan mengungkapkan gagasan atau perasaan penggambar sebebas-bebasnya tanpa terikat oleh aturan-aturan tertentu yang kerap dicirikandengan bentuk yang dilebih-lebihkan ataudidramatisir. Penerapan warna dan komposisi gambar dilakukansecara bebas, bahkan banyak pula gambar yang objeknya tidak jelas (abstrak).
1. Asas Menggambar Ekspresi :
a. Komposisi : suatu cara menyusun unsur-unsur yang akan memberikan bentuk pada sebuah karya seni seperti garis, warna, bidang, ruang, tekstur, dan gelap terang. Dengan adanya komposisi, sebuah hasil karya seni akan terlihat harmonis.
b. Keseimbangan (Balance) : cara mengatur objek secara serasi dalam bidang gambar sehingga objek utama terlihat jelas. Keseimbangan terbagi atas keseimbangan simetris, yaitu serasi dua objek atau lebih dengan membagi dua bidang gambar secara sama, dan keseimbangan asimetris, yaitu keseimbangan yang dibuat dengan meletakan unsure-unsur yang berbeda, baik ukuran, bentuk, maupun jarak.
c. Proporsi : perbandingan bentuk antara yang satu dan benda yang lainnya. Hal ini dilakukan agar gambar terlihat padu dan enak dipandang.
d. Irama : kesan gerak yang dihasilkan oleh garis, warna, bentuk, dan tekstursecara berulang(repetition) dan gerak (movement).
e. Kesatuan : perpaduan unsur-unsur dari berbagai elemen yang ada dan saling berhubungan serta melengkapi sehingga menimbulkankesan berbentuk dengan baik.
f. Aksentuasi : unsure pembeda pada gambar agar tidak kelihatan monoton dan membosankan.
2. Media Menggambar Ekspresif
Media yang digunakan untuk menggambar ekspresif sangat beragam, misalnta kertas HVS, kertas gambar, dan kanvas, antara lain lebih jelasnya sebagai berikut :
a. Kanvas adalah media dari yang terbuat dari kain yang dibentangkan pada bingkai kayu (spanram) yang dilaburi atau ditutupi dengan campuran bahan tertentu biasanya singwit dan lem kayu dicampur dengan air.
b. Pensil Warna, pensil warna bentuknya hamper mirip dengan pensil hitam, hanya isinya berwarna. Ada juga pensil warna yang bersifat aquarel.
c. Cat air (water colour) mempunyai karakter tranparant (tembus pandang). Cat air digunakan dengan teknik aquarel.
d. Pastel, terbuat dari sejenis kapur yang mengandung minyak dan pewarna serta memilikisifat yang lembut (soft). Warna yang dihasilkan lebih ekspresif, penggunaannya bisa dicampur antara warna yang satu dan warna yang lain secara berulang-ulang.
e. Cat akrilik, merupakan cat yang bahan pencampurnya air. Cat akrilik berbeda dengan cat lainya yang bahan pencampurannya air karena cat ini cepat kering dan tidak luntur jika terkena air.
f. Palet dan Kuas, palet merupakan alat yang digunakan untuk mencampur cat. Bentuk palet bervariasi dan biasanya terbuat dari plastic atau papan. Kuas merupakan alat untuk melukis. Pemilihan kuas disesuaikan dengan karakter gambar.
3. Cara Menggambar Ekspresif
Teknik yang digunakan dalam menggambar ekspresif pada dasarnya sama dengan teknik menggambar yang lainnya. Berikut ini hal-hal yang berhubungan dengan menggambar ekspresif :
a. Media : tidak terbatas hanya pada kanvas saja. Media lainnya seperti sepatu kanvas, tas kanvas, karton, kertas diamond, kertas linen, kertas khusus cat air, kertas dupleks, kertas daluang, triplek, hardboard dan bidang datar lainnya pun bisa digunakan.
b. Objek : mulai dari alam benda, pemandangan alam, manusia, lingkungan pasar, perkotaan sampai peristiwa peristiwa khayalan dan imajinasi.
c. Teknik : adalah dengan menafsirkan bentuk objek menjadi bentuk yang kamu inginkan atau dengan kata lain unsure emosional sangat berperan penting. Beberapa teknik menggambar ekspresif, adalah :
1) Menekankan spontanitas, maksudnya dalam menggambar pelukis harus bisa menangkap suasana secara spontan dengan cara membuat garis besarnya, kemudian secara bertahap diselesaikan atau disempurnakan.
2) Berekspresilah dengan warna dan garis secara bebas tanpa harus sesuai dengan warna dan bentuk aslinya.
3) Tuangkan emosi sesuai dengan keadaan hati. Emosi bisa dikendalikan jika kamu sering membuat gambar ekspresif.
4) Merekam suasana, artinya setiap kejadian yang kamu lihat atauketika berkhayal dapat dituangkan kedalam gambar secara ekspresif sehingga perwujudan gambar menjadi lebih dinamis dan tidak monoton atau di lebih-lebihkan.
B. Melukis Gambar Ekspresif.
1 Melukis dengan Cat Air
Untuk melukis dengan cat air, kamu harus menggunakan kertas gambar yang tebal atau kertas khusus untuk cat air. Berikut inialat dan bahan serta teknik dalam melukis menggunakan cat air.
a. Alat dan bahan
Alat dan bahan yang digunakan adalah :
· Cat air berbagai warna
· Kertas gambar khusus cat air atau bisa kertas tebal
· Kuas untuk mewarnai
· Selotape kertas untuk menempelkan kertas pada triplek
· Triplek untuk alas kertas
· Lap untuk membersihkan kuas
· Palet untuk mencampur warna
· Gelas untuk menaru air.
b. Teknik.
· Ada beberapa teknik yang digunakan untuk menggambar dengan cat air, namun yang paling umum digunakan adalah teknik wet on wet.teknik ini dilakukan dengan mencampur warna di atas lapisan yang masih basah.untuk melakukannya, kamu harus teliti agar kertastidak sobek sehinggamerusak gambar yang sudah dibuat.
· Teknik transparant/tembus pandang, harus tipis tipis dan halus dalam sapuan kuas, menunggu kering apabila warna yang sudah ada ingin di tindih atau ditumpangi warna diatasnya.
c. Langkah kerja
Berikut ini langkah-langkah yang dapat kamu ikuti untuk membuat lukisa yang diwarnai dengan cat air :
· Siapkan kertas gambar
· Rekatkan kertas gambar pada papan tripleks agar kertas tidak mengerut atau bergelombang.
· Siapkan cat air pada palet dan air dalam gelas
· Siapkan kuas yang akan digunakan, bisalebih dari satu kuas.
· Buatlah sketsa gambar pada kertas gambar
· Warnai gambar dengan cat air
· Gunakan kuas berukuran besar untuk bagian latar (bacground)
· Berlatihlah menggores dengan sapuan yang halus dan tipis (transparant)
BAB 4
KARYA SENI RUPA MURNI INDONESIA
A. Sejarah Perkembangan Seni Lukis Indonesia
Secara garis besar perkembangan seni rupa Indonesia meliputi seni prasejarah, sejarah seni Indonesia-Hindu, seni Indonesia-Islam, dan seni Indonesia Modern, yaitu :
1 Sejarah Lukis Prasejarah Indonesia
Pada zaman tersebut lukisan dibuat pada dinding-dinding gua dan karang. Salah satu teknik yang digunakan oleh orang-orang gua melukis di dinding dinding gua adalah menempelkan tangan di dinding gua, lalu disemprot dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna. Teknik ini dikenal dengan nama aerograph. Pada umumnya tujuan dan tema yang dipilih untuk membuat lukisan-lukisan tersebut adalah magis. Contoh karya seni tersebut bisa dilihat di gua leang-leang Pattekere di maros. Lukisan tersebut menggambarkan adegan perburuan, ada juga lukisan pada dinding-dinding gua tersebut dipantai selatan Irian jaya (Papua). Hal yang menarik perhatian pada lukisan yang tersebar di daerah yang amat luas itu adalah siluet tangan yang terdapat dimana-mana. Cap tangan terdapat pula di Sulawesi Selatan, pada lukisan ditebing batu di teluk Sulaeman Seram, di teluk Berau papua, dan di pulau arguni dan kepulauan Kei. Selain motif bayangan tangan, motif yang terdapat di banyak tempat ialah sosok manusia, ;perahu, matahari, bulan, burung, ikan, kura-kura, kadal, kaki, dan babi rusa.
2 Seni Lukis Hindu Klasik Indonesia
Zaman ini merupakan babak baru dalam periodisasi kebudayaan karena masuknya pengaruh Hindu. Di Indonesia dapat dikatakan sebagai zaman sejarah karena pada`zamanini telah diketemukan peninggalan berupa tulisan. Hal ini terjadi karena adanya kontak kebudayaan dengan India sekitarabad ke – 5 M.
Tema yang digunakan pada suatu karya seni pada masa ini antara lain tema agama, mitologi, legenda, dan cerita sejarah. Contohnya lukisan Bali klasik yang berisi cerita Ramayana dan mahabhrata. Gaya yang dipakai pada pahatan dinding candi zaman majapahit adalah wayang dengan komposisi mendatar yang padat sarat dengan stilasi.Gaya wayang ini menunjukan tanda persamaan dengan dalam stilasi bentuk tokoh cerita wayang kulit dan lukisan Bali Klasik. Warna lukisan terbatas pada warna-warna yang dapat dicapai bahan alami seperti kulit kayu, daun-daunan, tanah, dan jelaga. Lukisan dibuat pada pada kain yang memanjang tanpa dipasang bingkai rentangsehingga hasilnya menyerupai lukisan gulungan. Seperti juga pahatan dinding candi dan gambar lontar. Fungsi dari lukisan bali Klasik adalah sebagai media pendidikan sesuai dengan ajaran agama atau falsafah hidup zaman Hindu. Seni lukis bali mulai berlangsung keyika kebudayaan Hindu Jawa Timur terdesak oleh kebudayaan Islam. Perkembangan seni lukis Hindu-Bali dapat diuraikan di uraikan dalam tiga bagian, yaitu seni lukis Kamasan, seni lukis Pita Maha, dan seni lukis Seniman Muda.
3 Seni Lukis Islam Indonesia
Pada seni Islam, terdapat suatu pantangan untuk melukiskan motif makhluk hidupdalam bentuk realistis. Para seniman melakukan upaya kompromistis dengan kebudayaan sebelumnya.
Dalam hal ini toleransi Islam mendukung proses kesinambungan tradisi seni rupa sebelumnya, tetapi dengan nafas baru, seperti hiasan dengan motif stilasi binatang dn manusia dipadukan dengan huruf Arab, baik dalam penerapan elemen estetis pada masjid, penggarapan seni kriya, lukisan atau kaligrafi. Adapun pembuatan patung, dibuat demikian tersamar sehingga seolah-olah gambaran ini hanya berupa hiasan dedaunan atau flora.
Biasanya lukisan dibuat sebagai hiasn yang menggambarkan cerita-cerita tokoh dalam pewayangan atau lukisan binatang candra sangkala dan tentang riwayat nabi. Adapun bentuk lukisan yang disamarkan seperti lukisan kaca yang berasal dari Cirebon.
4 Seni Lukis Indonesia Baru
Seni lukis Indonesia baru berkembang setelah masa seni lukis Islam. Berikut ini latar belakang lahirnya seni lukis Indonesia Baru beserta perkembangannya.
a. Latar Belakang.
Karya seni lahir dari jiwa seorang seniman melalui pengolahan media dengan bahan, alat, dan teknik tertentu. Tidak dipungkiri bahwa karya seni seringkali menampilkan hal-hal yang khasdan unik dari suatu pribadi. Perkembangan seni lukis Indonesia dipengaruhi kuat oleh kekuatan sejarah. Latar belakang lahirnya seni lukis Indonesia adalah sebagai berikut :
1) Warisan Budaya : merupakan bagian dalam pembentukan watak seseorang manusia berdasar pada hubungan manusia dengan keadaan di sekelilingnya. Didalamnya terkandung hubungan kejiwaan antara intuisi manusia dan emosi manusia dengan realitas yang tak terumuskan.
2) Kekuatan Sejarah : berupa kejadian-kejadian dan gejala-gejala sosial yang berlangsung disekeliling seniman. Kehidupan sosial dengan pergolakan dan perjuangan nasional. Tumbuhnya kesadaran nasional yang mencetuskan Sumpah Pemuda pada 1928 pun merupakan gejala masyarakat yang menjado dorongan kuat di masa awal perkembangan seni lukis Indonesia baru.
3) Pengaruh Barat : kenyataan yang juga merupakan kekuatan sejarah. Masa penjajahan, misalnya, mengakibatkan persentuhan antara seni lukis Indonesia pada awal pembentukannya dengan seni lukis barat. Majunya media komunikasi dunia dan pencampuran peradaban dunia seni rupa pun menjadi masalah khusus.
b. Perkembangan Seni lukis Indonesia Baru.
Seni rupa modern di Eropa diproklamirkan sejak munculnya aliran post impresionisme (awal abad ke-18). Saat itu ruang untuk kebebasan mencipta karya seni terbuka lebar yang diawali dengan tumbuhnya sukap individualistis dalam berkarya. Persentuhan seni kolektif Indonesia dan seni modern Eropa berjalan melalui pelukis-pelukis Eropa yang datang ke Indonesia. Pada zaman seni rupa Indonesia baru ini, terjadi beberapa perkembangan seperti berikut :
1) Masa Raden Saleh (perintisan)
Pada pertengahan abad ke-19, dunia seni lukis atauseni gambar seniman seniman Indonesia masih mengacu gaya tradisional yang berkembang didaerah-daerah. Sebagian besar karya seni tersebut menyimpan potensi dekoratif. Misalnya, lukisan di bali dan jawa serta ornamen di Toraja dan Kalimantan. Sebagian ahli memandang Raden Saleh Syarif Bustaman (1807-1880) sebagai perintis seni lukis modern Indonesia. Ungkaoan ini tidak berlebihan mengingat R. Saleh merupakan orang Indonesia pertama yang mendapat bimbingan melukis secara khusus dari pelukis-pelukis bergaya naturalis dan realis keturunan Belgia yang pernah tinggal di Indonesia, yakni A.A.J. Payen. Atas rekomendasi payen dan didukung oleh C. Reinwart, Raden Saleh berkesempatan belajar di Eropa. R Saleh di Eropa mendapat bimbingan dari pelukis potret terkemuka, Cornellius Krusemen dan pelukis Pemandangan alam, Andreas Schefhout. Lebih 20 tahun lamanya R. Saleh berada di Eropa, pada tahun 1851 ia menyempatkan pulang ke Indonesia. Dan pada tahun 1879 ia menetapkan pulang ke Indonesia dan selanjutnya bermukim di bogor. Setahun kemudian, tepatnya 23 April 1880, beliau wafat di Bondongan, Bogot. Karya lukis tersirat memuat kebangsaan yang tersembunyi yaitu Antara Hidup dan Mati. Karya ini memperlihatkan pertarungan antara seekor Banteng (symbol keperkasaan dan kekuatan bangsa Indonesia) dan dua ekor singa (symbol kerakusan dan ketamakan penjajah). Demikian pula lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro.
2) Masa Indonesia Jelita (Mooi Indie)
Pada awalabad ke-20, munculah Abdullah Suryosubroto yang juga keturunan bangsawan Solo, pada dasarnya Abdullah ke Eropa bermaksud mempelajari ilmu kedokteran. Namun niat itu berubah karena ketertarikannya terhadap dunia seni lukis yang kemudian mengantarkannya menjadi mahasiswa pada salah satu akdemi kesenian di Eropa. Sepulan dari Eropa, Abdullah S.R (1878-1941) bermukim di Bandung dan kemudian mengembangkan gaya melukis sendiri,yang kemudian dikenal sebutan Indonesia Jelita (Mooi indie). Gaya ini menekankan pada keelokan dan suasana kehidupan bangsa Indonesia dengan alamnya yang subur dan masyarakatnya yang tentram. Pemandangan alam merupakan objek yang sangat dominan. Apa saja yang indah dan romantis terlihat menyenangkan, tenang, damai, apalagi lukisan wanita-wanitanya yang elok nan cantik. Lukisan-lukisan itu hanya membawa satu makna, yaitu ‘Indies yang molek’ bagi orang asing dan para wistawan. Pelukis pribumi yang gemar dengan gaya ini adalah, Wakidi, M. Pirngadie, Basuki Abdullah, dan Wahdi. Pelukis asing antara lain W.G Hofker (Belanda), R.Locatelli (Italia), Le Mayeur (Belanda), Roland Strasser (Swiss), E. Dezentje (Belanda), Rudolf Bonnet (Belanda).
3) Masa Cita Nasional
S. Sudjojono (1913-1986) sebagai penggerak kelompok ini sama sekali tidak pernah belajar seni rupa ke Eropa. Pelukis-pelukis yang tergabung dalam kelompok ini antara lain Agus Djaya Suminta, L.Sutioso, Rameli, Abdul Salam, Otto Jaya, S. Sudiarjo, Emiria Sunassa, Saptarita Latif, Herbert Hutagalung, S. Tutur, Hendro Jasmara, dan Sutioso.
Untuk memperkokoh gerakan dan menyamakan persepsi, kelompok ini kemudian membentuk Perkumpulan Ahli Gambar Indonesia (PERSAGI) pada tahun 1938 di Jakarta. Karena tujuanya adalah menggalang solidaritas nasional antar seniman local dalam mengembangkanseni lukis yang bercorak Indonesia asli, mereka senantiasa membuat sketsa-sketsa tentang corak kehidupan masyarakat saatitu di berbagai tempat.
4) Masa Pendudukan Jepang
Pada zaman pendudukan Jepang, tepatnya pada tahun 1942, PERSAGI dipaksa bubar. Seniman yang lahir dari kalangan grass root (akar rumput), yakni masyarakat bawah, jumlahnya semakin banyak. Sementara itu, tentara pendudukan Jepang yang berkuasa pada saat itu sangat jeli melihat perkembangan kesenian Indonesia. Pada tahun 1945, mereka mendirikansebuah lembaga dengan nama Jepang Keimin Bunka Shidoso (Pusat Kebudayaa) yang pengajarnya merupakan mantan anggota PERSAGI seperti Agus Djaya Suminta dan S. Sudjojono. Mereka meyediakan sarana dan prasarna berkesenian. Kemudian muncul wadah tempat penampungan aspirasi rakyat, dibentuklah lembaga yang berupaya mempersiapkan segala sesuatu hal yang mungkin terjadi. Lembaga ini didirikan oleh Ir. Soekarno, K.H. Mansur, dan KI Hajar Dewantara dengan nama Poesat Tebaga Rakjat atau POETRA. Salah satu bidang yang dikelola lembaga ini adalah seni lukis. Pelukis yang aktif dalam lembaga POETRA adalah para pelukis berbagai aliran seperti S. Sudjojono, Affandi, Hendra Gunawan, Sudarso, Barli Sasmita dan Wahdi.
5) Masa Sesudah Kemerdekaan
Pada tahun 1946 di Yogyakarta, affandi, Rusli, Hendra Gunawan, dan Harijadi membentuk perkumpulan Seni Rupa Masyarakat. Setahun kemudian, yaitu 1947 mereka bergabung dengan perkumpulan Seniman Indonesia Muda (SIM) yang dibentuk pada 1946 di Madiun dengan pelopor S. Sudjojono. Namun adanya pertentangan internal diantara pengurus membuat Affandi dan Hendra Gunawan keluar dari SIM dan membentuk kelompok Peloekis Rakjat, yang didalamnya terdapat Soedarso, Kusnadi, sasongko, Dullah, Trubus, Sumitro, Sudoarjo, dan Setijoso.
6) Masa Pendiddikan Formal
Pada tahun 1949,R.J Katamsi dengan beberapa seniman anggota SIM, Pelukis Rakjat, POETRA, dan budayawan Tamansiswa merintis Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) yang kini berubah menjadi Institut Seni Indonesia ISI. Yang tujuanya mendirikan akademi ini adalah untuk mencetak calon-calon seniman. Para tokoh ASRI antara lain S. Sudjojono, Hendra Gunawan, Djajengasmoro, Kusnadi, Sindusiswono. Sementara itu di bandung pada tahun 1950 berdiri Balai Perguruan Tinggi Guru Gambar yang dipelopori Syafe’i Soemardja. Sejak tahun 1959, lembaga ini berunah nama menjadi jurusan Seni Rupa pada Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada tahun 1964, berdiri pula jurusan Pendidikan Seni Rupa IKIP Bandung (saat ini bernama Universitas Pendidikan Indonesia) yang dipelopori oleh Barli, Karmas, Popo Iskandar, Radiosuto dan Wiyoso Tudoseputo. Sebagian alumni Jurusan Seni Rupa IKIP Bandung yang menekuni seni lukis adalah seniman Oho Garha, Nana Banna, Hidayat, Dadang MA, dan Hardiman. Beberapa tahun kemudian dibuka Jurusan Seni Rupa IKIP lainnya di seluruh Indonesia.
7) Masa Seni Lukis baru di Indonesia
Sekitar tahun 1974 lahirlah kelompok seniman mudadi berbagai daerah. Para seniman muda yang tergabung dalam gerakan ini antara lain Jim Supangkat, S. Prinka, Satyagraha, F.X. Harsono, Drde Eri Supria, dan Munni Ardi. Pameran perdana mereka yang diadakan di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta banyak mengundang perhatian. Karya-karya seniman baru yang kebanyakan masih kuliah itu didasari oleh alas an-alasan sebagai berikut :
· Membongkar peristilahan seniman sebagai atribut yang hanya dilekatkan pada kalangan akademis saja, sementara masyarakat kecil yang bergiat dalam kesenian tidak mendapat tempat yang semestinya.
· Menggugat batasan-batasan seni yang sudah lama dipancangkan oleh seniman tua. Ini berarti menghindari adanya pembingkaian seni dalam satu kaca mata.
· Berusaha menciptakan sesuatu yang baru dengan berbagai media, konsep berkarya, dan lain-lain. Penciptaan karya seni tersebut tidak terkecuali seni yang diterapkan pada hal yang dipndang sakral.
B. Sikap Apresiasi Seni Rupa Murni Nusantara
1 Proses Berkarya Seni Rupa
Untuk mendapatkan pengakuan dari dunia luar, seorang seniman harus bekerja dengan kesungguhan dan hati, bekerja terus-menerus dengan memperbanyak praktek dan terus mengolah imajinasi pengetahuan teknik.
1 Mengapresiasi Karya Seni Rupa Murni
Tujuan poko dari apresiasi seni secara umum adalah menjadikan masyarakat dapat menerima dan menikmati sebuah karya atau masyarakat menjadi peka seni. Dari proses inilah nantinya masyarakat mau dan mampu untuk mengomentari sebuah karya. Komentar dilontarkan oleh masyarakat akan membentuk sebuah opini tentang seni. Opini bisa bersifat khusus tentang hal kekaryaan seperti warna dan bentuk, atau kekaryaan seperti ide, gagasan, makna, pesan, dan tujuanpembuatan karya. Komentar dan opini inilah yang dalam seni rupa sering disebut dengan kritik seni.
2 Tahapan Mengapresiasi Karya Seni Rupa Murni
Ada tahapan dalam mengapresiasi karya seni rupa murni sepert senilukis, seni patung, dan seni grafis adalah sebagai berikut :
a. Tahap Awal : tahap ketika seorang pengamat melihat sebuah karya, baik karya yang dipamerkan maupun melihat karya tertentusecara sekilas. Tahap ini disebut juga dengan tahap perkenalan.
b. Tahap Penghayatan : merupakan tahap dimana seorang pengamat berupaya untuk mengamati lebih jauhl agi dan berusaha untuk memahami serta menghayati sebuah karya.
c. Tahap Penilaian : merupakan tahap pengambilan keputusan berdasarkan pertimbangan-pertimbangantertentu tentang bernilai atau berharganya suatu karya seni. Tahapan ini juga dapat dikatakantahap penghargaan dengan menentukan apakah karya yang sedang diapresasi baik atau indah.
Dalam mengapresiasi sebuah karya seni rupa kamu dapat memahami, menghayati, menilai, memberikan keputusan terhadap sebuah karya seni secara bebas. Hal tersebut dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini :
1) Mendeskripsikan (pemaparan) sebuah karya dengan cara menemukan dan mencatat sesuatu yang dilihat apa adanya, namun tidak mengambil kesimpulan apapun.
2) Uraian kebentukan (formal), yaitu tahapan menelusuri sebuah karya berdasarkan strukturnya, baik itu warna, garis, bentuk, maupun teksturnya.
3) Penafsiran makna yang meliputi tema yang digarap dan masalh-masalh yang dikemukakan.
4) Penilaian, yaitu tahapan untuk menetukan derajat suatu karya seni.
BAB 5
PAMERAN DAN PERGELARAN
A. Pengertian Pameran dan Pergelaran
Pameran seni rupa merupakan kegiatan mempertunjukan karya seni rupa kepada orang lain untuk mendapatkan tanggapan dan penilaian. Pameran mengandung arti bahwa suatu yang dipertunjukan bersifat statis (diam).Sesuatu dipertunjukan atau ditempatkan dengan tujuan diamati, dihayati, dinikmati, dan dihargai. Selain itu suatu usaha untuk berdialog dengan masyarakat dan mencari identitas lingkungan, pamera berfungsi juga untuk menemukan jejak pribadi seorang seniman.Pergelaran mengandung arti bahwa hal-hal yang dipertunjukan bersifat dinamis (bergerak).Pergelaran merupakan suatu bentuk kegiatan untuk menampilkan atau memperkenalkan barang, jasa, atau prestasi kepada publik. Tujuan pergelaran adalah sebagai bentuk informasi atau media komunikasi dan juga membangkitkan semangat pengunjung.
B. Prinsip-prinsip Pameran dan Pergelaran :
1. Perencanaan (Planning)
v Menentukan tema : Merupakan pokok pikiran yang menjiwai seluruh kegiatan.Menetukan tema harus sesuai tujuan pameran.
v Menentukan rencana kegiatan pameran : Rencana kegiatan antara lain : jenis karya,waktu, alokasi, jumlah dana, bentuk kegiatan.
v Menyusun program kegiatan : Perlu dirumuskan tujuan umum pameran,waktu, panitia,hasil karya,bentuk,biaya.
v Menentukan tempat Pameran : Ruang yang cocok dan strategis sebagai tempat pameran atau pergelaran.
2. Pengelolaan (Organizing) Mengorganisasi kegiatan pameran adalah melakukan kegiatan pengelolaan sumber daya manusia berdasarkan struktur organisasi.
v Membentuk kepanitiaan : Struktur organisasi : Pembimbing, Ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, Seksi penyeleksi karya, seksi acara, seksi display, publikasi, dokumentasi, perlengkapan, penerima tamu, keamanan dan lain-lainya.
v Menyusun rencana kerja dan jadwal kerja : Rencana kerja adalah rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. Jadwal kerja merupakan urutan-urutan waktu pelaksanaan suatu rencana kegiatan.
v Memilih karya : Memilih karya yang sudah di seleksi.
v Pendalaman karya pribadi : Tujuannya untuk menambah kualitas karya
tersebut.
3. Pelaksanaan :
v Pengorganisasiannya : Merupakan kegiatan mengatur, membagi tugas, rapat, mengawasi dan bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan.Tugas Koordinasi tanggung jawab ketua panitia.
v Penataan Ruang : Dilakukan untuk menciptakan suasana nyaman, aman, lancar.
4. Pengontrolan atau Penilaian Acara : Yang perlu dikontrol antara lain
v Organisasi penyelenggara : yang dinilai adalah menguraikan pola atau tata kerja penyelenggara pameran.
v Kualitas Karya : yang dinilai menguraikan kelebihan dan kekurangan karya seni.
C. Ragam Pameran Seni Rupa :
Ragam pameran ada 2 yaitu :
1. Berdasar karya yang dipamerkan :
a. Pameran Homogen : Pameran yang hanya memamerkan satu jenis karya saja, lukisan saja, patung saja.
b. Pameran Heterogen : Pameran yang memamerkan berbagai jenis karya, lukisan, patung, grafis di jadikan satu.
2. Berdasarkan jumlah pesertamya :
a. Pameran Tunggal : Pameran jumlah pesertanya satu orang.
b. Pameran Kelompok : Pameran yang jumlah pesertanya lebih dari satu orang
3. Berdasarkan jenis-jenis karya seni rupa yang dapat dipamerkan, karya seni :
· Patung
· Kerajinan
· Ilustrasi
· Tekstil
· Lukis
· Keramik
· Grafis
· Ukir
A. Seni Rupa Murni
Bentuk karya seni rupa terdiri atas bentuk dua dimensi (dwimatra),yang memiliki ukuran panjang dan lebar, hanya bisa dinikmati dari satu sudut pandang. Contohnya lukisan, batik, ilustrasi, dan tiga dimensi (trimatra), memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggidapat dilihat dari berbagai arah. Contohnya adalah patung, wayang golek,diorama, arsitektur, meja, dan kursi.
Secara umum seni rupa terbagi dua cabang, yaitu seni rupa murni (pure art/fine art) dibuat dengan fungsi keindahan. Contohnya adalah seni patung dan seni lukis.Dan seni murni terapan (appied art),dibuat bukan hanya fungsi keindahan, namun dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya ukiran kursi, vas bunga, tas dan kipas.
1 Seni Lukis
Seni lukis adalah seni yang mengekspresikan pengalaman artistic seorang seniman melaluibidang dua dimensi. Para seniman seni lukis memanfaatkan unsure bidang, warna, tekstur, bentuk, nada, komposisi, dan ritma serta ungkapan ide, gagasan, tema, isi, dan perasaan untuk membuat sebuah karya seni.
Berdasarkan media, bahan, dantekniknya, seni lukis dapat dibedakan menjadi, beberapa macam, antara lain :
a. Lukisan Cat Minyak (Oil Painting) adalah lukisan yang menggunakan cat berupa tepung atau pasta yang dilarutkan/dicampur dengan minyak (lijn oil). Media yang digunakan untuk melukis adalah kanvas, triplek, atau kertas. Alat yang digunakan untuk melukis adalah kuas atau pisau palet. Cat minyak yang digunakan biasanya dijual dalam bentuk kemasan(tube) salah satu pelukis Indonesia yang menggunakan cat minyak adalah Ivan Sagito.
b. Lukisan Cat Air (Water Colour) adalah lukisan yang menggunakan media cat air yang memiliki sifat transparant (tembus pandang)/aquarel yang dilarutkan dengan air. Medianya membuat lukisan cat air dengan umumnya lertas putih atau kertas khusus cat air.
c. Lukisan Pastel (Oil Pastel) adalah lukisan yang menggunakan butiran pigmen warna yang telah dipadatkan seperti batangan kapur. Cara melukisnya dengan menggoreskan batangan ke atas permukaan kertas bertekstur atau kanvas. Lukisan ini menghasilkan jejak-jejaktekstur yang tidak rata.
d. Lukisan Arang (Conte) adalah lukisan yang menggunakan arang (conte) dapat menghasilkan lukisan berkesan gelap terang. Pengaturan nuansa bentuk dan cahaya sangat menonjol dari lukisan ini. Lukisan arang tidak hanya berwarna hitam saja, dewasa ini banyak dipakai warna-warna yang lain seperti merah, biru, coklat, krem dan hiaju. Conte biasannya berbentui serbuk tapi adapula yang berbentuk batangan seperti pensil. Cara penggunaan dibiasanya digosok menggunakan kapas atau kuas.
e. Lukisan Al-Fresco : termasuk jenis lukisan dinding (mural). Al-fresco sendiri mengandung arti fresh atau segar.
Teknik melukis dikerjakan dengan teknik tempera yang dibuat pada saat tembok masih dalam keadaan basah, kemudian dilapisi dengan “lepa” sehingga catnya mudah meresap dan tahan lama. Lukisan ini berkembang pada zaman renaissance pada diding gereja. Salah satu seniman yang terkenal adalah Michaelangelo yang melukis pada kubah gereja St. Pieters di Roma dan lukisan Raphael di Istana Vatican.
f. Lukisan al secco : media yang digunakan untuk lukisan al secco sama dengan lukisan al fresco, namun lukisan al secco dilukis setelah temboknya kering. Contohnya lukisan Leonardo da Vinci berjudul The Last Super menghiasi gereja Santa Maria Delle Grazie di Milan (Italia).
g. Lukisan Tempera : adalah lukisan yang dibuat ditembok (mural). Setelah tembok kering, catnya diaduk dengan bahan perekat, bahkan ada kalanya cat air dicampur dengan putih telur sehingga hasilnya seperti cat minyak. Lukisan tersebut disebut juga Gouace. Lukisan tempera banyak ditemukan di daerah Eropa. Lukisan ini menjadi hiasan dinding gereja dan istana. Puncak kemegahan lukisan ini adalah pada zaman Renaisance.
h. Lukisan Azalejo : adalah lukisan yang dikerjakan dengan cara menenpel potongan dari suatu bentuk tertentu sesuai dengan pola gambar.
i. Lukisan Mozaik : adalah lukisan yang menggunakan teknik menempelkan pacahan kaca,porselen, nulir mineral, batu berwarna atau biji-bijian yang disusun sesuai pola gambar. Biasannya dilukiskan pada diding, bangunan, lantai, dan langit-langit. Lukisan ini ditemukan di Tiongkok, mesir Kuno, Yunani, Romawi, India juga dikembangkan di Indonesia.
j. Lukisan Intersia : lukisan intarsia tekninya sama dengan mozaik, hanya bahan yang ditempelkan berupa kayu tipis atau kulit kayu pada papan yang diberi warna-warni. Lukisan ini banyak ditemukan di Jepang, Tiongkok, dan Swiss.
k. Lukisan Kolase (collage) : adalah lukisan yang menggunakan teknik temple, patri, las, ikat, renda, jahit, dan jalin. Media yang digunakan bisa barang bekas seperti onderdil mesin, limbah, papan, kulit kayu, kerang, kain perca, bulu binatang, dan serat.
l. Lukisan Kaca (Glass Painting) : lukisan yang dibuat dengan menempelkan bagian kaca yang satu dengan kaca yang lain dengan bantuan timah. Kaca-kaca tesebut dibentuk dan ditempelkan sesuai dengan pola tertentu dengan warna-warna yang beragam. Lukisan kaca berkembang pada zaman Ghotic di Eropa dan digunakan untuk menghiasi gereja-gereja Katolik. Lukisan kaca dapat juga dibuat dengan cara dilukis dengan menggunakan cat minyak. Caranya adalah melukis terbalik sehingga hasilnya berada dibelakang kaca. Di Indonesia lukisan ini berkembang pesat di daerah Trusmi Cirebon ( Jawa Barat).
m. Lukisan Batik (Batik painting) : membuat batik bahannya pada kain diperlukan kain, lilin cair, dan canting. Sedangkan membuat lukisan batik diperlukan kain dan cat berupa naphtol dan indigos..Hasil lukisan batik ini lebih ekspresif dibandingkan denganbatik yang dibuat dengan canting. Beberapa seniman yang menonjol dalam teknik ini diantaranya Amri Yahya, Abas Alibasyah, Bambang Utoro, Bagong Kussudiarjo, dan Kuswaji Kawendro.
2 Seni Patung
Seni patung merupakan suatu bentuk pengungkapan pengalaman artistik seniman yang ditampilkan dalam wujudkarya tiga dimensi (trimatra). Hasil karya ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.
a. Bahan dan Teknik Pembuatan Patung.
Untuk membuat sebuah patung ada beberapa bahan dan teknik yang di gunakan. Berikut ini diantaranya :
1) Bahan keras : dapat berupa kayu, batu cadas atau andesit, logam, gading, tulang, dan tanduk. Teknik yang dapat digunakan untuk membuat patung dari bahan keras adalah dengan teknik pahat, kecuali bahan yang terbuat dari logam. Semnetara yang terbuat dari bahan keras logam seperti perunggu, kuningan, emas, perak, tembaga, besi bisa dilakukan dengan teknik cor (bivalve dan a cire perdue), tempa, patri, dan las tuang.
2) Bahan palstis : dapat berupa tanah liat, semen, plastisin, lilin, bubur kertas, sabun, dan gips. Patung dari bahan plastis bisa dibuat dengan teknik membentuk, membutsir, mencetak, nodelling, coiling, pijit, dan slabing.
b. Bentuk dan Wujud Seni Patung
Berikut ini beberapa bentuk dan wujud patung :
· Bagian kop : pembuatan patung yang hanya menggambarkan bagian kepala saja.
· Bagian buste : merupakan pembuatan patung yang menggambarkan bagian dada atau bentuk dada dan kepala.
· Bagian torso : merupakan pembuatan patung yang menggambarkan badan.
c. Teknik Membuat Patung
Dalam membuat patung seorang seniman dapat menggunakan berbagai teknik bergantung pada bahan dan keahlian yang dimilikinya. Teknik-teknik tersebut, antara lain :
1) Teknik mengecor : adalah teknik yang dipakai jika media yang digunakan bersifat cairan. Sebelum mengecor seorang pematung harus membuat cetakan terlebih dahulu. Untuk mendapat cetakan, pematungharus membuat model patung jadi atau model positif, setelah itu pematung membuat cetakan negatif. Bahan yang digunakan untuk membuat patung berbeda dengan bahan untuk membuat cetakannya. Contohnya, jika bahan yang digunakan untuk membuat patung adalah logam, maka bahan untuk embuat cetakannya adalah gips atau tanah liat. Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat cetakan adalah bagian yang satu dengan yang lain diusahakan tidak terkunci, supaya mudah dilepas. Ada dua jenis cetakan teknik mengecor patung menggunakan teknik, yaitu :
a. Bivalve yaitu teknik mengecor dengan cetakan yang dapat dibongkar pasang. Teknik ini dipakai untuk mendapatkan hasil dalam jumlah banyak dengan model yang sama.
b. A cire perdue dpakai hanya untuk mendapatkan satu hasil, sekali pakai. Cetakan terbuat dari bahan yang mudah dipecahkan seperti tanah liat, gips.
2) Teknik modeling : adalah teknik membuat suatubentukdengan caramemijit, meremas, dan membentuk sesuai yang diinginkan. Bahan yang digunakan adalah bahan yang bersifat plastis seperti, tanah liat, platisin, lilin, dan bubur kertas.
3) Teknik Konstruktif (Menempel) : teknik membuat patung dengan cara menempelkan bagian yang satu dengan yang lain sedikit demi sedikit sehingga menjadi sebuah karya patung. Bahan yang dipergunakan bervariasi, bisa tanah liat, lilin, logam, dan bubur kertas.
B. Sikap Apresiatif terhadap Karya Seni Murni
1 Seni Lukis
Dalam membuat sebuah karya seni lukis, para seniman menentukan tujuan pembuatan karya, antara lain :
a. Tujuan Religius : menjadikan lukisan yang dibuatnya sebagai pengabdian yang ditujukan kepada Tuhan, nenek moyang, atau para Dewa. Contohnya lukisan pada gua Leang-leang di Maros, Sulawesi selatan.
b. Tujuan Magis : menjadikan lukisan yang dibuat mendatangkan magis atau sihir. Lukisan tersebut bersifat primitif.
c. Tujuan Simbolis : kegiatan melukis untuk melambangkan suatu cita-cita kehidupan pribadi atau kelompok. Misalnya, cita-cita kebahagiaan, kedamaian, kekuatan, dan kehendak positif yang bermanfaat bagi manusia. Contohnya lukisan yang dibuat dengan tujuan simbolis adalah lukisan kepahlawanan P. Diponegoro karya basuki Abdullah.
d. Tujuan Estetis : kegiatan melukis dengan semata-mata mengutamakan rasa keindahan saja sehingga lukisannya dapat dinikmati sebagai penghias dekorasi. Contohnya lukisan pemandangan.
e. Tujuan komersial : melukis dengan mengutamakan selera pembeli. Contohnya adalah para pelukis dijalan.
f. Tujuan Ekspresi : melukis untuk mengekspresikan perasaannya sendiri, tanpa melihat unsure-unsur lain.
2 Seni Patung
Dalam pembuatan seni patung, para seniman juga menentukan tujuan pembuatan karya-karyanya. Berikut ini beberapa diantaranya :
a. Tujuan Religius : untuk acara keagamaan. Contohnya arca-arca yang terdapat pada candi-candi yang metupakan perwujudan dari dewa.
b. Tujuan Monumen : bertujuan untuk politis, historis, simbolis, dan filosofis. Contohnya patung Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan patung Jendral Soedirman, Monumen Serangan Oemum 1 maret di Jogjakarta.
c. Tujuan Kebesaran Raja : dibuat untuk menghormati dan mengagungkan raja. Contohnya Ratu Ken Dedes sebagai Devi Prajnaparamitha.
d. Tujuan Ekspresif : bertujuan dibuat semata-mata hanya mengutamakan segi ekspresi estetis, ide, gagasan, dan persaan seniman saja. Contohnya beberapa seniman patung yang bertujuan ekspresif adalah Edi Soenarso, Nyoman Nuarta, Saptoto, G. Sidharta, Rita Widagdo, dan I Gusti Nyoman Lempad.
BAB 2
SENI RUPA MURNI NUSANTARA DAN MANCANEGARA
Konsep Seni Rupa Murni Nusantara dan Mancanegara
Karya seni rupa murni banyak diproduksi oleh perupa di nusantara dan mancanegara :
Di Nusantara antara lain :
v Seni Lukis :R. Saleh, Abdullah Surjosubroto, Wakidi, Basuki Abdullah, Affandi, S. Sudjojono, dan Dullah.
v Seni Patung : Nyoman Tjokot, But Muchtar, Nyoman Nuarta, Rita Widagdo, G. Sidharta, dan Dewa Made.
v Seni Grafis : Abdul Salam, Mochtar Apin, Oesman Effendi, I Made Daryana, Widayat, dan AD Pirous.
Mancanegara :
v Seni Lukis : Vincent van Gogh dan Rembrandt van Rijn dari Belanda,Claude Monet, Paul Cezanne, dan Paul Gauguin dari Prancis, Salvador Dali dan Pablo Picasso dari Spanyol, Leonardo da Vinci dari Italia, Jackson Pollock dari Amerika.
v Seni Patung : Michelangelo dari Italia dan Auguste Rodin dari Perancis
Dengan demikian, dapat dikatakan Seni Rupa murni nusantara adalah gagasan manusia yang berisi nilai nilai budaya nusantara yang di ekspresikan melalui pola kelakuan tertentu dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan prinsip tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna. Seni rupa murni nusantara adalah seni rupa murni yang berisi nilai-nliai budaya nusantara.Sedangkan seni rupa murni mancanegara adalah seni rupa murni yang berisi nilai-nilai budaya mancanegara.
Ragam Seni Rupa Murni Nusantara dan Mancanegara.
1. Seni Lukis : Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa yang berdimensi dua. Melukis adalah kegiatan membubuhkan cat (kental maupun cair) di atas bidang datar. Dari membubuhkan cat diharapkan dapat mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif. Nilai-nilai yang melekat pada lukisan dipengaruhi oleh budaya yang dimiliki pelukisnya.Seni lukis Indonesia berkembang, pada gilirannya nanti ikut mempertegas jati diri seni budaya nusantara, sedangkan seni lukis mancanegara menjadi pembanding seni budaya nusantara.
2. Seni Patung : Seni patung merupakan cabang dari karya seni rupa yang berdimensi tiga. Membuat patung berarti membuat benda tiga dimensi dengan bahan, alat, dan teknik tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna.
3. Seni Grafis : Seni grafis merupakan salah satu cabang dari seni rupa yang berdimensi dua. Dari segi teknik pembuatannya menggunakan teknik mencetak dengan berbagai cara yaitu teknik cetak tinggi, cetak dalam, cetak saring dan cetak cahaya atau photography.
Gaya Seni Rupa Murni Nusantara dan Mancanegara :
Gaya/corak atau aliran dalam seni rupa beraneka ragam, secara garis besar, gaya karya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1. Tradisional : Gaya ini juga terbagi menjadi dua yaitu primitif dan klasik
2. Modern : Yang dimaksud modern adalah corak karya seni rupa yang sudah mengalami kemajuan, perubahan dan pembaharuan. Secara umum, modernisasi gaya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :
v Representtif : Representatif dari representasi yang mengandung pengertian sesungguhnya, nyata, atau sesuai keadaan.Gaya seni rupa yang tergolong representasi antara lain :
ü Romantisme : Romantisme dari kata roman yang berarti cerita isme yang berarti aliran/gaya.Romantisme adalah gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya mengandung cerita kehidupan manusia atau binatang. Perupa mancanegara tokohnya adalah Fransisco Goya (Spanyol), Turner (Inggris), Rubens (Belanda). Perupa Nusantara adalah Raden Saleh.
ü Naturalisme : Naturalisme berasal dari kata nature atau natural yang berarti alam dan isme yang berarti aliran/gaya. Naturalisme adalah :gaya/aliran seni rupa poenggambarannya sesuai dengan keadaan alam atau alami. Perupa mancanegara adalah Rubens, claude, Gainsborough, dan Turner. Perupa Nusantara adalah Abdullah Suryobroto, Wakidi, Mas Pringadi, Basuki Abdullah.
ü Realisme : Realisme berasal dari kata real yang berarti nyata dan isme yang berarti aliran/gaya. Realisme adalah gaya/aliran seni rupa yang pengggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup. Perupa Nusantara adalah : Trubus, Tarmizi, Wardoyo, dan Dullah. Perupa Mancanegara adalah Rembandt van Rijn (Belanda)
v Deformatif : Deformatif berasal dari kata dari kata deformasi yang berarti perubahan bentuk alam diubah sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk baru, namun masih menyerupai bentuk aslinya. Gaya seni rupa yang tergolong deformatif antara lain :
ü Surealisme : dari kata sur yang berarti melebih-lebihkan, kata real yang berarti nyata, dan isme yang berarti aliran/gaya. Surealisme adalah gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya melebih-lebihkan kenyataan, bahkan ada yang menyebutnya otomatisme psikis yang murni atau alam mimpi. Perupa mancanegara tokohnya adalah : Salvador Dali dari Italia.
ü Impressionisme : dari kata impression yang berarti kesan sesaat dan isme yang berarti aliran/gaya. Impressionisme adalah aliran/gaya seni rupa yang penggambarannya sesuai kesan saat objek tersebut di lukis. Gaya ini dipelopori oleh perupa mancanegara seperti : Claude Monet, Paul Cezzanne, Georges Seurat dan Paul Gaguin. Perupa Nusantara adalah S. Sudjojono.
ü Ekspresionisme : dari kata expression yang berarti ungkapan jiwa yang spontan dan isme gaya/aliran. Ekspresionisme adalah aliran/gaya seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa perupanya yang spontan pada saat melihat objek. Tohoh mancanegara adalah Vincent van Gogh dari Belanda. Perupa nusantara adalah Affandi.
ü Kubisme : dari kata kubus yang berarti bidang atau bentuk persegi empat dan isme yang berarti gaya/aliran . Kubisme adalah aliran/gaya seni rupa yang penggambarannya berupa bidang persegi empat atau bentuk dasarnya kubus. Tokoh mancanegara adalah Pablo Picasso dari Spanyol. Perupa Nusantara adalah But Mochtar, Mochtar Apin, Srihadi, Fajar Sidik.
v Nonrepresentatif (abstraksionisme) : mengandung pengertian suatu bentuk yang sukar dikenali. Suatu gaya yang sederhana bahkan bentuknya sama sekali meninggalkan bentuk alam. Karya seni rupa abstrak berupa susunan garis, bentuk, dan warna yang terbebas dari bentuk alam. Gaya seni rupa ini yang tergolong abstrak ini ada yang abstrak ekspresionis dan abstrak murni. Tokoh perupa mancanegara Paul Klee, Piet Mondrian, Wassily Kandinsky, dan Jackson Pollock. Perupa Nusantara Amri Yahya, Fajar Sidik, But Mochtar, dan Srihadi.
3. Postmodern : Postmodern atau disingkat posmo adalah gaya seni rupa pasca atau sesudah modern. Jika seni rupa trasidional memiliki ciri ornamental, seni rupa modern memliki ciri penyederhanaan bentuk, maka seni rupa posmo memiliki ciri perpaduan antara penyederhanaan dan sedikit ornamental. Gaya posmo lebih bebas dan cenderung tidak memiliki aturan tertentu. Eksplorasi unsur rupa banyak dilakukan untuk gaya ini. Kritik sosial dan kemasyarakatan merupakan tema yang cukup dominan untuk karya-karya posmo.
BAB 3
MENGEKSPRESIKAN KARYA SENI MURNI DAERAH
A. Gambar Ekspresif
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ekspresi dapat diartikan sebagai pengungkapan atau proses menyatakan perasaan, maksud, dan gagasan. Jadi, gambar ekspresi berarti gambar yang dibuat dengan tujuan mengungkapkan gagasan atau perasaan penggambar sebebas-bebasnya tanpa terikat oleh aturan-aturan tertentu yang kerap dicirikandengan bentuk yang dilebih-lebihkan ataudidramatisir. Penerapan warna dan komposisi gambar dilakukansecara bebas, bahkan banyak pula gambar yang objeknya tidak jelas (abstrak).
1. Asas Menggambar Ekspresi :
a. Komposisi : suatu cara menyusun unsur-unsur yang akan memberikan bentuk pada sebuah karya seni seperti garis, warna, bidang, ruang, tekstur, dan gelap terang. Dengan adanya komposisi, sebuah hasil karya seni akan terlihat harmonis.
b. Keseimbangan (Balance) : cara mengatur objek secara serasi dalam bidang gambar sehingga objek utama terlihat jelas. Keseimbangan terbagi atas keseimbangan simetris, yaitu serasi dua objek atau lebih dengan membagi dua bidang gambar secara sama, dan keseimbangan asimetris, yaitu keseimbangan yang dibuat dengan meletakan unsure-unsur yang berbeda, baik ukuran, bentuk, maupun jarak.
c. Proporsi : perbandingan bentuk antara yang satu dan benda yang lainnya. Hal ini dilakukan agar gambar terlihat padu dan enak dipandang.
d. Irama : kesan gerak yang dihasilkan oleh garis, warna, bentuk, dan tekstursecara berulang(repetition) dan gerak (movement).
e. Kesatuan : perpaduan unsur-unsur dari berbagai elemen yang ada dan saling berhubungan serta melengkapi sehingga menimbulkankesan berbentuk dengan baik.
f. Aksentuasi : unsure pembeda pada gambar agar tidak kelihatan monoton dan membosankan.
2. Media Menggambar Ekspresif
Media yang digunakan untuk menggambar ekspresif sangat beragam, misalnta kertas HVS, kertas gambar, dan kanvas, antara lain lebih jelasnya sebagai berikut :
a. Kanvas adalah media dari yang terbuat dari kain yang dibentangkan pada bingkai kayu (spanram) yang dilaburi atau ditutupi dengan campuran bahan tertentu biasanya singwit dan lem kayu dicampur dengan air.
b. Pensil Warna, pensil warna bentuknya hamper mirip dengan pensil hitam, hanya isinya berwarna. Ada juga pensil warna yang bersifat aquarel.
c. Cat air (water colour) mempunyai karakter tranparant (tembus pandang). Cat air digunakan dengan teknik aquarel.
d. Pastel, terbuat dari sejenis kapur yang mengandung minyak dan pewarna serta memilikisifat yang lembut (soft). Warna yang dihasilkan lebih ekspresif, penggunaannya bisa dicampur antara warna yang satu dan warna yang lain secara berulang-ulang.
e. Cat akrilik, merupakan cat yang bahan pencampurnya air. Cat akrilik berbeda dengan cat lainya yang bahan pencampurannya air karena cat ini cepat kering dan tidak luntur jika terkena air.
f. Palet dan Kuas, palet merupakan alat yang digunakan untuk mencampur cat. Bentuk palet bervariasi dan biasanya terbuat dari plastic atau papan. Kuas merupakan alat untuk melukis. Pemilihan kuas disesuaikan dengan karakter gambar.
3. Cara Menggambar Ekspresif
Teknik yang digunakan dalam menggambar ekspresif pada dasarnya sama dengan teknik menggambar yang lainnya. Berikut ini hal-hal yang berhubungan dengan menggambar ekspresif :
a. Media : tidak terbatas hanya pada kanvas saja. Media lainnya seperti sepatu kanvas, tas kanvas, karton, kertas diamond, kertas linen, kertas khusus cat air, kertas dupleks, kertas daluang, triplek, hardboard dan bidang datar lainnya pun bisa digunakan.
b. Objek : mulai dari alam benda, pemandangan alam, manusia, lingkungan pasar, perkotaan sampai peristiwa peristiwa khayalan dan imajinasi.
c. Teknik : adalah dengan menafsirkan bentuk objek menjadi bentuk yang kamu inginkan atau dengan kata lain unsure emosional sangat berperan penting. Beberapa teknik menggambar ekspresif, adalah :
1) Menekankan spontanitas, maksudnya dalam menggambar pelukis harus bisa menangkap suasana secara spontan dengan cara membuat garis besarnya, kemudian secara bertahap diselesaikan atau disempurnakan.
2) Berekspresilah dengan warna dan garis secara bebas tanpa harus sesuai dengan warna dan bentuk aslinya.
3) Tuangkan emosi sesuai dengan keadaan hati. Emosi bisa dikendalikan jika kamu sering membuat gambar ekspresif.
4) Merekam suasana, artinya setiap kejadian yang kamu lihat atauketika berkhayal dapat dituangkan kedalam gambar secara ekspresif sehingga perwujudan gambar menjadi lebih dinamis dan tidak monoton atau di lebih-lebihkan.
B. Melukis Gambar Ekspresif.
1 Melukis dengan Cat Air
Untuk melukis dengan cat air, kamu harus menggunakan kertas gambar yang tebal atau kertas khusus untuk cat air. Berikut inialat dan bahan serta teknik dalam melukis menggunakan cat air.
a. Alat dan bahan
Alat dan bahan yang digunakan adalah :
· Cat air berbagai warna
· Kertas gambar khusus cat air atau bisa kertas tebal
· Kuas untuk mewarnai
· Selotape kertas untuk menempelkan kertas pada triplek
· Triplek untuk alas kertas
· Lap untuk membersihkan kuas
· Palet untuk mencampur warna
· Gelas untuk menaru air.
b. Teknik.
· Ada beberapa teknik yang digunakan untuk menggambar dengan cat air, namun yang paling umum digunakan adalah teknik wet on wet.teknik ini dilakukan dengan mencampur warna di atas lapisan yang masih basah.untuk melakukannya, kamu harus teliti agar kertastidak sobek sehinggamerusak gambar yang sudah dibuat.
· Teknik transparant/tembus pandang, harus tipis tipis dan halus dalam sapuan kuas, menunggu kering apabila warna yang sudah ada ingin di tindih atau ditumpangi warna diatasnya.
c. Langkah kerja
Berikut ini langkah-langkah yang dapat kamu ikuti untuk membuat lukisa yang diwarnai dengan cat air :
· Siapkan kertas gambar
· Rekatkan kertas gambar pada papan tripleks agar kertas tidak mengerut atau bergelombang.
· Siapkan cat air pada palet dan air dalam gelas
· Siapkan kuas yang akan digunakan, bisalebih dari satu kuas.
· Buatlah sketsa gambar pada kertas gambar
· Warnai gambar dengan cat air
· Gunakan kuas berukuran besar untuk bagian latar (bacground)
· Berlatihlah menggores dengan sapuan yang halus dan tipis (transparant)
BAB 4
KARYA SENI RUPA MURNI INDONESIA
A. Sejarah Perkembangan Seni Lukis Indonesia
Secara garis besar perkembangan seni rupa Indonesia meliputi seni prasejarah, sejarah seni Indonesia-Hindu, seni Indonesia-Islam, dan seni Indonesia Modern, yaitu :
1 Sejarah Lukis Prasejarah Indonesia
Pada zaman tersebut lukisan dibuat pada dinding-dinding gua dan karang. Salah satu teknik yang digunakan oleh orang-orang gua melukis di dinding dinding gua adalah menempelkan tangan di dinding gua, lalu disemprot dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna. Teknik ini dikenal dengan nama aerograph. Pada umumnya tujuan dan tema yang dipilih untuk membuat lukisan-lukisan tersebut adalah magis. Contoh karya seni tersebut bisa dilihat di gua leang-leang Pattekere di maros. Lukisan tersebut menggambarkan adegan perburuan, ada juga lukisan pada dinding-dinding gua tersebut dipantai selatan Irian jaya (Papua). Hal yang menarik perhatian pada lukisan yang tersebar di daerah yang amat luas itu adalah siluet tangan yang terdapat dimana-mana. Cap tangan terdapat pula di Sulawesi Selatan, pada lukisan ditebing batu di teluk Sulaeman Seram, di teluk Berau papua, dan di pulau arguni dan kepulauan Kei. Selain motif bayangan tangan, motif yang terdapat di banyak tempat ialah sosok manusia, ;perahu, matahari, bulan, burung, ikan, kura-kura, kadal, kaki, dan babi rusa.
2 Seni Lukis Hindu Klasik Indonesia
Zaman ini merupakan babak baru dalam periodisasi kebudayaan karena masuknya pengaruh Hindu. Di Indonesia dapat dikatakan sebagai zaman sejarah karena pada`zamanini telah diketemukan peninggalan berupa tulisan. Hal ini terjadi karena adanya kontak kebudayaan dengan India sekitarabad ke – 5 M.
Tema yang digunakan pada suatu karya seni pada masa ini antara lain tema agama, mitologi, legenda, dan cerita sejarah. Contohnya lukisan Bali klasik yang berisi cerita Ramayana dan mahabhrata. Gaya yang dipakai pada pahatan dinding candi zaman majapahit adalah wayang dengan komposisi mendatar yang padat sarat dengan stilasi.Gaya wayang ini menunjukan tanda persamaan dengan dalam stilasi bentuk tokoh cerita wayang kulit dan lukisan Bali Klasik. Warna lukisan terbatas pada warna-warna yang dapat dicapai bahan alami seperti kulit kayu, daun-daunan, tanah, dan jelaga. Lukisan dibuat pada pada kain yang memanjang tanpa dipasang bingkai rentangsehingga hasilnya menyerupai lukisan gulungan. Seperti juga pahatan dinding candi dan gambar lontar. Fungsi dari lukisan bali Klasik adalah sebagai media pendidikan sesuai dengan ajaran agama atau falsafah hidup zaman Hindu. Seni lukis bali mulai berlangsung keyika kebudayaan Hindu Jawa Timur terdesak oleh kebudayaan Islam. Perkembangan seni lukis Hindu-Bali dapat diuraikan di uraikan dalam tiga bagian, yaitu seni lukis Kamasan, seni lukis Pita Maha, dan seni lukis Seniman Muda.
3 Seni Lukis Islam Indonesia
Pada seni Islam, terdapat suatu pantangan untuk melukiskan motif makhluk hidupdalam bentuk realistis. Para seniman melakukan upaya kompromistis dengan kebudayaan sebelumnya.
Dalam hal ini toleransi Islam mendukung proses kesinambungan tradisi seni rupa sebelumnya, tetapi dengan nafas baru, seperti hiasan dengan motif stilasi binatang dn manusia dipadukan dengan huruf Arab, baik dalam penerapan elemen estetis pada masjid, penggarapan seni kriya, lukisan atau kaligrafi. Adapun pembuatan patung, dibuat demikian tersamar sehingga seolah-olah gambaran ini hanya berupa hiasan dedaunan atau flora.
Biasanya lukisan dibuat sebagai hiasn yang menggambarkan cerita-cerita tokoh dalam pewayangan atau lukisan binatang candra sangkala dan tentang riwayat nabi. Adapun bentuk lukisan yang disamarkan seperti lukisan kaca yang berasal dari Cirebon.
4 Seni Lukis Indonesia Baru
Seni lukis Indonesia baru berkembang setelah masa seni lukis Islam. Berikut ini latar belakang lahirnya seni lukis Indonesia Baru beserta perkembangannya.
a. Latar Belakang.
Karya seni lahir dari jiwa seorang seniman melalui pengolahan media dengan bahan, alat, dan teknik tertentu. Tidak dipungkiri bahwa karya seni seringkali menampilkan hal-hal yang khasdan unik dari suatu pribadi. Perkembangan seni lukis Indonesia dipengaruhi kuat oleh kekuatan sejarah. Latar belakang lahirnya seni lukis Indonesia adalah sebagai berikut :
1) Warisan Budaya : merupakan bagian dalam pembentukan watak seseorang manusia berdasar pada hubungan manusia dengan keadaan di sekelilingnya. Didalamnya terkandung hubungan kejiwaan antara intuisi manusia dan emosi manusia dengan realitas yang tak terumuskan.
2) Kekuatan Sejarah : berupa kejadian-kejadian dan gejala-gejala sosial yang berlangsung disekeliling seniman. Kehidupan sosial dengan pergolakan dan perjuangan nasional. Tumbuhnya kesadaran nasional yang mencetuskan Sumpah Pemuda pada 1928 pun merupakan gejala masyarakat yang menjado dorongan kuat di masa awal perkembangan seni lukis Indonesia baru.
3) Pengaruh Barat : kenyataan yang juga merupakan kekuatan sejarah. Masa penjajahan, misalnya, mengakibatkan persentuhan antara seni lukis Indonesia pada awal pembentukannya dengan seni lukis barat. Majunya media komunikasi dunia dan pencampuran peradaban dunia seni rupa pun menjadi masalah khusus.
b. Perkembangan Seni lukis Indonesia Baru.
Seni rupa modern di Eropa diproklamirkan sejak munculnya aliran post impresionisme (awal abad ke-18). Saat itu ruang untuk kebebasan mencipta karya seni terbuka lebar yang diawali dengan tumbuhnya sukap individualistis dalam berkarya. Persentuhan seni kolektif Indonesia dan seni modern Eropa berjalan melalui pelukis-pelukis Eropa yang datang ke Indonesia. Pada zaman seni rupa Indonesia baru ini, terjadi beberapa perkembangan seperti berikut :
1) Masa Raden Saleh (perintisan)
Pada pertengahan abad ke-19, dunia seni lukis atauseni gambar seniman seniman Indonesia masih mengacu gaya tradisional yang berkembang didaerah-daerah. Sebagian besar karya seni tersebut menyimpan potensi dekoratif. Misalnya, lukisan di bali dan jawa serta ornamen di Toraja dan Kalimantan. Sebagian ahli memandang Raden Saleh Syarif Bustaman (1807-1880) sebagai perintis seni lukis modern Indonesia. Ungkaoan ini tidak berlebihan mengingat R. Saleh merupakan orang Indonesia pertama yang mendapat bimbingan melukis secara khusus dari pelukis-pelukis bergaya naturalis dan realis keturunan Belgia yang pernah tinggal di Indonesia, yakni A.A.J. Payen. Atas rekomendasi payen dan didukung oleh C. Reinwart, Raden Saleh berkesempatan belajar di Eropa. R Saleh di Eropa mendapat bimbingan dari pelukis potret terkemuka, Cornellius Krusemen dan pelukis Pemandangan alam, Andreas Schefhout. Lebih 20 tahun lamanya R. Saleh berada di Eropa, pada tahun 1851 ia menyempatkan pulang ke Indonesia. Dan pada tahun 1879 ia menetapkan pulang ke Indonesia dan selanjutnya bermukim di bogor. Setahun kemudian, tepatnya 23 April 1880, beliau wafat di Bondongan, Bogot. Karya lukis tersirat memuat kebangsaan yang tersembunyi yaitu Antara Hidup dan Mati. Karya ini memperlihatkan pertarungan antara seekor Banteng (symbol keperkasaan dan kekuatan bangsa Indonesia) dan dua ekor singa (symbol kerakusan dan ketamakan penjajah). Demikian pula lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro.
2) Masa Indonesia Jelita (Mooi Indie)
Pada awalabad ke-20, munculah Abdullah Suryosubroto yang juga keturunan bangsawan Solo, pada dasarnya Abdullah ke Eropa bermaksud mempelajari ilmu kedokteran. Namun niat itu berubah karena ketertarikannya terhadap dunia seni lukis yang kemudian mengantarkannya menjadi mahasiswa pada salah satu akdemi kesenian di Eropa. Sepulan dari Eropa, Abdullah S.R (1878-1941) bermukim di Bandung dan kemudian mengembangkan gaya melukis sendiri,yang kemudian dikenal sebutan Indonesia Jelita (Mooi indie). Gaya ini menekankan pada keelokan dan suasana kehidupan bangsa Indonesia dengan alamnya yang subur dan masyarakatnya yang tentram. Pemandangan alam merupakan objek yang sangat dominan. Apa saja yang indah dan romantis terlihat menyenangkan, tenang, damai, apalagi lukisan wanita-wanitanya yang elok nan cantik. Lukisan-lukisan itu hanya membawa satu makna, yaitu ‘Indies yang molek’ bagi orang asing dan para wistawan. Pelukis pribumi yang gemar dengan gaya ini adalah, Wakidi, M. Pirngadie, Basuki Abdullah, dan Wahdi. Pelukis asing antara lain W.G Hofker (Belanda), R.Locatelli (Italia), Le Mayeur (Belanda), Roland Strasser (Swiss), E. Dezentje (Belanda), Rudolf Bonnet (Belanda).
3) Masa Cita Nasional
S. Sudjojono (1913-1986) sebagai penggerak kelompok ini sama sekali tidak pernah belajar seni rupa ke Eropa. Pelukis-pelukis yang tergabung dalam kelompok ini antara lain Agus Djaya Suminta, L.Sutioso, Rameli, Abdul Salam, Otto Jaya, S. Sudiarjo, Emiria Sunassa, Saptarita Latif, Herbert Hutagalung, S. Tutur, Hendro Jasmara, dan Sutioso.
Untuk memperkokoh gerakan dan menyamakan persepsi, kelompok ini kemudian membentuk Perkumpulan Ahli Gambar Indonesia (PERSAGI) pada tahun 1938 di Jakarta. Karena tujuanya adalah menggalang solidaritas nasional antar seniman local dalam mengembangkanseni lukis yang bercorak Indonesia asli, mereka senantiasa membuat sketsa-sketsa tentang corak kehidupan masyarakat saatitu di berbagai tempat.
4) Masa Pendudukan Jepang
Pada zaman pendudukan Jepang, tepatnya pada tahun 1942, PERSAGI dipaksa bubar. Seniman yang lahir dari kalangan grass root (akar rumput), yakni masyarakat bawah, jumlahnya semakin banyak. Sementara itu, tentara pendudukan Jepang yang berkuasa pada saat itu sangat jeli melihat perkembangan kesenian Indonesia. Pada tahun 1945, mereka mendirikansebuah lembaga dengan nama Jepang Keimin Bunka Shidoso (Pusat Kebudayaa) yang pengajarnya merupakan mantan anggota PERSAGI seperti Agus Djaya Suminta dan S. Sudjojono. Mereka meyediakan sarana dan prasarna berkesenian. Kemudian muncul wadah tempat penampungan aspirasi rakyat, dibentuklah lembaga yang berupaya mempersiapkan segala sesuatu hal yang mungkin terjadi. Lembaga ini didirikan oleh Ir. Soekarno, K.H. Mansur, dan KI Hajar Dewantara dengan nama Poesat Tebaga Rakjat atau POETRA. Salah satu bidang yang dikelola lembaga ini adalah seni lukis. Pelukis yang aktif dalam lembaga POETRA adalah para pelukis berbagai aliran seperti S. Sudjojono, Affandi, Hendra Gunawan, Sudarso, Barli Sasmita dan Wahdi.
5) Masa Sesudah Kemerdekaan
Pada tahun 1946 di Yogyakarta, affandi, Rusli, Hendra Gunawan, dan Harijadi membentuk perkumpulan Seni Rupa Masyarakat. Setahun kemudian, yaitu 1947 mereka bergabung dengan perkumpulan Seniman Indonesia Muda (SIM) yang dibentuk pada 1946 di Madiun dengan pelopor S. Sudjojono. Namun adanya pertentangan internal diantara pengurus membuat Affandi dan Hendra Gunawan keluar dari SIM dan membentuk kelompok Peloekis Rakjat, yang didalamnya terdapat Soedarso, Kusnadi, sasongko, Dullah, Trubus, Sumitro, Sudoarjo, dan Setijoso.
6) Masa Pendiddikan Formal
Pada tahun 1949,R.J Katamsi dengan beberapa seniman anggota SIM, Pelukis Rakjat, POETRA, dan budayawan Tamansiswa merintis Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) yang kini berubah menjadi Institut Seni Indonesia ISI. Yang tujuanya mendirikan akademi ini adalah untuk mencetak calon-calon seniman. Para tokoh ASRI antara lain S. Sudjojono, Hendra Gunawan, Djajengasmoro, Kusnadi, Sindusiswono. Sementara itu di bandung pada tahun 1950 berdiri Balai Perguruan Tinggi Guru Gambar yang dipelopori Syafe’i Soemardja. Sejak tahun 1959, lembaga ini berunah nama menjadi jurusan Seni Rupa pada Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada tahun 1964, berdiri pula jurusan Pendidikan Seni Rupa IKIP Bandung (saat ini bernama Universitas Pendidikan Indonesia) yang dipelopori oleh Barli, Karmas, Popo Iskandar, Radiosuto dan Wiyoso Tudoseputo. Sebagian alumni Jurusan Seni Rupa IKIP Bandung yang menekuni seni lukis adalah seniman Oho Garha, Nana Banna, Hidayat, Dadang MA, dan Hardiman. Beberapa tahun kemudian dibuka Jurusan Seni Rupa IKIP lainnya di seluruh Indonesia.
7) Masa Seni Lukis baru di Indonesia
Sekitar tahun 1974 lahirlah kelompok seniman mudadi berbagai daerah. Para seniman muda yang tergabung dalam gerakan ini antara lain Jim Supangkat, S. Prinka, Satyagraha, F.X. Harsono, Drde Eri Supria, dan Munni Ardi. Pameran perdana mereka yang diadakan di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta banyak mengundang perhatian. Karya-karya seniman baru yang kebanyakan masih kuliah itu didasari oleh alas an-alasan sebagai berikut :
· Membongkar peristilahan seniman sebagai atribut yang hanya dilekatkan pada kalangan akademis saja, sementara masyarakat kecil yang bergiat dalam kesenian tidak mendapat tempat yang semestinya.
· Menggugat batasan-batasan seni yang sudah lama dipancangkan oleh seniman tua. Ini berarti menghindari adanya pembingkaian seni dalam satu kaca mata.
· Berusaha menciptakan sesuatu yang baru dengan berbagai media, konsep berkarya, dan lain-lain. Penciptaan karya seni tersebut tidak terkecuali seni yang diterapkan pada hal yang dipndang sakral.
B. Sikap Apresiasi Seni Rupa Murni Nusantara
1 Proses Berkarya Seni Rupa
Untuk mendapatkan pengakuan dari dunia luar, seorang seniman harus bekerja dengan kesungguhan dan hati, bekerja terus-menerus dengan memperbanyak praktek dan terus mengolah imajinasi pengetahuan teknik.
1 Mengapresiasi Karya Seni Rupa Murni
Tujuan poko dari apresiasi seni secara umum adalah menjadikan masyarakat dapat menerima dan menikmati sebuah karya atau masyarakat menjadi peka seni. Dari proses inilah nantinya masyarakat mau dan mampu untuk mengomentari sebuah karya. Komentar dilontarkan oleh masyarakat akan membentuk sebuah opini tentang seni. Opini bisa bersifat khusus tentang hal kekaryaan seperti warna dan bentuk, atau kekaryaan seperti ide, gagasan, makna, pesan, dan tujuanpembuatan karya. Komentar dan opini inilah yang dalam seni rupa sering disebut dengan kritik seni.
2 Tahapan Mengapresiasi Karya Seni Rupa Murni
Ada tahapan dalam mengapresiasi karya seni rupa murni sepert senilukis, seni patung, dan seni grafis adalah sebagai berikut :
a. Tahap Awal : tahap ketika seorang pengamat melihat sebuah karya, baik karya yang dipamerkan maupun melihat karya tertentusecara sekilas. Tahap ini disebut juga dengan tahap perkenalan.
b. Tahap Penghayatan : merupakan tahap dimana seorang pengamat berupaya untuk mengamati lebih jauhl agi dan berusaha untuk memahami serta menghayati sebuah karya.
c. Tahap Penilaian : merupakan tahap pengambilan keputusan berdasarkan pertimbangan-pertimbangantertentu tentang bernilai atau berharganya suatu karya seni. Tahapan ini juga dapat dikatakantahap penghargaan dengan menentukan apakah karya yang sedang diapresasi baik atau indah.
Dalam mengapresiasi sebuah karya seni rupa kamu dapat memahami, menghayati, menilai, memberikan keputusan terhadap sebuah karya seni secara bebas. Hal tersebut dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini :
1) Mendeskripsikan (pemaparan) sebuah karya dengan cara menemukan dan mencatat sesuatu yang dilihat apa adanya, namun tidak mengambil kesimpulan apapun.
2) Uraian kebentukan (formal), yaitu tahapan menelusuri sebuah karya berdasarkan strukturnya, baik itu warna, garis, bentuk, maupun teksturnya.
3) Penafsiran makna yang meliputi tema yang digarap dan masalh-masalh yang dikemukakan.
4) Penilaian, yaitu tahapan untuk menetukan derajat suatu karya seni.
BAB 5
PAMERAN DAN PERGELARAN
A. Pengertian Pameran dan Pergelaran
Pameran seni rupa merupakan kegiatan mempertunjukan karya seni rupa kepada orang lain untuk mendapatkan tanggapan dan penilaian. Pameran mengandung arti bahwa suatu yang dipertunjukan bersifat statis (diam).Sesuatu dipertunjukan atau ditempatkan dengan tujuan diamati, dihayati, dinikmati, dan dihargai. Selain itu suatu usaha untuk berdialog dengan masyarakat dan mencari identitas lingkungan, pamera berfungsi juga untuk menemukan jejak pribadi seorang seniman.Pergelaran mengandung arti bahwa hal-hal yang dipertunjukan bersifat dinamis (bergerak).Pergelaran merupakan suatu bentuk kegiatan untuk menampilkan atau memperkenalkan barang, jasa, atau prestasi kepada publik. Tujuan pergelaran adalah sebagai bentuk informasi atau media komunikasi dan juga membangkitkan semangat pengunjung.
B. Prinsip-prinsip Pameran dan Pergelaran :
1. Perencanaan (Planning)
v Menentukan tema : Merupakan pokok pikiran yang menjiwai seluruh kegiatan.Menetukan tema harus sesuai tujuan pameran.
v Menentukan rencana kegiatan pameran : Rencana kegiatan antara lain : jenis karya,waktu, alokasi, jumlah dana, bentuk kegiatan.
v Menyusun program kegiatan : Perlu dirumuskan tujuan umum pameran,waktu, panitia,hasil karya,bentuk,biaya.
v Menentukan tempat Pameran : Ruang yang cocok dan strategis sebagai tempat pameran atau pergelaran.
2. Pengelolaan (Organizing) Mengorganisasi kegiatan pameran adalah melakukan kegiatan pengelolaan sumber daya manusia berdasarkan struktur organisasi.
v Membentuk kepanitiaan : Struktur organisasi : Pembimbing, Ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, Seksi penyeleksi karya, seksi acara, seksi display, publikasi, dokumentasi, perlengkapan, penerima tamu, keamanan dan lain-lainya.
v Menyusun rencana kerja dan jadwal kerja : Rencana kerja adalah rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. Jadwal kerja merupakan urutan-urutan waktu pelaksanaan suatu rencana kegiatan.
v Memilih karya : Memilih karya yang sudah di seleksi.
v Pendalaman karya pribadi : Tujuannya untuk menambah kualitas karya
tersebut.
3. Pelaksanaan :
v Pengorganisasiannya : Merupakan kegiatan mengatur, membagi tugas, rapat, mengawasi dan bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan.Tugas Koordinasi tanggung jawab ketua panitia.
v Penataan Ruang : Dilakukan untuk menciptakan suasana nyaman, aman, lancar.
4. Pengontrolan atau Penilaian Acara : Yang perlu dikontrol antara lain
v Organisasi penyelenggara : yang dinilai adalah menguraikan pola atau tata kerja penyelenggara pameran.
v Kualitas Karya : yang dinilai menguraikan kelebihan dan kekurangan karya seni.
C. Ragam Pameran Seni Rupa :
Ragam pameran ada 2 yaitu :
1. Berdasar karya yang dipamerkan :
a. Pameran Homogen : Pameran yang hanya memamerkan satu jenis karya saja, lukisan saja, patung saja.
b. Pameran Heterogen : Pameran yang memamerkan berbagai jenis karya, lukisan, patung, grafis di jadikan satu.
2. Berdasarkan jumlah pesertamya :
a. Pameran Tunggal : Pameran jumlah pesertanya satu orang.
b. Pameran Kelompok : Pameran yang jumlah pesertanya lebih dari satu orang
3. Berdasarkan jenis-jenis karya seni rupa yang dapat dipamerkan, karya seni :
· Patung
· Kerajinan
· Ilustrasi
· Tekstil
· Lukis
· Keramik
· Grafis
· Ukir
MATERI KEDELAPAN:
AGAMA
(KATOLIK)
ALLAH BERKEHENDAK MENYELAMATKAN SEMUA ORANG
Allah menyapa dan menunjukan kasih-Nya kepada kita dalam hidup kita sehari-hari. Orang-orang lain menjadi sarana bagi kita dalam merasakan kebaikan Allah yang menyelamatkan
Tindakan para suster pengikut Ibu Teresa yang melayani orang-orang yang kelaparan, sakit dan dalam situasi menjelang ajal, kerja keras dokter dan pekerja social yang berusaha mengobati orang-orang sakit dalam yang mengalami kesuliatan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, oerawatan orang tua kita sejak kecil, kepedulian orang yang tidak kita kenal ketika kita mengalami kecelakaan di tengah jalan menjadi contoh-contok konkret tanda kasih Allah kepada kita.
Selain Melalui orang-orang yang memperhatikan kita tanpa memandang latar belakang, suku, agama, (seperti yang dilakukan Suster Bernarda kepada wanita yang ditolongnya), Allah juga maha luas dan indah ini memperlihatkan keagungan kasih Tuhan kepada kita.
Dalam Mat 5:43-48 dinyatakan tentang kasih Allah kepada semua orang. Allah “menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (ay.45). Kasih Allah tidak membeda-bedakan. Keselamatan diperuntukkan bagi semua orang.
Yesus Kristus menjadi tanda kasih Allah yang teragung. Yesus menjadi puncak kasih Allah bagi manusia. Kehadiran Yesus Kristus menjadi perwujudan kehendak Allah untuk menyelamatkan manusia. Yesus Kristus menjadi tanda kehadiran Allah sendiri dalam usaha-Nya menyelamatkan manusia. Barangsiapa mengenal Yesus, ia mengenal Allah sendiri. Dalam diri Yesus “seluruh kepenuhan Allah berkenan diam dan tinggal di dalam dia” (lih. Kol 1:19). Dalam diri Yesus Allah telah menjadi manusia. Allah berbicara kepada manusia menurut cara manusia. Kehadiran Yesus menjadi penggenapan rencana keselamatan Allah bagi manusia
Seperti halnya Yesys menjadi tanda agung kasih Allah yang menyelamatkan, maka kita pun dapat menjadi sarana bagi keselamatan orang lain. Kesediaan kita untuk menolong orang lain tanpa pandang bulu, mengasihi tanpa kecuali dapat menjadi tanda syukur kita akan keselamatan yang dianugrerahkan Allah pada kita
Pelajaran 2
Hidup Beragama
Hampir seluruh penduduk di dun ia menganut agama tertentu. Bagi manusia, agama menjadi bagian hidupnya
Ada banyak alas an yang membuat manusia beragama , antara lain:
- untuk menemukan rasa aman ketika menghadapi kesulitan di dalam hidup
- untuk memperoleh arti hidup
- untuk pedoman dalam menetukan tidakan yang baik.
Kenyataan adanya sebagian besar penduduk dunia menganut agama tertentu menunjukkan bahwa bagi manusia agama memang bermakna. Manusia beragama karena ia sealu mempunyai kerinduan untuk menggantungkan hidupnya kepada Yang Maha Kuasa. Agama justru menjadi sarana bagi manusia mengenal Tuhan dan membangun hubungan dengan-Nya
Di dalam masyarakat saat sekarang ini, tidak semua umat beragama melaksanakan tindakan keagamaan dengan alas an yang benar. Banyak hal yang memprihatinkan yang terjadi di dalam hidup keagamaan. Ada orang menjalankan praktik hidup keagamaan hanya menekankan hal-hal lahiriah. Baginya, beragama dipandang telah cukup jia dia mencantumkan identitas agama yang dianutnya di dalam KTP ataupun menjalankan kegiatan-kegiatan keagamaan layaknya orang-orang lain yang beragama. Tindakan lain yang menekankn aspek lahiriah juga tapak ketika umat beragama sekedar menjalankan ajaran agama. Beragama bagi mereka disamakan dengan ketaatan pada perintah-perintah agama.
Beragama yang benar tidak dapat disamakan dengan tindakan pergi ke gereja, mesjid, vihara, atau pura secara rutin. Beragama tidak cukup hanya menjalankan ajaran agama sebatas mengikuti aturan-aturan dalam agamanya untuk menghindari hukuman (dosa). Dan memperoleh pahala
Hidup beragama sesungguhnya harus didasarkan pada dorongan dan dalam untuk mencari kebenaran. Beragama harus dengan motivasi untuk membangun hubungan yang semakin mendalam dengan Tuhan dan sesamanya. Beragama yang benar harus menjadikan agama sebagai pedoman hidup yang dihayati dalam kehidupan sehari-hari.
Manusia menganut agama tertentu untuk mencari jawaban yangt terakhir tentang makna hidupnya. Menurut Nostra Aetate Art. 1, manusia mengharapkan diri berbagai agama jawaban terhadap rahasia tersembunyi di sekitar keadaan hidupnya. Rahasia tersembunyi di dalam hidup telah menggelisahkan secara mendalam. Manusia bertanya tentang asal dan tujuan hidupnya, makna kematian, makna sakit dan penderitaan serta berbagai hal lain yang ingin dipahaminya. Manusia ingin memperoleh kepastian jawaban atas rahasia kehidupan yang tersembunyi tersebut.
Masih dalam artikel yang sama, Gereja Katolik berkeyakinan bahwa agama-agama mempunyai tujuan terakhir yang sama, yakni Allah Dengan agama, manusia tidak berhenti dalam pencarian jawaban atas persoalan hidupnya yang paling dasariah, tetapi dihantar menuju Allah Melalu agama, Allah dikenal sebagi Pencipta, penyelenggara, dan Tujuan hidup manusia. Manusia beragama untuk memperoleh keselamatan sejati dari Allah
Beragama yang benar berarti berusaha mengenal dan menjalani hubungan yang akrab dan mendalam dengan Allah. Hidup keagamaan bukan hanya memperhatikan hal-hal lahiriah, melainkan juga yang batiniah. Dengan demikian, agama tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dalam mecari popularitas, mendapatkan kedudukan, dan meraih keuntungan.
Pelajaran 3
Hidup Beriman
Tuhan senantiasa hadir dan menyapa kita. Tuhan menghibur, membimbing, dan menguatkan kita, baik dalam suka maupun duka, baik dalam kepastian maupun keraguan, baik dalam untung maupun malang. Tuhan setia menyertai manusia
Wahyu Tuhan berupa sapaan, pernyataan, ataupn tawaran dari tuhan kepada manusia. Hal-hal yang dinyatakan Tuhan antara lain: Diri-Nya sendiri, yaitu siapa Dia itu dan rencana-Nya untuk menyelamatkan manusia. Wahyu Tuhan dapat kita ketahui melalui: ciptaan Tuhan sendiri, diri manusia, peristiwa-pristiwa hidup yang dialami manusia, dan Kitab Suci. Sedangkan puncak wahyu Tuhan adalah Yesus Kristus sendiri.
Manusia dapat menanggapi wahyu Tuhan dengan iman. Maka beriman berarti menyerahkan diri secara total kepada kehendak Tuhan. Bila wahyu Tuhan tidak ditagapi oleh manusia, maka tidak ada artinya. Sebaliknya, manusia tidak mngkin beriman tanpa pewahyuan Tuhan sendiri.
Menjalani hidup dengan benar merupakan manfaat dari hidup beriman kepada Tuhan. Manfaat beriman yang lain: tidak was-was atau khawatir akah hidup yan g sedang dijalanin, dekat dengan Allah, sehingga merasa bahagia, aman damai, tenang, optimis dalam menatap hidup, dan sebagainya. Dengan beriman, kita merasakan bahagia, tenang, damai, dan tabah karena adanya ekyakinan akan pertolongan Allah. Orang beriman yang memiliki hubungan yang baik dengan Allah akan senantiasa beroleh ekkuatan dan keberanian untuk menghadapi masalah-masalah hidupnya.
Bagi orang yang menjalani hidup tanpa iman akan diluputi oleh: rasa takut, gelisah, tidak punya harapan (cepat putus asa), cenderung mencari jalan pintas untuk menyelesaikan persoalan hidupnya, dan sebagainya
Hidup beriman yang mendalam oleh Rasul yakobus disebut sebagai hidup beriman dalam kesatuan antara ibada dan perbuatan. Dalam yak 1:26 dikatakan : Jiakalu ada seseorang mengaggap dirinya beribadah tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu diriya, maka sia-sialah ibadahnya,” Menurut Rasul yakobus, hubungan dengan Allah yang telah mengasihi kita seharusnya menjadi nyata dalam kasih kepada sesama.
Hubungan dengan Allah dbangun oleh orang beriman melalui ibadah, sedangkan hubungan dengan sesame ditampakkan dalam tindakan nyata Bagi Rasul Yakobus, orang beriman pada akhirnya tidaklah cukup hanya menjadi pendengar dan penerima firman Allah, melainkan ia harus menjadi pelaku firman (Yak 1:22). Dari pandangan Rasul Yakobus ini nyatalah bahwa kalau sesorang beriman maka dia akan berbuat kasih kepada sesamanya (Yak 1:19-22)
Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia juga menekankan hidup dari iman maenjadi cirri orang yang benar (lih. Gal 3:11). Menurut St. Paulus sangatlah penting orang hidup dari iman. Orang yang hidup dari iman akan diberkati (lih. Ga; 3:9) Orang yang hidupnya dari iman mengalami hubungan yang baru dengan Tuhan.
Bagi Paulus, Abraham menjadi contoh dalam hal hidup beriman.
Dari pandangan St. Yakobus dan St. Paulus, menjadi jelas bahwa sangat pentinglah beriman di dalam hidup manusia. Dengan beriman berarti kita mempercayakan hidup kita kepada Allah.
Pelajaran 4
Beriman Kristiani
Orang beriman Kristiani sejati adalah orang yang hidup dan tindakannya diwarnai dan dimotivasi oleh iman Kristianinya, dan bukan sekedar oleh alas an keagamaan yang canderung lahiriah. Seorang yang beriman Kristiani adalah seorang yang religious, yaitu orang yang selalu menyadarkan hidupnya pada Kristus dan menyadari bahwa seluruh pristiwa hidupnya merupakan karya Kristus yang menyelamatkan.
Adapun aspek-aspek hidup beriman Kristiani yang meliput: pengalaman religious, penyerahan iman, dan pengetahuan iman.
Pengalaman religius sebagai orang Kristiani adalah pengalaman di mana manusia sungguh menghayati karya dan kebaikan Allah yang berpuncak dalam diri Yesus Kristus, dank arena pengalaman itu manusia sampai pada kemauan bebas untuk menyerahkan diri kepada Kristus.
Penyerahan iman adalah jawaban atas Wahyu Allah yang telah berkarya. Dengan adanya penyerahan iman orang tidak saja mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan tetapi juga mewujudkan tindakan atau perbuatan sesuai dengan ajaran-Nya. Dalam Mat 7: 21 Yesus bersabda “Bukan setiap orang yang berseru kepada-ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.”
Pengetahuan Iman Seorang umat Kristiani juga dituntut terus menerus untuk semakin mampu memertanggungjawabkan imannya, Hal inilah yang disebut sebagai pengetahuan Iman.
Umat Kristian yang dihimpun dalam Gereja Katolik memiliki sejumlah ciri penghayatan hidup beriman yang dipelihara.
Melalui sakramen baptis ia dilahirkan kembai dalam Tuhan dan dilantik menjadi putra-putra Allah
Sebagai orang beriman Kristiani ia mengakui imannya akan Kristus, menerima dan merayakan sakramen-sakramen sebagai sarana dimana Tuhan ingin menyelamatkan umat-Nya, dalam pimpinan gembala-gembala Gereja yang dalam hal ini adalah hierarki.
Di samping itu sebagai satu persekutuan ia diharapkan bersatu dalam kasih, doa, pelayanan, dan kesaksian (bdk.Lumen Gentium Art.14)
Pelajaran 5
Perjuangan Pengembangan Iman
Seperti halnya kesehatan harus diusahakan dan diperjuangkan, demikian juga perkembangan hidup beriman harus diusahakan dan diperjuangkan. Iman perlu dikembangan dengan berbagai usaha. Iman yang kuat akan membuat kita tumbuh sebagai pribadi yang utuh. Iman yang berkembang memampukan kita untuk menanggapi kenyataan hidup dengan penuh makna, Dengan hidup beriman yang mendalam, kita dapat mengarahkan perilaku kita secara besar.
Orang yang imannya berkembang tampak dalam tutur kata serta tindakan-tindakannya yang semakin berkenan bagi Tuhan dan banyak orang. Pengalaman doa dan kegiatan-kegiatan lainnya dalam memperkembangkan iman telah memotivasi dirinya di dalam berprilaku dan bertindak.
Penegetahuan iman tidak selalu ada hubungannya dalam hidup beriman. Orang yang memiliki pengetahuan iman yang luas dan dalam tetapi jika prilaku dan tutur-katanya tidak menunjugkan kebaikan, maka orang tersebut dapat dikatakan memiliki “iman yang tidak berkembang”. Pengetahuan imannya tidak bermakna dan doanya hanya di bibir dan tidak tulus. Orang semacam ini biasanya berdoa tidak untuk berhubungan dengan Tuhan tetapi hanya ikut-ikutan atau agar dipuji orang. Doa yang hanya diucapkan di bibir dan tidak dihayti secara tulus, maka doa tersebut juga tidak memiliki dampak apa-apa dalam hidupnya.
Faktor penghambat dalam kegiatan pengembangan iman antara lain:
Kecenderungan bermalas-malasan dan bersantai-santai ataupun bermain-main melulu;
Terlalu disibukan oleh banyak kegiatan lain yang tidak berguna;
Acara0acara hiburan atau TV yang menyita seluruh perhatian, sehingga doa bersama, pendalaman iman di lingukungan atau kegiatan gerejani lainnya diabaikan;
Sedangkan faktor pendukung dalam kegiatan pengembangan iman, antara lain:
Keinginan memiliki bekal hidup agar mampu memecahkan masalah yang dijumpai dalam hidup sehari-hari, bisa hidup lebih bermutu, mampu berjasa bagi orang lain dan semakin bijak.
Usaha untuk meneladani tokoh-tokoh dalam Kitab Suci (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) dan tokoh-tokoh Gereja (orang-orang kudus Kudus/Santo-Santa). Kita dapat banyak belajar dari para tooh dalam Kitab Suci ataupun orang-orang kudus (Santo/Santa) untuk berjuang mengembangkan iman.
Dalam Kitab Suci (2Tim 1:14) terungkap: “Peliharalah harta yang indah yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.”
Pelajaran 6
Iman dan Kebersamaan dalam Jemaat
Sifat iman yang personal dan social:
Iman itu pertama-tama merupakan hubungan pribadi antara manusia dan Allah. Selain bersifat pribadi sebagai tanggapan pribadi manusia atas tawaran kasih Allah, iman juga bersifat sosail. Iman itu diungkapakn dan diwujudkan dalam kebersamaan dengan jemaat.
Jadi, pentinglah kita memiliki iman personal sekaligus iman social. Dengan mengembangkan aspek social iman kita akan semakin terlibat pada rencana Allah untuk menyelamatkan manusia dan membuat kita semakin social. Dengan hanya memiliki iman personal, kita mudah menjadi orang yang egois.
Agar iman ita selalu berkembang, maka kita harus berusaha untuk hidup bersama sercara harmonis dengan semua orang dan dalam jemaat beriman (umat).
Sebagai orang beriman, kita mempunyai tanggung jawab pribadi untuk mengembangkan iman kita sendiri. Namun, karena perkembangan iman kita juga diupayakan oleh umat, maka kita mempunyai tanggung jawab pula untuk ambil bagian dalam mengembangkan iman sesame umat. Kita sebagai pribadi dapat membantu pengembangan iman orang lai dengan bersedia hadir dalam pertemuan-pertemuan umat, antara lain berdoa bersama, pendalaman iman, dan terlibat dalam kegiatan-ketgiatan bersama umat lainnya.
Pelajaran 7
Aku Warga Masyarakat
Istilah “Masyarakat” memiliki arti yang luas. Menurut ilmu sosiologi, masyarakan adalah keseluruhan yang konkret historis dari segala hubungan timbale-balik antara manusia dan macam-macam kelompok. Masyarakat tersusun menurut macam-macam kelompok, organisasi dam anggota dengan status dan peranan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, hidup bermasayrakat harus diatur secara aktif dan adil. Sebagai mahluk social, manusia membutuhkan masyarakan demi perkembangannya..
Dalam hidup bermasayarakat, kita mempunyai berbagai macam hak, antara lain: hak untuk hidup, hak untuk mendapat perlindungan, hak mendapat rasa aman, hak utuk mendapat nafkah, hak mendapat kesemaptan untuk berkembang, hak mendapatkan kesempatan untuk berkembang, hak mendapatkan pebndidikan, dan hak untuk mengeluarkan pendapat. Kita semua mempunyai hak yang sama dalam hidup bermasayrakat.
Kita juga mempunyai sejumlah kewajiban, antara lain: menjaga ketertiban umum, memelihara keamanan, mengupanyakan kesejahteraan, memelihara kebersamaan dan kerukunan demi keharmonisan hidup bersama.
Hak dan kewajiban itu berlu dijalankan secara benar dan bertanggung jawab.
Yesus mengharapkan setiap orang menghargai pemerintah, tetapi tidak melemahkan atau menomorduakan hormat kepada Allah. “Berikan kepada Kaisar yang menjadi hak kaisar dan berikan kepada Allah ang menjadi hak Allah. “(Mat 22: 21).
Yesus juga mengajak setiap orang untuk taat membayar pajak (lih. Mat 12:27)
Semasa hidupnya, Yesus tidak pernah menghaus rakyat untuk bergerak melawan pemerintah.
Yesus cukup tegas melakukan kritik terhadap pemimpin bangsa-Nya yang tindakannya tidak tepat.
Pelajaran 8
Para Pemimpin Masyarakat
Pemimpin yang idelah adalah pemimpin yang memiliki pemikiran cerdas, bertindak biaksana, tidak memihak, mengutamakan kepentingan umum, Ia berada di tengah-tengah untuk menggerakkan atau memotivasi anak buahnya dan manakala anak buah bergerak ia juga mampu berda di belakan untuk mendukung dan member kekuatan kepada anak buahnya. Pemimpin selalu “tut wuri hanayani”. Ia penuh inisiatif untuk menggerakkan dan mendukung anak buahnya.
Para pemimpin yang baik menghasilkan karya-karya mengagumkan karena didukung dengan kerja keras, kedisiplinan, dan sadar akan peranannya.
Kel 3: 7-10 menceritakan tentang Musa sebagai pemimpin yang harus hadir di depan bangsanya untuk menampilkan kehadiran Allah yang menyelamatkan.
Pemimpin sebagai symbol kehadiran Allah tampak juga dalam kisah-kisah Raja Daud. Allah hadir dalam dirinya sehingga hamper semua peperangan yang dipimpinnya untuk mengusir musuh bangsanya dimenangkannya, Pada massa pemerintah Daud, rakyat mengalami kesejahteraan besar dan sampai sekarang pun masa pemerintahnya selalu dilihat sebagai masa penyertaan Allah.
Pemimpin yang baik menurut Yesus adalah orang yang rela berkorban demi kepentingan banyak orang. Sebaliknya, pemimpin yang lari ketika masayarakatnya dalam kesulitan dan membutuhkannya adalah pemimpin palsu atau pemimpin gadungan, Orang semaam ini tidak layak menjadi pemimpin masyarakat. Dia hanya ada kalau keadaan menguntungkan dirinya sendiri dan dia kurang peduli pada kebutuhan anak buahnya/rakyat. Selain itu, pemimpin yang baik mengenal dan juga dikenal oleh anak buahnya, sehingga ia bisa mengetahui kebutuhan anak buahnya. Dengan demikianm pemimpin tersebut bisa memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan anak buahnya/rakyat.
Pemimpin yang baik selalu berusaha untuk berkenan kepada Allah dalam tindakan-tindakannya. Dia selalu berusaha melakukan yang menjadi kehendal Allah dan bukan keinginannya sendiri. Karena dia merasa dikenal oleh Allah, maka dia berani dan tidak ragu-ragu dalam tindakannya karena yang dilakukannya sesuai dengan kehendak Allah. Ia yakin akan perlindungan dan dukugnan Allah dalam usahanya memenuhi harapan dan kebutuhan anak buahnya atau rakyatnya.
Menurut Yesus, pemimpin yang terkemuka adalah pemimpin Yang menjadi abdi banyak orang, yang melaksanakan hal-hal yang dibutuhkan atau diharapkan banyak orang. Jadi, ukuran baik dan tidaknya seorang pemimpin adalah besarnya jasa dan manfaatnya bagi banyak orang atau sejauh mana pelayanannya dinikmati banyak orang.
Kita, di tempat kita masing-masing, wajib menghormati, menaati, dan mendukung pemimpin kita yang sah karena pemimpin yang sah merupakan simbol kehadiran Allah.
Pelajaran 9
Kebebasan yang Bertanggung Jawab
Kebebasan Kristiani bukanlah kebebasan tanpa aturan atau kebebasan yang bertentangan dengan sikap bertanggung jawab. Bertindak semau-maunya, apalagi yang merugikan orang lain atas nama kebebasan”. Sama dengan menipu diri. Sebab, setiap orang Kristen harus memiliki sikap yang sportif dan positif terhadap sesama warga masyarakat, memiliki kasih kepada sesamanya, dan hormat kepada pemimpin yang menjamin ketertiban dalam masyarakat
Kebebasan yang bertanggung jawab adalah kebebasan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain sesuai dengan miat dan bakat masing-masing, dan bukannya kebebasan yang mengakibatkan orang lain menderita atau terganggu. Kebebasan yang bertanggung jawab dihayati berdasarkan peran suara hati yang benar. Oleh karena itu, kita perlu membina hati nurani terus-menerus agar tindakan-tindakan kita senantiasa sesuai dengan kehedak Allah, bermanfaat bagi sesama dan sekaligus mengembangkan diri kita.
Banyak cara untuk mimbina suara hati, antara lain: mawas diri, membaca buku-buku rohani, berdoa dan merenungkan Kitab Suci, bertanya pada orang lain saat mengalami keraguan bertindak dan membiasakan diri untuk selalu mengikuti bisikan suara hati dan melaksanakannya.
Pelajaran 10
Menjunjung Tinggi Martabat Manusia
Begitu banyak pristiwa di dalam masyarakat yang menunjukan adanya tindakan tidak menghargai martabat luhur manusia. Bertindak semena-mena terhadap orang lain, menjadikan orang lain sebagai budak, menggaji para pegawai/buruh dengan upah yang sangat rendah, pelecehan terhadap jenis kelamin lain, menganiaya orang lain, dan sebagainya. Itu semua merupakan contoh-contoh tindakan yang merendahkan martabat luhur manusia.
Kisah para wanita yang mengalami tindak kekerasa dan penganiayaan sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita) hanyalah salah satu pristiwa di antara begitu banyak pristiwa lain yang menunjukan adanya perendahan terhadap martabat luhur manusia. Dari berita-berita yang ada, kita mengetahui bahwa tindakan yang merendahkan martabat luhur manusia membuat penderitaan yang luar biasa bagi roang yang mengalamai dan keluarganya. Bahkan, Penderitaan yang dialami itu dirasakannya sepanjang hidup, baik dalam hal fisik maupun kejiwaan
Penyebab tindakan yang merendahkan martabaat manusia itu antara lain:
Tiadanya penghargaan terhadap hidup; adanya anggapanbahwa kedudukan orang lain lebih rendah daripada dirinya; memperlakukan orang lain sebagai objek atau barang orang lain tidak diperlakukan seperti citra Allah
Zakheus dikenal sebagai pemunguk cukai. Pekerjaan ini dalam masyarakat Yahdi dipandang sebagai pekerjaan yagn “basah”tetapi jahat. Pemungut cukai dianggap kolaborator penjajah Romawi yang suka memeras rakyat. Dengan pekerjaan ini, orang bisa memperoleh kekayaan yang dapat menjamin kehidupannya setiap hari. Zakheus pun sebagai pemungut cukai juga dikenal kaya. Namun karena pekerjaanya sebagai pemungut cukai, Zakheus dipandang sebagai pendosa yang patut dijauhi.
Berbeda dengan masyarakat Yahudi, Yesus justru menerima Zakheus apa adanya dan menghargai dia. Yesus tidak menolak Zakheus. Yesus bahkan bersedia menumpangdi rumah Zakheus. Tindakan Yeusus ini membawa suka cita bagi Zakheus. Penerimaan Yesus yang menghargai Zakheus apa adanya mendorong Zakheus berbuat kebaikan, seperti ia katakana kepada Yesus: “Tuhan setengah dari miliku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan kepadanya.”(ay. 8)
Tindakan Yesus terhadap Zahkeus menjadi contoh konkret bagaimana seharusnya perlakuan manusia terhadap manusia lai. Sekalipun dipandang sebagai orang yang rendah, berdosa karena memiliki pekerjaan sebagai pemungut cukai (pajak), naamun Yesus tetap memperlakukan Zahkeus sebagaimana mestinya. Zakheus tidak dirindahkan tetapi dihargai martabatnya.
Dari tindakan Yesus dan tindakan orang-orang yang ikut memperjuangkan keluhuran martabat manusia, kita dapat menemukan bahwa bagaimana pon juga sebagai citra Allah manusia harus dihargai tanpa kecuali. Segala sesuatu di dunia ini harus diarahkan kepada manuia sebagai ciptaan Allah yang luhur. Manusia tidak dapat diperlakukan sebagai objek untuk mencapai tujuan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Inilah sikap dasar yang penting untuk pengembangan martabat manusia.
MATERI KESEMBILAN:
PENJASKES
BAB 1
PERMAINAN BOLA BESAR
A. PERMAINAN SEPAK BOLA
Di Indonesia sendiri,organisasi sepak bola baru berdiri pada tanggal 19 April 1930 dengan nama PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) yang bertempat di Yogyakarta. Pengurus PSSI pertama kali diketuai oleh Ir. Soeratin Sosrosoegondo. Teknik dan peraturan permaianan sepak bola adalah sebagai berikut :
1. Teknik dasar menendang bola
a. Menendang bola dengan menggunakan kaki bagian dalam
b. Menendang bola dengan menggunakan kaki bagian luar
2. Latihan dasar menahan bola
Menahan bola dengan menggunakan kaki bagian dalam
3. Bentuk – bentuk latihan teknik terpadu
a. Teknik Menggiring
b. Teknik Mengoper
c. Teknik Menahan operan bola dari teman
B. PERMAINAN BOLA VOLI
1. Latihan teknik dasar passing
a. Latihan teknik dasar passing bawah
Posisi badan saat melakukan passing bawah kedua lutut agak ditekuk, kedua tangan dirapatkan lurus, gerakan tangan mendorong bola ke depan atas sedangkan arah bola parabola.
b. Latihan teknik passing atas (Set Up)
Teknik dasar passing atas adalah sebagai berikut.
Lakukan dengan sikap kedua lutut dibengkokkan posisi jari tangan direganggkan dan kekuatan terletak pada ibu jari dan telunjuk. Adapun jari lainnya sebagai keseimbangan. Gerakan tangan mendorong bola ke depan atas.
2. Keterampian gerak dasar servis atas (Tenis Servis)
Berdiri tegak, kedua kaki sikap melangkah (kaki kiri di depan, kanan dibelakang). Tangan kiri memegang bola didepan badan. Pandangan ke arah bola (depan). Lambungkan bola ke atas agak kebelakang menggunakan tangan kiri.
3. Keterampilan teknik dasar smes
Smes merupakan gerak memukul bola dengan keras dengan arah menukik dan mematikan.
4. Pengenalan dan mempraktikan pola penyerangan, dan pola pertahanan
a. Pola penyerangan
1. Satu pemain sebagai pengumpan (SU), pada posisi 4 dan 2 pemain sebagai penyerang (2sm) pada posisi 3 dan 2.
2. Satu pemain sebagai pengumpan (1SU) pada posisi 2 dan 4.
3. Satu pemain sebagai pengumpan (1 SU), pada posisi 2 dan dua pemain sebagai penyerang (2Sm) dan pada posisi 4 dan 3.
b. Pola pertahanan
1. 4 pemain sebagai penerima servis, pada posisi 1,2,4, dan 5.
2. 2 pemain sebagai pengumpan pada posisi 3 dan 6.
3. Pola ini digunakan bila posisi 6 kurang baik dalam menerima servis.
BAB 2
PERMAINAN BOLA KECIL
A. BULU TANGKIS
Bulu tangkis adalah cabang olahraga yang termasuk dalam kelompok olahraga permainan. Permainan bulu tangkis dapat dimainkan didalam maupun diluar lapangan. Permainan ini dimulai dengan cara menyajikan bola atau servis.
1. Teknik dasar servis
Servis yaitu pukulan pertama kali dengan raket untuk memainkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan dengan arah diagonal. Servis dalam bulutangkis meliputi : servis panjang, servis pendek, kejut, dan mendatar.
2. Teknik pukulan lob atau clear
Pukulan lob adalah suatu pukulan dalam permainan bulutangkis yang dilakukan dengan tujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan.
3. Pukulan dropshot
Pukulan dropsoht adalah pukulan yang tepat melampui jaring dan langsung jatuh ke sisi lapangan lawan. Dropshot merupakan pukulan yang dilakukan dengan cara menyeberangkan shuttlecock ke daerah lawan dengan menjatuhkan shuttlecock sedekat mungkin dengan net.
4. Pukulan smes
Pukulan smes dalam permainan bulutangkis merupakan salah satu pukulan yang sering menghasilkan nilai secara langsung. Sebab pukulan ini merupakan suatu gerakan ayunan tangan yang cepat, mendadak, dan menghsilkan pukulan yang keras serta menerjunkan shuttlecock secara curam.
B. SOFTBALL
1. Pengertian softball
Softball adalah olahraga bola kecil beregu yang dimainkan setiap regunya terdiri dari 9 orang dengan teknik dasar lempar tangkap bola, memukul, dan lari menuju ke base. Lama permainan ditentukan oleh inning dan regu yang mendapat nilai lebih banyak dinyatakan sebagai pemenang.
2. Teknik memukul dalam permainan softball
Teknik memukul dalam softball meliputi : pukulan swing yaitu pukulan dengan ayunan sekeras – kerasnya dan pukulan bunt yaitu pukulan tanpa ayunan yang berfungsi untuk mengelabui lawan. Adapun tujuan memukul bola untuk mendapatkan nilai dengan jalan berlari ke semua base dan kembali di daerah home base dengan selamat.
3. Teknik melempar bola
Lemparran bola dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Melempar lurus
b. Melempar samping
c. Melempar bawah
d. Pitching sling shoot dan wind mill
4. Teknik menangkap bola
Ada tiga teknik menangkap bola dalam permainan softball, yaitu sebagai berikut :
a. Teknik menangkap bola lambung (catch fly ball)
b. Teknik menangkap bola lurus (catch strike ball)
c. Teknik menangkap bola gulir (catch ground ball)
5. Sliding
Sliding adalah meluncurkan badan dalam rangka mencapai base. Macam – macam sliding antara lain sebagai berikut :
a. Sliding lurus (straight leg slide)
b. Sliding mengait (hook slide)
c. Sliding dengan kepala lebih dulu (head first slide)
BAB 3
ATLETIK
A. LARI JARAK JAUH
1. Teknik dasar start
a. Dilakukan secara berkelompok.
b. Saat melakukan teknik dasar start, pada aba – aba “siap” berat badan/badan condong ke depan.
2. Sikap badan saat lari
Untuk teknik dasar lari jarak jauh, gerakan lari dilakukan tidak secara maksimal, kecondongan badan membentuk sudut 10 derajat.
3. Teknik pertukaran tongkat
Salah seorang mengoper tongkat dalam dengan cara dijulurkan ke belakang. Kemudian orang yang berada di belakang mengambilnya, dan yang terakhir menerima tongkat berlari ke barisan depan sambil membawa tongkat, dan kembali memberikan pada yang dibelakangnya.
4. Teknik dasar finish
Untuk melakukan teknik dasar finish pada lari jarak jauh antara lain sebagai berikut :
a. Lari terus tanpa mengubah sikap lari
b. Merebahkan badan ke depan bersamaan kedua lengan diayun lurus ke belakang (the lunge)
c. Memutar dada ke salah satu sisi dengan mengayunkan lengan kanan atau kiri ke depan ke atas hingga salah satu bahu menuju kedepan (the shrug)
B. LOMPAT TINGGI (HIGH JUMP)
Tujuan lompat tinggi adalah agar pelompat dapat mencapai lompatan yang setinggi – tingginya. Lompat tinggi, sama halnya dengan lompat jauh memerlukan unsur – unsur pokok antara lain sebagai berikut :
1. Awalan (run – up)
2. Tolakan (take – off)
3. Sikap badan diatas mistar
4. Mendarat
C. TOLAK PELURU
Tolak peluru termasuk cabang olahraga dari nomor lempar namun istilah yang digunakan bukan “lempar peluru” melainkan “tolak peluru”. Olahraga ini disebut juga the short put.
1. Teknik memegang dan meletakkan peluru
Ada dua macam gaya yang sering digunakan pada tolak peluru yaitu :
a. Gaya ortodoks
b. Gaya O’Brian
2. Cara menolak peluru
a. Pengenalan peluru
b. Sikap awal akan menolak peluru
c. Cara menolak peluru
Dari sikap menolakkan peluru ini,saat berhenti harus segera diikuti dengan gerakan menolak peluru. Jalannya dorongan atau tolakan pada peluru harus lurus satu garis, sudut lemparan kurang dari 40°.
d. Sikap akhir setelah menolak peluru
Sesudah menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan.
BAB 4
BELA DIRI
A. PENCAK SILAT
Pencak silat adalah seni bela diri asli Indonesia, yang telah berumur ratusan tahun. Pencak silat merupakan olahraga bela diri yang berasal dari Indonesia sejak para leluhur kita yang sekarang dikembangkan melalui IPSI. Olahraga pencak silat ini mengandung dua unsur yang tidak bisa dipisahkan yaitu pencak merupakan latihan fisik dan silat mengandung unsur budi luhur.
1. Rangkaian perorangan atau tunggal
Rangkaian teknik perorangan/tunggal terdiri atas jurus – jurus sebagai berikut :
a. Jurus pertama
b. Jurus kedua
c. Jurus ketiga
d. Jurus keempat
e. Jurus kelima
2. Sambung atau ganda
Sambung/ganda dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Tangkisan tutup depan
b. Tendangan depan
3. Pengembangan teknik dan taktik serangan langsung
Pengembangkan teknik dan taktik serangan langsung dapat dilakukan sebagai berikut :
a. Menggoyahkan pertahanan lawan secara tiba – tiba
b. Melakukan serangan pendahuluan
4. Pengembangan teknik dan taktik bela serang
Pengembangan teknik dan taktik bela serang dapat dilakukan sebagai berikut :
a. Mengelak dari pukulan lawan
b. Mengelak dari tendangan lawan
MATERI KESEPULUH :
PRAKARYA
Bab 1
KERAJINAN FUNGSI HIASKerajinan Tangan
Kerajinan Tangan adalah menciptakan suatu produk atau barang yang dilakukan oleh tangan dan memiliki fungsi pakai atau keindahan sehingga memiliki nilai jual. Kerajinan tangan yang memiliki kualitas tinggi tentu harganya akan mahal, jika kalian memiliki keterampilan dan berusaha untuk membuat suatu produk mungkin dengan kerajinan yang akan anda miliki bisa menjadi suatu usaha yang menjanjikan.
Kerajinan Tangan memiliki dua fungsi yaitu Fungsi Pakai dan Fungsi Hias.
Fungsi Pakai adalah Kerajinan yang hanya mengutamakan kegunaan dari benda kerajinan tersebut dan memiliki keindahan sebagai tambahan agar menjadi menarik.
Fungsi Hias adalah Kerajinan yang hanya mengutamakan keindahan tanpa memperhatikan guna dari barang tersebut, contoh kerajinan ini seperti miniatur, patung dll yang hanya menjadi kenikmatan bagi siapa yang melihatnya.
Kerajinan Tangan jika dilihat dari segi bahan dibagi menjadi 2 yaitu :
Kerajinan bahan keras.
Kerajinan bahan lunak.
Faktor yang mempengaruhi ciri khas kerajinan suatu daerah :
Budaya.
Letak Geografis.
Sumber Daya Alam.
Tahap atau cara pembuatan kerajinan tangan :
Membuat rancangan atau desain.
Menyiapkan alat dan bahan.
Membuat benda sesuai rancangan.
Finishing ( tahap akhir ).
Bab 2
Konstruksi Bangunan
Konstruksi merupakan suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana. Dalam sebuah bidang arsitektur atau teknik sipil, sebuah konstruksi juga dikenal sebagai bangunan atau satuan infrastruktur pada sebuah area atau pada beberapa area. Secara ringkas konstruksi didefinisikan sebagai objek keseluruhan bangun(an) yang terdiri dari bagian-bagian struktur. Misal, Konstruksi Struktur Bangunan adalah bentuk/bangun secara keseluruhan dari struktur bangunan. contoh lain: Konstruksi Jalan Raya, Konstruksi Jembatan, Konstruksi Kapal, dan lain lain.
Konstruksi dapat juga didefinisikan sebagai susunan (model, tata letak) suatu bangunan (jembatan, rumah, dan lain sebagainya)[1] Walaupun kegiatan konstruksi dikenal sebagai satu pekerjaan, tetapi dalam kenyataannya konstruksi merupakan satuan kegiatan yang terdiri dari beberapa pekerjaan lain yang berbeda.
Pada umumnya kegiatan konstruksi diawasi oleh manajer proyek, insinyur disain, atau arsitek proyek. Orang-orang ini bekerja di dalam kantor, sedangkan pengawasan lapangan biasanya diserahkan kepada mandor proyek yang mengawasi buruh bangunan, tukang kayu, dan ahli bangunan lainnya untuk menyelesaikan fisik sebuah konstruksi.
Untuk keberhasilan pelaksanaan proyek konstruksi, perencanaan yang efektif sangatlah penting. Hal ini terkait dengan rancang-bangun (desain dan pelaksanaan) infrastruktur yang mempertimbangkan mengenai dampak pada lingkungan / AMDAL, metode penentukan besarnya biaya yang diperlukan / anggaran, disertai dengan jadwal perencanaan yang baik,keselamatan lingkungan kerja, ketersediaan material bangunan, logistik, ketidaknyamanan publik terkait dengan yang disebabkan oleh keterlambatan persiapan tender dan penawaran, dll
Bab 3
Budidaya Daya Ternak Hias
Ternak dapat berupa binatang apa pun (termasuk serangga dan vertebrata tingkat rendah seperti ikan dan katak). Namun, dalam percakapan sehari-hari orang biasanya merujuk kepada unggas dan mamalia domestik, seperti ayam, angsa, kalkun, atau itik untuk unggas, serta babi, sapi, kambing, domba, kuda, atau keledai untuk mamalia. Sebagai tambahan, di beberapa daerah di dunia juga dikenal hewan ternak yang khas seperti unta, llama, bison, burung unta, dan tikus belanda mungkin sengaja dipelihara sebagai ternak. Jenis ternak bervariasi di seluruh dunia dan tergantung pada sejumlah faktor seperti iklim, permintaan konsumen, daerah asal, budaya lokal, dan topografi.
Kelompok hewan selain unggas dan mamalia yang dipelihara manusia juga disebut (hewan) ternak, khususnya apabila dipelihara di tempat khusus dan tidak dibiarkan berkelana di alam terbuka. Penyebutan "ternak" biasanya dianggap "tepat" apabila hewan yang dipelihara sedikit banyak telah mengalami domestikasi, tidak sekedar diambil dari alam liar kemudian dipelihara. Ke dalam kelompok ini termasuk ngengat sutera, berbagai jenis ikan air tawar (seperti ikan mas, gurami, mujair, nila, atau lele), beberapa jenis katak (terutama bullfrog), buaya, dan beberapa jenis ular. Usaha pemeliharaan ikan umumnya disebut sebagai perikanan atau, lebih spesifik, budidaya ikan.
MATERI KESEBELAS :
IPA
Bab. 1
Sistem Ekskresi Pada Manusia
1. Untuk mengeluarkan zat sisa, tubuh manusia dilengkapi dengan alat ekskresi berupa ginjal, kulit, hati dan paru-paru.
2. Ginjal terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian luar berupa kulit ginjal (korteks) bagian kedua berupa sumsum ginjal (medulla), dan bagian ketiga berupa rongga ginjal (pelvis).
3. Penyaringan darah yang dilakukan oleh ginjal terjadi melalui tiga proses, yaitu penyaringan, penyerapan kembali zat-zat yang dibutuhkan tubuh, dan penambahan zat-zat pada urine.
4. Zat-zat yang terdapat dalam urine sesungguhnya atau urine sekunder dalam keadaan normal adalah sebagai berikut.
- Air 95%
- Urea, amonia, dan asam ureat yang merupakan hasil metabolisme protein.
- Garam-garam mineral, terutama garam dapur (NaCl).
- Zat warna empedu yang menyebabkan urine berwarna kuning.
- Zat-zat yang berlebihan dalam darah, seperti hormone dan vitamin.
5. Kulit manusia terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kulit ari (epidermis), kulit jangat (dermis), dan jaringan ikat bawah kulit.
6. Selain sebagai tempat pengeluaran, kulit juga berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh, tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D, tempat menyimpan kelebihan lemak, sebagai pelindung, dan indra peraba.
7. Hati dapat dikatakan sebagai alat sekresi karena hati menghasilkan empedu, dan sebagai alat ekskresi karena empedu yang dikeluarkan mengandung zat sisa yang berasal dari sel darah merah yang rusak dan dihancur kan di dalam limpa.
8. Paru-paru adalah organ yang bertindak sebagai alat pernapasan, tapi selain itu paru-paru juga bertindak sebagai alat ekskresi dengan mengeluarkan karbondioksida dan uap air.
Bab. 2
Sistem Reproduksi Manusia
1. Reproduksi adalah cara makhluk hidup untuk menghasilkan individu baru yang memiliki sifat atau ciri-ciri yang sama dengan induknya.
2. Alat reproduksi laki-laki adalah testis, skrotum, vas deferens, kantong sperma, epididimis, kelenjar prostat, uretra, dan penis.
3. Alat reproduksi wanita adalah vulva, vagina, serviks, rahim, tuba fallopii, dan ovarium.
4. Spermatogenesis adalah proses pembentukan dan pemasakan sperma.
5. Oogenesis adalah proses pembentukan ovum.
Bab. 3
Sistem Saraf dan Indera Manusia
1. Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh.
2. Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu
- reseptor,
- penghantar impuls, dan
- efektor.
3. Impuls adalah rangsangan atau pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar, kemudian dibawa oleh neuron. Impuls dapat juga dikatakan sebagai serangkain pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf.
4. Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke efektor akan menyebabkan terjadinya gerakan atau perubahan pada efektor. Gerakan tersebut yaitu gerak sadar dan gerak tidak sadar. Gerak tidak sadar disebut gerak refleks.
5. Sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.
6. Sistem saraf simpatik pada sistem saraf otonom mempunyai fungsi sebagai berikut.
- Mempercepat denyut jantung.
- Memperlebar pembuluh darah.
- Memperlebar bronkus.
- Mempertinggi tekanan darah
- Memperlambat gerak peristaltis.
- Memperlebar pupil.
- Menghambat sekresi empedu.
- Menurunkan sekresi ludah.
- Meningkatkan sekresi adrenalin.
7. Ada lima macam indera pada manusia, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Kelima indera ini akan berfungsi dengan baik apabila:
- saraf-saraf yang berfungsi membawa rangsangan bekerja dengan baik,
- otak sebagai pengolah informasi bekerja dengan baik,
- alat-alat indera tidak mempunyai kelainan bentuk dan fungsinya.
8. Rasa pedas bukan hasil dari kepekaan rasa pada kuncup pengecap, tetapi merupakan suhu panas pada papilla sehingga mengembang dan menyebabkan timbulnya rasa pedas.
Bab. 4
Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup
1. Kelangsungan hidup makhluk hidup dipengaruhi oleh kemampuan beradaptasi, seleksi alam, dan berkembang biak.
2. Ada tiga cara adaptasi makhluk hidup yaitu adaptasi morfologi, fisiologi, dan tingkah laku.
3. Faktor yang mempengaruhi seleksi alam adalah makanan, suhu lingkungan, dan cahaya matahari.
4. Kecoa, komodo, dan kadal adalah hewan yang tergolong dalam fosil hidup.
5. Penyebab kepunahan dinosaurus adalah perubahan iklim.
6. Makhluk hidup dapat berkembang biak secara vegetatif dan generatif.
7. Makhluk hidup ada yang memiliki daya berkembang biak tinggi dan rendah.
Bab. 5
Pewarisan Sifat
1. Setiap makhluk hidup memiliki sifat beda yang dikendalikan oleh gen dan kromosom.
2. Genotipe adalah sifat makhluk hidup yang tidak tampak sehingga tidak bisa diamati dengan indra. Fenotipe adalah sifat makhluk hidup yang tampak sehingga bisa diamati dengan indra.
3. Persilangan monohibrid adalah persilangan dua individu dengan memperhatikan satu sifat beda.
4. Persilangan dihibrid adalah persilangan dua individu dengan memperhatikan dua sifat beda.
5. Sifat induk yang muncul pada turunannya disebut sifat dominan, sedangkan sifat yang tertutupi oleh sifat dominan sehingga tidak muncul pada turunan disebut sifat resesif. Jika sifat dominan tidak jenuh atau sifat turunan berada diantara sifat kedua induknya disebut intermediet.
Bab. 6
Teknologi Reproduksi dan Bioteknologi
1. Rekayasa reproduksi adalah suatu usaha manusia untuk mengembangbiakkan makhluk hidup dengan cara memanipulasi tahapan proses reproduksi yang berlangsung secara alami.
2. Rekayasa reproduksi dapat dilakukan dengan cara kultur jaringan, kloning, DNA rekombinan, hibridisasi, inseminasi buatan, dan bayi tabung.
3. Dampak positif dari teknologi reproduksi adalah:
- Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sesuai dengan keinginan manusia.
- Membantu pasangan yang kesulitan mendapatkan anak dengan jalan pintas yaitu bayi tabung.
- Menciptakan bibit unggul.
- Melestarikan plasma nutfah.
- Meningkatkan gizi masyarakat.
4. Dampak negatif rekayasa reproduksi
- Pada perbanyakan keturunan dengan kultur jaringan yang memiliki materi genetis yang sama akan riskan terhadap penyakit.
- Merugikan petani dan peternak lokal yang meng-andalkan reproduksi konvensional (secara alami).
- Dikhawatirkan adanya penyalah gunaan teknologi reproduksi untuk kepentingan pribadi yang merugikan orang lain. Misalnya misi sebuah negara yang hendak menguasai dunia dengan menciptakan prajurit tangguh dengan teknik pengkloningan.
5. Bioteknologi adalah prinsip-prinsip dari ilmu dan teknologi untuk memproses materi melalui agen biologi agar dapat meningkatkan nilai tambah.
6. Bioteknologi konvensial memanfaatkan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur untuk menghasilkan enzim sehingga bisa melakukan metabolisme untuk menciptakan makanan atau produk baru.
Bab. 7
Listrik Statis
1. Kumpulan muatan listrik pada suatu benda disebut listrik statis.
2. Terdapat dua jenis muatan listrik, yaitu muatan positif dan negatif.
3. Muatan-muatan yang sejenis tolak-menolak dan muatan yang tidak sejenis tarik-menarik.
4. Pengumpulan muatan listik dapat diperoleh melalui cara menggosok, menyentuhkan benda netral dengan benda bermuatan (konduksi), dan induksi.
5. Muatan listrik dapat dideteksi dengan elektroskop.
6. Penghilangan muatan listrik yang terkumpul pada suatu benda disebut pengosongan muatan.
7. Hukum Coulomb menyatakan, bahwa gaya yang terjadi antara dua buah muatan berbanding lurus dengan besar muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan itu.
Bab. 8
Elemen dan Arus Listrik
1. Arus listrik adalah aliran muatan listrik.
2. Arus listrik timbul dalam rangkaian tertutup.
3. Kuat arus listrik adalah muatan listrik yang mengalir melalui penghantar tiap sekon.
4. Kuat arus listrik diukur dengan amperemeter.
5. Sakelar digunakan untuk membuat rangkaian listrik menjadi tertutup atau terbuka.
6. Agar muatan listrik dapat mengalir terus-menerus, diperlukan sumber tegangan listrik.
7. Gaya gerak listrik disingkat ggl adalah beda potensial antara kutub-kutub sumber tegangan sebelum dipasang pada rangkaian listrik.
Bab. 9
Rangkaian Listrik
1. Hambatan merupakan kecenderungan suatu benda untuk melawan aliran muatan listrik, mengubah energi listrik menjadi energi bentuk lain.
2. Hukum Ohm menyatakan bahwa besar kuat arus dalam hambatan berbanding lurus dengan beda potensial dan berbanding terbalik dengan hambatan penghantar.
3. Besar hambatan pada kawat penghantar berbanding lurus dengan panjangnya dan berbanding terbalik dengan luas penampangnya. Besar hambatan pada kawat penghantar juga bergantung pada jenis kawat tersebut. Secara matematis dirumuskan:
P = L / A
4. Dalam rangkaian seri, arus hanya mempunyai satu jalan untuk lewat. Sedangkan dalam rangkaian paralel, terdapat beberapa jalan yang dapat dilewati arus.
5. Dalam rangkaian seri kuat arus di mana-mana sama. Sedangkan dalam rangkaian paralel, kuat arus sebelum memasuki cabang sama dengan jumlah kuat arus pada tiap cabang.
6. Dalam rangkaian seri beda potensial sumber sama dengan jumlah beda potensial pada masing-masing hambatan. Sedangkan dalam rangkaian paralel, beda potensial hambatan sama besar dengan beda potensial sumber.
7. Hambatan pengganti pada rangkaian seri dapat ditemukan melalui hubungan:
Rs = R1 + R2 + R3 + ... Rn
8. Hambatan pengganti dalam rangkaian paralel dapat ditemukan melalui hubungan:
1/Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ... 1/Rn
9. Sekering dan pemutus arus digunakan untuk mencegah terjadinya bahaya kebakaran akibat hubungan singkat dalam rangkaian listrik.
Bab. 10
Daya dan Energi Listrik
1. Daya listrik adalah cepatnya energi listrik diubah menjadi energi bentuk lain.
2. Daya listrik pada peralatan listrik dapat dilihat pada label peralatan itu, atau menggunakan rumus:
P = V × I.
3. Energi listrik dapat diubah menjadi energi bentuk lain. Besar energi listrik dapat dihitung melalui persamaan:
W = P × t, atau W = V × I × t.
4. Biaya listrik bergantung pada besar energi listrik yang telah digunakan. Alat untuk mengetahui penggunaan energi listrik disebut meter listrik atau kWh meter.
5. Energi listrik dapat diubah menjadi bentuk lain sehingga dapat kamu manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan-perubahan tersebut adalah sebagai berikut.
- Energi listrik diubah menjadi energi cahaya, contoh lampu.
- Energi listrik diubah menjadi energi gerak, contoh kipas angin.
6. Energi listrik diubah menjadi energi panas, contoh kompor listrik.
7. Energi listrik diubah menjadi energi kimia, contoh penyepuhan emas.
Semester: 2
Bab. 11
Kemagnetan
1. Kutub-kutub magnet yang senama tolak-menolak, sedangkan yang tak senama tarik-menarik.
2. Medan magnet adalah daerah di sekitar magnet yang masih bekerja gaya magnet. Medan magnet dapat digambarkan oleh garis gaya magnet.
3. Magnet tersusun dari magnet-magnet elementer yang searah.
4. Bumi bersifat sebagai magnet, oleh karena itu dikelilingi medan magnet.
5. Kutub utara magnet bumi terletak di dekat kutub selatan geografis, dan kutub selatan magnet bumi terletak di dekat kutub utara geografis.
6. Kompas tidak persis menunjuk arah utara selatan. Kompas menunjuk arah kutub magnet bumi. Sudut antara kutub utara selatan magnet bumi (yang ditunjuk kompas) dengan kutub utara selatan geografis disebut deklinasi. Sedangkan sudut yang dibentuk jarum kompas dengan bidang datar disebut inklinasi.
Bab. 12
Elektromagnetk
1. Arus listrik yang mengalir pada kawat akan menghasilkan medan magnet disekitar kawat itu. Arah medan magnet bergantung pada arah arus.
2. Elektromagnet adalah kumparan kawat dengan inti bahan magnetik. Jika elektromagnet dialiri arus, maka elektromagnet itu berlaku seperti magnet batang, kutub utara dan selatan magnet terletak pada ujung-ujungnya. Jika arus diputus, maka elektromagnet tidak lagi bersifat magnet.
3. Jika kawat berarus terletak dalam medan magnet, maka kawat tersebut mendapatkan gaya Lorentz.
4. Beberapa penerapan gejala kemagnetan oleh arus listrik misalnya untuk mengangkat benda-benda logam yang berat, pada motor listrik, alat ukur listrik, bel listrik, dan pengeras suara.
5. Jika terdapat perubahan medan magnet dalam sebuah kumparan, maka timbul arus induksi dalam kumparan itu. Peristiwa ini disebut induksi elektromagnetik.
6. Pada generator, induksi elektromagnetik diterapkan untuk mengubah energi kinetik menjadi energi listrik.
7. Transformator digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik bolak-balik (AC).
8. Pada transformator penaik tegangan (step up), jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak daripada jumlah lilitan kumparan primer.
9. Pada transformator penurun tegangan (step down), jumlah lilitan kumparan sekunder lebih sedikit daripada jumlah lilitan kumparan primer.
10. Efisiensi transformator menunjukkan perbandingan energi keluaran terhadap energi masukan pada transformator itu.
Bab. 13
Tata Surya
1. Galaksi adalah gugusan bintang-bintang, gas, dan debu saling mengikat karena adanya gravitasi.
2. Rasi bintang adalah kelompok bintang jika dilihat dari bumi menghasilkan suatu bentuk tertentu.
3. Tata surya terdiri dari planet, komet, asteroid dan benda-benda langit lain yang membentuk satu sistem.
4. Ada dua macam planet, yaitu planet dalam dan luar. Planet dalam adalah planet yang terletak antara matahari dan sabuk asteroid. Planet luar adalah planet yang terletak di luar sabuk asteroid.
5. Satelit adalah benda yang mengorbit atau bergerak mengitari benda langit yang lebih besar.
6. Bumi terbagi menjadi tiga lapisan, yaitu litosfer, hidrosfer, dan atmosfer.
7. Peristiwa di permukaan bumi yang dapat merugikan kehidupan adalah pencemaran, pelapukan dan pengikisan, serta pemanasan global.

























Tidak ada komentar:
Posting Komentar